Pengajian Ahad Pon Kalibening Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan Bermuhammadiyah

KABARMUH.ID; BANJARNEGARA – Ribuan jamaah dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat menghadiri Pengajian Rutin Ahad Pon yang diselenggarakan di halaman SMA Muhammadiyah 4 Kalibening, Ahad (5/7). Kegiatan yang kali ini diadakan oleh PRM 01 Kalibening mengusung tema “Merawat Keikhlasan, Memperkuat Persaudaraan, Muhammadiyah Rumah Kita Bersama.”
Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi, Forkopimcam Kecamatan Kalibening, MUI Kecamatan Kalibening, kepala desa beserta perangkat dan lembaga desa se-Kalibening, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) beserta organisasi otonom (Ortom) se-Kecamatan Kalibening dan Pandanarum, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) beserta Ortom, para takmir masjid, serta tokoh masyarakat.
Ketua Panitia, Mister Kismadi, S.E. menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah yang memadati lokasi pengajian. Menurutnya, kehadiran peserta menjadi bukti kuatnya semangat ukhuwah di lingkungan Muhammadiyah.
“Atas nama PRM 01 Kalibening sebagai tuan rumah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan antar cabang dan ranting Muhammadiyah,” ujarnya.
Ketua PCM Kalibening, H. Hidayanto turut mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pengajian Ahad Pon. Menurutnya, kegiatan rutin tersebut memiliki peran penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh kebersamaan warga Muhammadiyah di Kecamatan Kalibening.
“Pengajian Ahad Pon bukan sekadar forum menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan semangat berjamaah. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah dilaksanakan dan membawa keberkahan bagi Persyarikatan Muhammadiyah di Kalibening,” ungkapnya.
Sementara itu, Widyasmara, S.Pd. mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pengajian Ahad Pon di Kalibening. Ia berharap semangat dakwah Muhammadiyah terus meningkat.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan informasi bahwa Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan memberikan penghargaan kepada cabang dan ranting terbaik. Ia mencontohkan keberhasilan Muhammadiyah di Gombong, Kebumen, yang memiliki amal usaha lengkap sebagai hasil penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput.
Selain itu, ia mengusulkan agar dibentuk pengajian rutin khusus pemuda Muhammadiyah se-Kecamatan Kalibening sebagai upaya kaderisasi dan pembinaan generasi muda.
Camat Kalibening, Agus Purnomo, S.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah terhadap pembangunan bangsa.
“Selama ini Muhammadiyah telah banyak berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan. Melalui pengajian seperti ini diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membentuk masyarakat yang berkarakter,” ungkapnya.
Pada sesi utama, Ust. Sholahuddin Zuhri, S.Pd., M.Pd. Ketua PW Pemuda Muhammadiyah DI Yogyakarta sekaligus Pendekar Kepala Tapak Suci Putera Muhammadiyah, menyampaikan tausiah yang mengajak jamaah untuk menanamkan keikhlasan dalam perjuangan.
Beliau menegaskan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Allah akan mengganti setiap kelelahan dengan balasan yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pesan para tokoh Muhammadiyah bahwa keberanian berjuang harus disertai keikhlasan agar bernilai di sisi Allah.
Dalam ceramahnya, Ustaz Sholahuddin mengajak jamaah untuk menjaga lingkungan pergaulan yang baik karena lingkungan akan membentuk karakter seseorang. Ia menyampaikan tiga ciri tetangga yang baik, yaitu tidak menzalimi, tidak menelantarkan, dan tidak menghina sesamanya.
Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa seseorang telah cukup disebut jahat apabila gemar menghina saudaranya. Karena itu, persaudaraan harus dijaga dengan berpegang teguh kepada tali Allah serta menghindari perpecahan.
Menurutnya, kebenaran akan menjadi kuat apabila dibangun secara bersama melalui organisasi. Sebaliknya, kebatilan akan tampak kuat apabila terorganisasi sementara orang-orang baik berjalan sendiri-sendiri. Oleh sebab itu, Muhammadiyah harus terus memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pelayanan kepada umat.
Ustaz Sholahuddin turut mengingatkan pentingnya membangun budaya berkarya dan berinisiatif, bukan sekadar mengkritik tanpa solusi. Warga Muhammadiyah diminta aktif menjemput peluang dakwah dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Di akhir tausiah, beliau meneladankan kesederhanaan para tokoh Muhammadiyah seperti K.H. A.R. Fachruddin, Buya Ahmad Syafii Maarif, dan Ki Bagus Hadikusumo yang tetap hidup sederhana meskipun memiliki pengaruh besar. Keteladanan mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Muhammadiyah bukanlah untuk mencari kedudukan, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Melalui tema “Merawat Keikhlasan, Memperkuat Persaudaraan, Muhammadiyah Rumah Kita Bersama,” pengajian Ahad Pon diharapkan semakin memperkokoh ukhuwah, memperkuat semangat berorganisasi, serta menumbuhkan keikhlasan dalam berdakwah dan mengabdi kepada umat.
Kontributor: Badru
Editor: Nurul Fahri



