Ukir Sejarah di Pencak Silat Muhammadiyah Games, UMTAS Harumkan Nama Daerah

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Berbekal latihan fisik lima kali seminggu, enam delegasi Universitas Muhammadiyah (UM) Tasikmalaya sukses mencatatkan sejarah baru bagi almamaternya setelah meraih medali perunggu pada kompetisi akbar perdana Pencak Silat Muhammadiyah Games di Solo.
Langkah kontingen daerah ini di ajang Pencak Silat Muhammadiyah Games tentu tidaklah mudah. Apalagi, ajang bergengsi ini mempertemukan barisan atlet tangguh dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Mereka harus berhadapan langsung dengan deretan nama sarat pengalaman dalam kompetisi Pencak Silat Tapak Suci . Para pesaing ini bahkan sering mengikuti berbagai event nasional hingga internasional.
Kondisi objektif ini sempat membuat delegasi Kontingen Silat UMTAS merasa ragu pada awalnya. Enam atlet tangguh yang terdiri dari Hengky Kurniawan, M Rafly Nurfadilah, Syihab Ateng J, Nabila Salsabila, Ira Siti Rahma, dan Unni Seleky menyadari betul beratnya medan perjuangan tersebut.
“Tantangan terbesarnya, lawan-lawan kita banyak yang sudah berpengalaman. Kita sebagai kontingen dari UM Tasikmalaya agak sedikit ragu karena lawannya atlet yang sudah profesional,” ujar Nabila, salah satu perwakilan atlet.
Meskipun demikian, keraguan tersebut urung menyurutkan nyali bertanding mereka di atas matras. Hasilnya, tim kebanggaan Tasikmalaya ini sukses menyabet satu medali perunggu. Pencapaian berharga ini sekaligus membuktikan kualitas nyata atlet mahasiswa daerah yang mampu bersaing ketat di kancah nasional.
Persiapan Intensif dan Mental Baja
Keberhasilan merengkuh medali perunggu ini jelas bukan sebuah kebetulan semata. Sebelumnya, para atlet telah menjalani masa persiapan intensif selama kurang lebih dua bulan terakhir. Mereka secara disiplin berlatih fisik sebanyak lima kali seminggu bersama jajaran pelatih. Fokus utama sesi latihan fisik ini mencakup peningkatan kekuatan, ketahanan daya tahan tubuh, serta pematangan teknik spesifik cabang bela diri Tapak Suci.
Selain menggembleng fisik, tim pelatih juga aktif memperkuat ketangguhan mental para petarung. Delegasi ini rutin mengikuti sesi pengarahan khusus atau briefing bersama pelatih dan jajaran senior kampus. Tujuannya sangat krusial, yakni membangun mental baja agar atlet tetap tenang saat menerima tekanan bertubi-tubi dari lawan daerah lain.
“Kami juga sering simulasi pertandingan dengan teman agar terbiasa dengan tekanan,” tegas Nabila menceritakan siasat timnya. Oleh karena itu, perpaduan harmonis antara persiapan fisik dan mental ini menjadi instrumen utama kesiapan tim saat berlaga di arena pertandingan.

Kebanggaan, Apresiasi, dan Harapan Almamater
Bagi seluruh anggota tim, keikutsertaan kompetisi ini membawa rasa bangga sekaligus debar jantung tersendiri. Mengingat event ini adalah ajang Muhammadiyah Games 2026 perdana, mereka merasa sangat spesial bisa menjadi kepingan sejarah. Selain itu, para atlet sadar tengah mengemban amanah besar untuk terus mengharumkan nama almamater UM Tasikmalaya di kancah publik.
“Jujur bangga dan deg-degan. Ini amanah, kita merasa termotivasi buat kasih yang terbaik, bukan cuma buat diri sendiri tapi juga buat nama almamater dan teman-teman yang sudah mendukung,” ungkap perwakilan tim mewakili suara rekan-rekannya.
Target menjadi juara umum sebenarnya selalu menyala di benak para atlet. Namun, mereka sepakat bahwa pulang dengan sehat, selamat, dan membawa pengalaman bertanding adalah prioritas paling utama. Menang merupakan bonus manis dari hasil kerja keras latihan, sedangkan kekalahan menjadi ruang evaluasi untuk terus belajar.
Selanjutnya, tim delegasi juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pimpinan kampus. Fasilitas ruang latihan yang memadai dari pihak universitas terbukti ampuh mendukung proses pertumbuhan atlet dari awal hingga bisa berangkat ke Solo. Di penghujung turnamen, kontingen dengan rendah hati juga menyelipkan permohonan maaf karena baru bisa membawa pulang satu medali perunggu untuk almamater.
Harapan terbesarnya, partisipasi dan medali ini mampu memicu laju perkembangan pesat UKM Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Melalui dukungan pembinaan yang berkelanjutan, institusi pendidikan ini meyakini bisa terus konsisten mencetak banyak atlet berprestasi pada masa mendatang.
Editor : Amtsal Ajhar



