Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cahaya untuk Tempat Sunyi di Pelosok: Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo

Cahaya untuk Tempat Sunyi di Pelosok: Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Kulon Progo – Di tengah kepungan hutan jati, berdiri sebuah pesantren sederhana seluas kurang lebih 5000 meter persegi. Sebagian besar luas lahan masih berwujud hutan. Hanya nampak beberapa bangunan semi permanen yang secara fungsi menyatu dengan berbagai kegiatan santri.

Di bagian paling depan, bersebelahan dengan gerbang masuk pesantren, terdapat mushola, tempat pemenuhan spiritual bagi warga pesantren. Berjarak kira-kira 20 langkah kaki dari mushola, berdiri sebuah bangunan utama multifungsi, di tempat ini para santri banyak menghabiskan waktu mereka, mulai dari mengaji, belajar, berkumpul, dan lain sebagainya.

Siang itu, matahari cukup terik. Pohon jati meranggas dengan cara menggugurkan daunnya. Tim yang dikomandoi Wakil Direktur 1000 Cahaya Sudarto M. Abukasim tiba di lokasi pukul 11.30 WIB.

Setelah menempuh jarak kira-kira sekitar 25 km dari kota Yogyakarta, tim yang berjumlah 10 orang disambut hangat oleh tuan rumah (6/4). Meski hanya butuh waktu tidak lebih dari satu jam perjalanan dari pusat kota, namun suasana Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum yang kami datangi ini benar-benar berada di lokasi yang jauh dari keramaian.

Menurut Abdul Fatah, pengasuh Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum, lokasi pesantren yang berada di tengah-tengah hutan menyebabkan aliran listrik PLN tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, beberapa aktivitas santri di malam hari menjadi terganggu. “Saat mengaji atau tadarus, beberapa kali santri harus gelap-gelapan,” ujarnya kepada tim 1000 Cahaya yang sedangan mengemban misi melakukan Pemasangan Solar Panel. Sebuah program hibah energi yang merupakan hasil kolaborasi antara 1000 Cahaya bersama Kitabisa.ORG, dan GreenFaith Indonesia.

Pria yang mengaku tidak pernah menamatkan pendidikan formal tersebut menjelaskan, seiring dengan dinamika kehidupan di dalam pondok, kebutuhan listrik menjadi salah satu penopang utama aktivitas harian. Berbagai perangkat digunakan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan, mulai dari lampu penerangan, kulkas, magic com, sound system, sanyo, televisi, mesin cuci, setrika, hingga kipas angin. Semua peralatan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari ritme kehidupan pondok, dari pagi hingga malam hari.

Tak heran, kebutuhan energi listrik pun cukup besar. Setiap bulannya, pondok pesantren ini mengeluarkan biaya sekitar Rp600.000 untuk membayar tagihan listrik PLN. Angka tersebut mencerminkan betapa pentingnya listrik dalam mendukung aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri.

Di balik angka-angka itu, tersimpan semangat kemandirian dan kebersamaan. Pondok pesantren ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menempa diri—dengan segala keterbatasan dan upaya yang terus diikhtiarkan.

Langkah Kolaboratif Tiga Matra

Sudarto menegaskan, penyalurkan dan pemasangan solar panel ke pesantren menurutnya guna menunjang kegiatan para santri, serta mengurangi biaya konsumsi listrik yang memberatkan biaya oprasional pesantren. Sekaligus sebagai upaya konkrit dalam hal efisiensi energi dan menjaga ekosistem bumi agar tetap lestari.

“Melalui kegiatan Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo ini kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh kesadaran—mengubah sinar matahari menjadi energi. Mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. serta menghadirkan panel surya sebagai wujud sedekah energi yang diinisiasi oleh 1000 Cahaya, Kitabisa.org, dan Greenfaith Indonesia,” ujarnya.

