Mahasiswa UMS Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Stimulasi Anak
- account_circle Unaise Albunayya
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, mengembangkan Sobat Ceria, layanan stimulasi tumbuh kembang anak melalui permainan edukatif dan pendekatan inklusif. Gagasan bisnis tersebut meraih medali perak dan penghargaan Best Poster dalam National Business Plan Competition 9 (NBPC 9) yang berlangsung di Lombok pada 24-26 Oktober 2026.
Tim tersebut terdiri atas Fatimah Azzahroh dan Meisya Haya Anaswa, mahasiswa semester tujuh, serta Ichita Kunca Az Zahra, mahasiswa semester lima. Dengan dosen bimbingan Dr. Choiriyah Widyasari, S.Psi., M.Psi., mereka mempresentasikan gagasan Sobat Ceria dalam bentuk poster bisnis hingga memperoleh Silver Medal dan Best Poster dalam kompetisi tersebut.
Fatimah Azzahroh, salah satu anggota tim, mengatakan Sobat Ceria berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak usia dini, terutama di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan kebutuhan akan aktivitas bermain yang edukatif. Tim mengembangkan layanan ini untuk menghadirkan kegiatan bermain yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan anak dan melibatkan keluarga.
“Sobat Ceria hadir untuk menjawab kebutuhan orang tua terhadap kegiatan stimulasi tumbuh kembang anak yang edukatif, terarah, dan menyenangkan,” ujar Fatimah, Rabu (28/10/2026).
Sobat Ceria menyasar pada segmentasi anak berusia 2-7 tahun, baik anak dengan perkembangan tipikal maupun anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan dukungan sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangannya. Layanan ini mengintegrasikan stimulasi berdasarkan tahap perkembangan anak, pendekatan inklusif, dan family co-creation, yakni keterlibatan aktif keluarga dalam proses bermain dan belajar.
Dalam pengembangannya tim merancang kegiatan dengan mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Mereka juga mengembangkan lembar pengamatan aktivitas yang menghubungkan kegiatan bermain dengan aspek perkembangan anak. Hasil pengamatan tersebut dapat menjadi informasi awal bagi orang tua untuk memahami perkembangan anak dan menentukan tindak lanjut yang sesuai, termasuk konsultasi dengan psikolog apabila diperlukan.
Fatimah menjelaskan, tantangan terbesar dalam pengembangan Sobat Ceria adalah menerjemahkan gagasan pendidikan anak usia dini menjadi model bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Tim harus menyusun rencana bisnis yang mencakup identifikasi masalah, pemetaan target pasar, strategi operasional, hingga proyeksi keuangan. Tantangan terbesarnya ialah mengubah gagasan pendidikan anak usia dini menjadi model bisnis yang inovatif sekaligus berkelanjutan.
“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan gagasan yang berangkat dari bidang pendidikan anak usia dini menjadi model bisnis yang inovatif, memiliki nilai tambah, dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Fatimah.
Fatimah mengatakan universitas, fakultas, dan prodi turut serta memberikan dukungan berupa pendanaan keberangkatan dan kepulangan tim dari Lombok serta pendampingan dosen pembimbing dalam persiapan rencana bisnis. Bagi tim, dua penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan Sobat Ceria agar dapat direalisasikan sebagai alternatif layanan stimulasi tumbuh kembang anak yang inklusif dan mudah dijangkau masyarakat.
Ke depan, tim berencana memperluas jangkauan layanan, menambah variasi program stimulasi, serta memperkuat kolaborasi dengan psikolog dan mitra yang memiliki kompetensi di bidang tumbuh kembang anak. Mereka juga merencanakan pengembangan program keanggotaan, aktivitas bermain bersama keluarga di rumah, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan anak usia dini. Pengembangan tersebut diharapkan membuat Sobat Ceria dapat menjangkau lebih banyak anak dan keluarga.
Ketua Program Studi PG-PAUD UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., berharap penghargaan tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan inovasi yang berkelanjutan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan ide kreatif, berpikir inovatif, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap Sobat Ceria tidak berhenti pada pencapaian Silver Medal dan Best Poster dalam National Business Plan Competition 9, tetapi terus dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki keberlanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Junita. (Alvian/Humas)


- Penulis: Unaise Albunayya
- Sumber: https://kabarmuh.id/mahasiswa-ums-raih-dua-penghargaan-nasional-lewat-inovasi-stimulasi-anak
