UMS Apresiasi Kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah se-Solo Raya
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan apresiasi kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA) 2026. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Minggu (18/10/2026).
Penyerahan penghargaan dilakukan sebelum kajian dimulai oleh Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., bersama Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., beserta jajarannya. Kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si.
Bambang Sukoco, menjelaskan bahwa MOEA merupakan bentuk apresiasi universitas terhadap kontribusi berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya.
Penghargaan ini mencakup empat kategori, yakni Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Program Inspiratif Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pertumbuhan Organisasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta Kontribusi Dosen dan Tenaga Kependidikan UMS dalam Pengembangan Persyarikatan dan AUM.
“Jadi dalam rangka Hari Jadi UMS ke-68, UMS menyelenggarakan MOEA untuk perkembangan Persyarikatan, mulai dari pimpinan daerah, pimpinan cabang, hingga pimpinan ranting Se-Solo Raya,” jelasnya, Senin, (19/10/2026).
Bambang menambahkan, pelaksanaan MOEA tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Dibandingkan tahun sebelumnya, cakupan peserta pada 2026 lebih luas dengan tahapan penilaian yang lebih terstruktur.
Menurutnya, seluruh kategori memiliki kontribusi penting bagi pengembangan Muhammadiyah. Salah satu yang menjadi perhatian ialah dorongan agar dosen dan tenaga kependidikan UMS aktif berkontribusi dalam kegiatan Persyarikatan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, baik di tingkat cabang, ranting, maupun amal usaha.
“Dorongannya adalah setiap dosen dan tenaga kependidikan UMS itu berkontribusi di Persyarikatan di mana mereka tinggal. Di cabang, di ranting, di amal usaha,” ungkapnya.
Pada kategori pertumbuhan organisasi, salah satu program yang mendapat perhatian ialah kegiatan rutin PRM Mranggen Klaten yang menggerakkan warga untuk melaksanakan sholat tahajud dan sholat Subuh berjamaah secara bergiliran di masjid-masjid. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap selapan atau 35 hari sekali dengan jumlah peserta yang disebut mencapai lebih dari 800 orang.
Adapun penerima penghargaan MOEA 2026 meliputi PDM Surakarta sebagai nominator Pengelolaan AUM Terbaik dan PDM Sukoharjo untuk kategori Persentase Dosen dan Tenaga Kependidikan Berdampak Terbanyak. Pada kategori Program Inspiratif PCM, nominasi terbaik pertama diraih PCM Weru Sukoharjo, terbaik kedua PCM Kebakkramat Karanganyar, dan terbaik ketiga PCM Gemolong Sragen.
Sementara itu, kategori Pertumbuhan Organisasi PRM menempatkan PRM Mranggen Klaten sebagai terbaik pertama, PRM Potronayan Boyolali sebagai terbaik kedua, dan PRM Bancak Karanganyar sebagai terbaik ketiga.
Pada kategori Kontribusi Dosen dan Tenaga Kependidikan UMS dalam Pengembangan Persyarikatan dan AUM, penghargaan terbaik pertama diberikan kepada Sapto Hary Surya Wibowo, S.T., M.Kom., terbaik kedua kepada Muhammad Halim Kusuma, S.Pd., M.Pd., dan terbaik ketiga kepada Muhammad Ardian Nursetyawan, S.P.
Muhammad Halim Kusuma, S.Pd., M.Pd., penerima penghargaan terbaik kedua kategori dosen dan tenaga kependidikan UMS yang aktif berkontribusi dalam pengembangan AUM, menyampaikan bahwa penghargaan dalam MOEA 2026 merupakan hasil kerja bersama, bukan semata-mata pencapaian individu.
“Ini bukan prestasi individu, tetapi kerja keras bersama. Sesuai dengan prinsip kepemimpinan di Persyarikatan Muhammadiyah yang kolektif kolegial,” ungkapnya.
Dalam aktivitas Persyarikatan, Halim mengemban sejumlah amanah, di antaranya sebagai Wakil Ketua PRM Dukuh Sentono, Ceper, Klaten, yang membidangi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI).
Ia juga diamanahi sebagai Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) di tingkat PCM Ceper, serta anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) di tingkat daerah dan wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Selain itu, Halim aktif dalam Kepanduan Hizbul Wathan sebagai Wakil Ketua Qabilah bidang pendidikan dan pelatihan, serta menjadi pembina Kafilah Hizbul Wathan Penuntun Moh. Djazman UMS.
Ia juga berkiprah di Pemuda Muhammadiyah dan mengemban amanah sebagai bagian dari Badan Pembina Operasional (BPO) KOKAM Jawa Tengah, khususnya dalam bidang kedisiplinan anggota.
Baginya, keterlibatan dalam Persyarikatan telah dimulai sejak kecil melalui lingkungan Muhammadiyah dan proses kaderisasi di organisasi otonom. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya hingga saat ini.
“Apresiasi ini hendaknya menjadi motivasi dan tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, semoga kita bisa meningkatkan peran bersama untuk kerja-kerja kolektif Persyarikatan. Mari bersama-sama membangun Persyarikatan yang kita cintai ini,” tuturnya. (Adi/Humas)
Editor: Choiril Amirah
- Penulis: Choiril Amirah Farida