Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Mengatasi Kegelisahan Jiwa melalui Takziyatun Nafs

Mengatasi Kegelisahan Jiwa melalui Takziyatun Nafs

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nabila Putri Riansyah dan Nurlis Sifaun Nisa 

Manusia adalah makhluk sempurna dan mulia dengan segala kelebihan  dan kemampuan mereka masing-masing dari makhluk lainnya, namun dari kelebihan dan kemampuanya itu manusia juga tidak luput dari keterbatasan dan kelemahan, sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak mungkin terhindari dari permasalahan yang silih berganti mewarnai kehidupan.

Membersihkan dan menyucikan tubuh merupakan kewajiban bagi manusia,semua ketidak sucian menimbulkan penyakit, seperti tidak teraturnya pekerjaan sistem fisik yang bisa menimbulkan kegelisahan.

Dikalangan para sufi, jiwa (Nafs) adalah kelembutan (Lathifat) bersifat keutuhan (Rabbaniyyah). Jiwa diciptakan oleh Allah disaat jasad belum bersifat suci dan bersih untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengetahui akan tuhanya, tetapi setelah roh bersatu dengan jasad barulah ia mengetahui akan adanya selain allah maka dari itu manusia perlu di didik, dilatih dan dibersihkan agar manusia dapat mengetahui bahwa berdekatan dengan Allah.

Para sufi berpendapat bahwa jiwa merupakan sumber perbuatan buruk dan dosa padahal awalnya jiwa itu suci dan dekat dengan allah, namun setelah bersatu dengan tubuh jiwa berubah menjadi nafs dan memiliki kesadaran serta potensi untuk melakukan perbuatan baik maupun buruk, yang akibatnya jiwa tersebut bisa saja teralihkan oleh kenikmatan duniawi sehingga lupa dengan perintah-perintah allah, itulah sebabnya mengapa perlu dilakukan penyucian jiwa.

Takziyatun nafs yaitu proses menyucikan jiwa dari kotoran-kotoran lahir dan batin, takziyatun nafs juga ditujukan untuk mengembalikan fitrah manusia baik fitrah tauhid, fitrah iman, islam dan ihsan, yang mana jika setelah kita melakukan takziyatun nafs akan berdampak positif baik pada perilaku, tingkah laku dan lisan kita.

Ditengah tuntutan kesibukan di era modern,dalam kegiatan sehari-harinya tak jarang satu individu pernah atau bahkan sering mengalami kegelisahan entah perasaan gelisah karena ada suatu pekerjaan yang belum terselesaikan maupun kegelisahan saat hendak melakukan kegiatan.

Terdapat satu solusi yang bisa diterapkan dalam mengatasi kegelisahan yaitu dengan cara takziyatun nafs, yaitu proses menyucikan jiwa dari kotoran-kotoran lahir dan batin yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada allah guna mencapai ketenangan. Berikut Metode Takziyatun Nafs yang bisa dilakukan untuk mengatasi kegelisahan jiwa ada 3 yaitu:

Takhalli (langkah pertama yaitu usaha mengosongkan diri atau menjauhkan diri dari kemaksiatan duniawi dan melenyapkan dorongan hawa nafsu karena hawa nafsu itulah yang menjadi penyebab utama dari segala sifat yang tidak baik contoh menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak baik: Mengikuti pengajian, membaca buku agama, bersedekah, melakukan ibadah sunah seperti sholat tahajud dan sholat duha), maka takziyatun nafs melalui takhalli ini dalam ketenangan jiwa, yakni penyucian jiwa pertama ini yakni niat meninggalkan atau mengosongkan dari jiwa yang tidak baik untuk urusan dunia saja, kemudian akan diisi dengan sifat atau kebiasaan-kebiasaan baik.

Tahalli (setelah selesai proses pembersihan dari menjauhkan diri terhadap hawa nafsu dunia maka tahap selanjutnya ialah mengisi kembali jiwa-jiwa yang bersih dengan sifat-sifat terpuji, melakukan kebiasaan yang jarang dilakukan dan mengganti kebiasaan baru yang baik contohnya seperti berzikir dengan menyebut allah dalam sehari semalam hingga 5000 kali sesuai dengan ketentuanya, kemudian dzikir dzikir lainya sesuai tahapanya).

