
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebuah kampanye sosial bernama Teman Tumbuh dengan tema “Anti Fatherless, Peran Ayah Itu Penting” diadakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran orang tua, khususnya ayah, dalam tumbuh kembang anak, guna mencegah dampak negatif dari fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah dalam keluarga.
Kegiatan utama dari kampanye Teman Tumbuh ini berupa Talkshow dan Game Interaktif yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Surakarta. Acara ini dihadiri oleh siswa sekolah dasar kelas 2, orang tua terutama Ayah, dengan pemateri utama Dosen Psikologi UMS, Fiska Puspa Arinda, S.Psi., M.Psi.
Dalam talkshow yang membahas tentang bagaimana peran Ayah dalam perkembangan anak, disebutkan bahwa Ayah memiliki pengaruh penting dalam hal kemampuan berpikir, perkembangan sosial-emosional, dan perilaku anak.
Peran Ayah antara lain membantu mengatur emosi anak, membangun rasa percaya diri, mendukung pendidikan anak, serta membantu membentuk identitas dan kematangan sosial anak. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keterlibatan Ayah, salah satunya adalah kendala waktu.
Namun, hal ini bisa diatasi dengan membuat jadwal rutin agar Ayah bisa menghabiskan waktu bersama anak.
“Keterlibatan Ayah dalam mengasuh anak memberikan dampak positif yang besar, seperti meningkatkan perkembangan emosional dan sosial anak serta membentuk hubungan keluarga yang kuat dan sehat,” ujar Fiska Sabtu, (13/12).

Suasana bertambah haru ketika anak-anak memberikan pesan kecil yang berisi ungkapan kasih sayang untuk orang tua. Di dalamnya berisi kata-kata terimakasih, karena telah menemani dan membimbing langkah-langkah mereka dalam setiap kegiatan.
Salah satu peserta, Radja, dari hati yang murninya, ia mengungkapkan.
“Makasih mamah papah, kalian adalah pelindungku saat masa depan. Makasih ya, sudah memenuhi kemauanku, Radja sayang banget sama mamah dan ayah. Terimakasih sudah menemani aku. Ayah ibu kalau aku bandel maaf ya.” Pesan itu disambut air mata oleh orang tua, merasakan hangat dan ketulusan dari anaknya.
Dalam kegiatan ini juga terdapat permainan interaktif yang bertujuan untuk menguji kekompakan antara orang tua dengan anak. Permainan sederhana seperti pecah balon, di mana orang tua menggendong anaknya dengan balon yang terikat di kakinya.
Butuh keseimbangan dan kekompakan yang baik antara orang tua dengan anaknya agar dapat memenangkan permainan. Besarnya antusias dari orang tua dan anak hingga membuat suasana permainan yang kompetitif. Pastinya orang tua menginginkan kemenangan untuk kebahagiaan sang anak.
Salah satu wali murid yang hadir, memberikan kesan positif atas terselenggaranya acara ini.
“Kegiatan ini memberikan kesan positif, banyak motivasi dan masukan perihal bagaimana peran seorang Ayah terhadap tumbuh kembang anak untuk lebih baik lagi kedepannya. Kegiatan ini dapat membuat Ayah dan anak untuk lebih dekat lagi, karena mengingat Ayah juga sibuk bekerja. Jadi untuk kegiatan hari ini, apapun untuk anak pasti akan dilakukan,” ungkapnya.
Kampanye yang dilaksanakan pada Sabtu, (6/12) itu bertujuan untuk mengurangi angka Fatherless di Indonesia. Masih banyak anak tumbuh tanpa kehadiran ayah, baik karena ayahnya sudah tiada maupun ayahnya ada tetapi tidak berperan. Hal ini memiliki dampak, salah satunya secara psikologis, membuat anak kurang percaya diri dan tidak memiliki contoh hidup yang baik. (Adi/Humas)
Editor: Farhan Shiddiq



