Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tenga sukses menyelenggarakan Pembukaan Akademi Riset yang di gelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (31/01).

Acara pembukaan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM di seluruh Jawa Tengah, dengan menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (kemendikti saintek RI), Prof. Najib Burhani, M.A., sebagai keynote speech dan Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag sebagai perwakilan amanat dari PWM Jawa Tengah.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Najib Burhani, M.A., mengawali dengan melontarkan sebuah pertanyaan reflektif kepada peserta.

“Ilmuwan Muslim mana yang pernah mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang fisika dan kimia?” Pertanyaan ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga membangun interaksi aktif sekaligus mengantarkan audiens pada topik utama yang akan dibahas.

Dalam paparannya yang berjudul “Kader IMM sebagai Pelopor Gerakan Berbasis Riset”, Prof. Najib Burhani mengawali temanya dengan sebuah ayat dalam al-qur’an yang menyuruh kita melakukan riset diantaranya yaitu merujuk pada surat Ali-Imran 190.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir apapun yang ada di sekeliling kita,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan permasalahan yang dialami oleh orang-orang islam zaman sekarang yaitu keterbuaian dengan masa lalu, pseudoscience (ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan metode ilmiah), dan terjebak pada  budaya yang instan.

“Inilah yang menjadi permasalahan yang sering kali terjadi seakan-akan kita itu adalah ilmiah tetapi sebetulnya tidak bisa dibuktikan dan tidak masuk standar ilmiah sehingga membuat kita tidak bisa berkembang,” sambungnya.

Selain itu, Prof. Najib Burhani, M.A., menyoroti perjalanan hidup sejumlah ilmuwan Muslim peraih Nobel yang lahir dari latar belakang sederhana dan penuh keterbatasan. Abdus Salam, peraih Nobel Fisika 1979, tumbuh dari keluarga miskin di Pakistan dan menempuh pendidikan dengan segala keterbatasan ekonomi. Ahmed Zewail, penerima Nobel Kimia 1999, berasal dari keluarga sederhana di Mesir dan harus berjuang keras menembus dunia akademik internasional.

Hal serupa dialami Aziz Sancar, peraih Nobel Kimia 2015, yang lahir di daerah terpencil Turki dari keluarga petani dengan akses pendidikan yang terbatas. Prof. Najib Burhani, M.A., juga menyinggung kisah Omar M. Yaghi, ilmuwan kimia 2025, yang masa kecilnya dihabiskan dalam kondisi sulit sebagai anak pengungsi, namun mampu bangkit melalui pendidikan dan ketekunan serta konsistensinya dalam belajar. Kisah-kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang sosial bukan penghalang untuk berprestasi di bidang sains dan teknologi.

Sebagai penutup, Prof. Najib Burhani, M.A., menyampaikan bahwa pembelajaran juga bisa diambil dari negara-negara yang selama ini dianggap kurang berkembang. Ia mencontohkan India, di mana masyarakat mampu membangun kemajuan teknologi meski kondisi lingkungan dan fasilitasnya sederhana. Menurutnya, budaya riset di India sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, menunjukkan bahwa kemajuan ilmu tidak selalu ditentukan oleh fasilitas mewah, tetapi oleh mentalitas riset, ketekunan dan konsistensi.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh narasumber kedua yaitu Prof. Dr. M Fattah Santoso.,M.Ag beliau merupakan perwakilan yang menyampaikan amanat dari majelis tarjih Jawa Tengah, dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan akan pentingnya seni, ilmu pengetahuan, dan agama dalam kehidupan

“Hidup dengan seni akan menjadi indah, hidup dengan ilmu pengetahuan akan menjadi mudah dan dengan ilmu agama hidup menjadi terarah” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag  juga menjelaskan apabila kita sudah memutuskan aktif di akademi riset berarti menyiapkan diri sebagai kader ulul albab yang berciri utama bernalar dan selalu berdzikir kepada Allah.

“Dan dari sini kita belajar kalau akademi riset jangan sampai meninggalkan ajaran spiritualitas kalau itu sudah kita amalkan akan ada semboyan kita wacana keilmuan dan keislaman ketika itu sudah kita amalkan insyaallah IMM akan menjadi pengembangan wacana keilmuan,” ujar Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag menutup materinya.

Kontributor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni UMS Bertemu Najwa Shihab, Ceritakan Perjalanan dari Celengan Beasiswa Narasi hingga Penggerak Literasi Digital

    Alumni UMS Bertemu Najwa Shihab, Ceritakan Perjalanan dari Celengan Beasiswa Narasi hingga Penggerak Literasi Digital

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perjalanan inspiratif datang dari alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ari Septian, S.Pd., yang belum lama ini mendapat kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan Najwa Shihab di kantor Narasi, Jakarta. Pertemuan tersebut merupakan agenda meet up pertama Celengan Beasiswa Narasi, program beasiswa bantuan pendidikan yang telah berjalan sejak 2021. Ari menjadi salah satu […]

  • Pakar Bahasa dan Sastrawan Sambut Baik Penjurusan Kembali di SMA

    Pakar Bahasa dan Sastrawan Sambut Baik Penjurusan Kembali di SMA

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa kembali diberlakukan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini dilakukan guna menunjang program Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) sebagai alat ukur capaian pembelajaran siswa yang akurat. […]

  • FKIP UMS dan FAI UMSIDA Merakit Jalinan Kemitraan Bidang Manajemen Pendidikan

    FKIP UMS dan FAI UMSIDA Merakit Jalinan Kemitraan Bidang Manajemen Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam pengembangan Manajemen Pendidikan. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyebut kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem akademik di bidang Manajemen Pendidikan, terutama karena melibatkan […]

  • Bukit Kemasan Jadi Ruang Pembinaan Santri, MTs Muhammadiyah Tawangsari Tekankan Spiritualitas dan Jati Diri

    Bukit Kemasan Jadi Ruang Pembinaan Santri, MTs Muhammadiyah Tawangsari Tekankan Spiritualitas dan Jati Diri

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Di tengah tantangan era digital yang kian memengaruhi kehidupan remaja, MTs Muhammadiyah Tawangsari menghadirkan pendekatan pembinaan karakter yang berbeda melalui kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di kawasan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tawangsari, Bukit Kemasan, Lorog. Kegiatan yang berlangsung dalam dua gelombang tersebut diikuti ratusan santri dengan penuh antusias. Mabit santri […]

  • Musuh atau Sahabat? Menemukan Titik Temu Agama dan Lingkungan

    Musuh atau Sahabat? Menemukan Titik Temu Agama dan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena melalui program HATIPENA menggelar diskusi daring bertajuk “Agama: Musuh atau Sahabat Lingkungan” pada Kamis, 4 September 2025, secara daring. Diskusi edisi ke 172 ini, menghadirkan Hening Parlan, aktivis lintas iman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Wakil […]

  • Perkuat Soliditas, PonpesMU Manafiul Ulum Gelar Mabit dan Upgrading

    Perkuat Soliditas, PonpesMU Manafiul Ulum Gelar Mabit dan Upgrading

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sambi – Dalam upaya memperkuat soliditas serta meningkatkan kapasitas pendidik dan santri, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafiul Ulum menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) serta Upgrading pada 20-21 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Aula Ponpes ini dibuka oleh Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kecamatan Sambi, Drs. Muhammadi Rosyidi, M.Ag. Dalam sambutannya, Muhammadi Rosyidi […]

expand_less