Tajalli (dari proses tahalli dengan jiwa yang sudah terisi dengan sifat-sifat terpuji dan organ tubuh yang sudah terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, maka agar hasil yang di peroleh tidak berkurang  perlu dilakukan  rasa ketuhanan, satu kebiasaan yang dilakukan dengan rasa kecintaanya terhadap Allah yang mendalam dan menumbuhkan rasa rindu kepadanya, contohnya : bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah, ikhlas dalam menjalani kehidupan) dan para sufi berpendapat bahwa untuk mencapai tingkatan kesempurnaan jiwa itu hanya dengan satu jalan yaitu cinta kepada allah dan memperdalam rasa kecintaan terhadapnya. Dengan kesucian jiwa ini, barulah akan terbuka jalan untuk mencapai tuhan.

Dari uraian diatas dapat kita ambil kesimpulannya bahwa kegelisahan dapat diatasi dengan cara takziyatun nafs, karena takziyatun nafs merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kegelisahan, namun dalam melakukan takziyatun nafs juga diperlukan komitmen dan ketekunan agar individu dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari risiko ruang digital. Namun Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wardah Yuspin, S.H., M.Kn., Ph.D., mengingatkan bahwa […]

  • RAKORSUS LAZISMU PWM KALIMANTAN SELATAN PERTAJAM LINI KELEMBAGAAN

    RAKORSUS LAZISMU PWM KALIMANTAN SELATAN PERTAJAM LINI KELEMBAGAAN

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarbaru – Sebagai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan berkewajiban untuk menjalankan Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah ke-38 Muhammadiyah Kalimantan Selatan Bidang Zakat, Infak, dan Sedekah. Salah satu langkah yang ditempuh untuk menjalankan kewajiban tersebut adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dengan mengangkat tema “Kebijakan Internal dan SOP”. Tujuannya […]

  • Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

    Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa setidaknya dalam dua decade ini mengalami penurunan makna. Hal ini dikarenakan kurangnya keseriusan kita dalam mengimplementasikan Pancasila. Akibatnya, masyarakat cenderung melihat keberagaman dan perbedaan etnis, suku, serta agama sebagai beban, bukannya sebagai kekayaan. Melihat permasalahan tersebut, Pusat Studi Budaya dan Perubahan […]

  • Spirit Dakwah di Kampus sebagai Gerakan Mahasiswa : Nilai dan Implementasinya

    Spirit Dakwah di Kampus sebagai Gerakan Mahasiswa : Nilai dan Implementasinya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Oleh: Moch. Muzaki (TKK DPD IMM Jatim) Kampus bukan sekadar ruang akademik yang melahirkan lulusan dengan gelar, tetapi juga arena strategis untuk menumbuhkan kesadaran, membangun peradaban, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran. Di dalamnya, mahasiswa memegang peran penting sebagai aktor perubahan yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak. Maka, dakwah di kampus bukanlah aktivitas tambahan, melainkan bagian […]

  • Dakwah Hingga Ke Lansia! LDK PDM Pemalang Adakan TPQ Alam Lansia ABATA

    Dakwah Hingga Ke Lansia! LDK PDM Pemalang Adakan TPQ Alam Lansia ABATA

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 152
    • 0Komentar

    LDKMUH.OR.ID – Belajar agama tak mengenal batas usia secara kuantitatif. Artinya pada usia berapapun belajar masih dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW, “Tuntutlah ilmu dari sejak dalam kandungan hingga ke liang lahat”. Usia senja bukanlah halangan untuk belajar, usia tua tidaklah menutup kesempatan menjadi bisa, dan usia lansia tidaklah harus mengendor semangatnya […]

  • Perkuat Ukhuwah, HMP IQT UMS Study Komparatif bersama HMPS IAT UIN Tulungagung

    Perkuat Ukhuwah, HMP IQT UMS Study Komparatif bersama HMPS IAT UIN Tulungagung

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 342
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melakukan studi banding bersama Himpunan Mahasiswa Progam Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (HMPS IAT) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) Ahad (02/06/24). Studi Banding tersebut menyusung tema “Mengembangkan Skills Keorganisasian Melalui Pertukaran Pengalaman,Pengetahuan dan […]

expand_less