“Dan ini merupakan salah satu upaya menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi menuju masa depan yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Tak berselang lama dari waktu kedatangan, tim teknisi bergerak cepat melakukan pemasangan 3 buah panel surya di atap pesantren. Setelah pemasangan panel yang memakan waktu sekitar 1 jam, tim bergegas memasang batrai, sebagai tempat penyimpanan energi listrik yang ditampung panel dari panas matahari.

Budi Setiawan, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah berharap bahwa upaya pemasangan panel surya tersebut dapat membantu memperlancar pelaksanaan kegiatan di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum. Berada di wilayah dataran tinggi dan diselimuti hutan, sebagai penghubung program, ia mengaku bahwa listrik seringkali mati tanpa sebab di tempat tersebut. Sehingga pemasangan solar penel menjadi solusi yang relevan untuk mengatasi gelap-gelapan.

“Terima kasih kepada segenap sponsor program yang telah memberikan solar penel kepada Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum,” ujarnya menutup sambutan bersama seluruh santri. Ia juga tak lupa berpesan kepada para santri untuk lebih giat belajar dan menjaga kebersihan.

Intan Mustikasari Manajer Operational GF Indonesia dalam wawancara terpisah menjelaskan bahwa kehadiran GreenFaith Indonesia adalah untuk mendorong percepatan transisi energi berkeadilan melalui kolaborasi penggalangan dana bersama Kitabisa.org untuk menghadirkan akses energi bersih berbasis solar panel bagi komunitas terpencil seperti Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum di Sentolo Kulon Progo.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCPM dan PCNA Girimulyo Resmi Bentuk Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo

    PCPM dan PCNA Girimulyo Resmi Bentuk Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 274
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Girimulyo – Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi terasa begitu kuat saat Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo meresmikan pembentukan Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo. Keputusan tersebut diambil dalam sebuah acara yang diadakan serentak dengan Buka Bersama di Puncak Saka, Girimulyo, pada tanggal 30 Maret 2024. Acara tersebut dihadiri oleh […]

  • BIKERSMU CHAPTER KOTA BANDUNG, GASS TIPIS SAMBIL BERBAGI SEMBAKO

    BIKERSMU CHAPTER KOTA BANDUNG, GASS TIPIS SAMBIL BERBAGI SEMBAKO

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Pada 3 Mei 2025, Pagi itu suara deru mesin sepeda motor bergantian masuk ke lapangan PDM Kota Bandung yang terletak di Jalan Kadipaten Raya No. 47 Antapani Kota Bandung, pagi itu sudah berkumpul kurang lebih 52 peserta untuk melaksanakan kegiatan Touring gas tipis yang diselenggarakan oleh Bikersmu chapter Kota Bandung yang bekerjasama […]

  • MDMC Kaltim Kirimkan Enam ‘Aisyiyah Tangguh untuk Bantu Korban Gempa Palu

    MDMC Kaltim Kirimkan Enam ‘Aisyiyah Tangguh untuk Bantu Korban Gempa Palu

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 874
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Timur (Kaltim) terjunkan relawan untuk membantu korban bencana Palu, Donggala dan Sigi pada Selasa (23/10). MDMC Kaltim terjunkan enam punggawa ‘Aisyiyah untuk menjadi relawan korban bencana di Sulawesi. “Palu salah satu tetangga terdekat kami, tentunya tetangga yang baik tidak akan berdiam diri saja saat tetangganya membutuhkan bantuan baik […]

  • Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus bullying di sekolah-sekolah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi perhatian dunia pendidikan. Berbagai peristiwa perundungan yang viral menunjukkan bahwa banyak lingkungan belajar masih belum aman bagi siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, melibatkan guru, konselor, orang tua, dan institusi pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menangkap urgensi ini […]

  • Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 6 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Blimbingrejo berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Blimbingrejo menggelar kegiatan berbagi takjil dengan tema “Setetes Berkah, Ramadhan Menjadi Indah.” Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat kepedulian terhadap […]

  • Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan lulusan doktoralnya dengan mengukuhkan Muhammad Nur Latif sebagai doktor ke-63. Ia dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor, sekaligus meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89. Dalam proses akademiknya, Latif dibimbing oleh Promotor Prof. […]

expand_less