Mahasiswa FIK UMS Ajak Warga Desa Pentur Olah Limbah Popok untuk Cegah Pencemaran Sungai
- account_circle Maulia
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 59
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Bersama dengan Warga Desa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOYOLALI – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (10/10/2026). Lewat Program Pengabdian Ormawa (PPO), Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan limbah popok sekali pakai.
Kegiatan yang bertemakan “Optimalisasi Edukasi Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Popok Sekali Pakai sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Sungai di Desa Pentur,” diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas warga, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta perangkat desa.
Program ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan limbah rumah tangga, khususnya popok sekali pakai yang dibuang secara tidak tepat. Kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan mencemari aliran sungai.
Edukasi disampaikan oleh Rizka Isnaini, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UMS. Peserta memperoleh penjelasan mengenai dampak pembuangan popok bekas secara sembarangan serta pentingnya mengelola sampah rumah tangga secara bertanggung jawab.
Selain edukasi, peserta mengikuti pelatihan pemanfaatan hidrogel dari popok bekas sebagai media tanam yang dapat membantu mempertahankan kelembapan. Praktik ini memperkenalkan alternatif pemanfaatan komponen popok yang biasanya langsung dibuang.
Peserta juga mempraktikkan pembuatan pot tanaman dengan memanfaatkan bagian tertentu dari limbah popok sebagai bahan campuran. Warga mengikuti proses pembuatan secara langsung hingga berhasil menghasilkan pot tanaman dari olahan limbah popok bekas.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Praktik tersebut memberi kesempatan kepada warga untuk mengenal alternatif pengolahan limbah sekaligus memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai dukungan terhadap kegiatan bercocok tanam, peserta juga menerima bibit tanaman, termasuk bibit sayuran. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan bersama pot yang telah dibuat sehingga hasil praktik bisa diterapkan di lingkungan rumah.
Tsania Ahya Maulida selaku Ketua PPO mengungkapkan, bahwa kegiatan ini turut mendorong pembentukan kader peduli lingkungan. Keterlibatan kader PKK dan perangkat desa diharapkan membantu menyebarkan informasi kepada warga lainnya serta menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya limbah popok sekali pakai. Melalui edukasi dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan agar masyarakat Desa Pentur mendapat edukasi dalam menjaga lingkungannya lewat pengolahan ini.
“Melalui edukasi dan praktik pengolahan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Pentur mengenai pentingnya mengelola popok sekali pakai dengan tepat dan tidak membuangnya ke sungai. Upaya ini menjadi langkah awal untuk mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian yang penting. Keterlibatan warga sejak sesi edukasi hingga praktik diharapkan membantu penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih ramah, bersih, dan berkelanjutan.
- Penulis: Maulia
- Editor: M. Nur Isholattudin