akademikPersyarikatanPrestasi

Capai 97% Target Hafalan, Ketua ASLAMA PTMA Berikan Apresiasi Pada Haflah Akhiris Sanah Program I’dad Pondok Shabran UMS

KABARMUH.ID, Surakarta – Suasana haru menyelimuti Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat Pondok Shabran UMS menyelenggarakan Haflah Akhirissanah Program I’dad Angkatan 2025, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan intensif selama satu tahun bagi para mahasantri yang fokus pada tahfiz al-Qur’an dan Bahasa Arab.

Program I’dad Angkatan 2025 diikuti oleh 32 mahasantri yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Keberagaman tersebut menunjukkan luasnya jangkauan kaderisasi Pondok Shabran UMS.

Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan 31 mahasantri (97%) telah mencapai target hafalan minimal 10 juz, bahkan dua di antaranya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Hanya terdapat satu mahasantri yang belum memenuhi target hafalan. Selain itu, para mahasantri juga menunjukkan kompetensi bahasa Arab yang baik dengan mayoritas memperoleh kategori baik sekali (Jayyid Jiddan) dan baik (Jayyid). Beberapa di antaranya bahkan berhasil memperoleh capaian tertinggi dalam berbahasa arab yaitu mumtaz.

Kegiatan semakin menarik saat berlangsung sesi uji publik hafalan al-Qur’an. Para tamu undangan, mulai dari pimpinan Pondok Shabran, pimpinan Fakultas Agama Islam UMS, perwakilan alumni, hingga tamu undangan lainnya, diberikan kesempatan menguji hafalan mahasantri secara langsung. Suasana tegang sekaligus membanggakan terasa ketika para mahasantri mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan lancar dan tepat. Dr. Kharis Nugraha, Lc., M.Ud., Kepala Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam UMS, mengaku terkesan dengan kualitas hafalan para mahasantri.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASLAMA PTMA), Bunda Mu’amaroh, P.hD menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasantri yang telah menyelesaikan program. Di hadapan para mahasantri, ia mengingatkan bahwa haflah ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kalian. Justru ini menjadi langkah awal untuk memulai perjuangan yang sebenarnya dalam menempuh pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Kelak kalian akan menghadapi berbagai tantangan yang tidak kalian temukan sebelumnya. Jadi, istiqamah adalah kata kuncinya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Program I’dad merupakan terobosan kaderisasi yang membanggakan.

“Program I’dad ini merupakan terobosan yang membanggakan. Ke depan, saya optimis Pondok Shabran akan melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang lebih siap dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan. Dengan bekal bahasa Arab yang mumpuni dan hafalan yang diraih adik-adik mahasantri,” ujar aktivis ’Aisyiyah yang juga menahkodai Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansyur UMS ini.

Sementara itu, Kepala Pondok Shabran UMS, KH. Yayuli, S.Ag., M.PI, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para mahasantri Program I’dad Angkatan IV yang telah menyelesaikan proses pembinaan dengan hasil yang membanggakan.

“Kami sangat bersyukur atas capaian para mahasantri hari ini. Harapan kedepannya, mahasantri bisa menjaga dan syukur-syukur meningkatkan hafalan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Terus belajar serta mengamalkan apa yang sudah dipelajari. Dan kami akan terus mengevaluasi program-program pondok agar semakin baik dari hari ke hari,” ungkapnya.

Dzulkifi Adil Imamiyyah, salah seorang mahasantri yang mengikuti akhirussanah terharu dalam menyampaikan pesan dan kesannya. Ia bersyukur telah diberikan kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Shabran. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada para pembina program i’dad, terkhusus kepada ustadz tercinta Faizin Mubarok Ahmad, S.Pd dan Ustazah Asma’, S.Pd yang dengan kesabaran dan keistiqamahannya dalam mendampingi mahasantri, alhasil bisa sampai di titik ini.

Haflah Akhirussanah ini tidak sekadar menjadi seremoni penutupan program, tetapi juga momentum syukur atas proses yang telah dilalui. Setelah menyelesaikan Program I’dad, para mahasantri akan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam UMS. Perjalanan mereka sesungguhnya baru saja dimulai. Dengan bekal hafalan Al-Qur’an, kemampuan bahasa Arab, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan, mereka diharapkan terus menapaki jalan ilmu dan pengabdian, sebagaimana mahfuzat yang berbunyi, man sāra ‘alā ad-darbi washala, ”siapa yang berjalan pada jalannya, maka akan sampai pada tujuannya”.

|Red: Humas Pondok Shabran|

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button