Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim Karate UMS Borong 13 Medali di International Championship UIN Walisongo, Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci Prestasi

Tim Karate UMS Borong 13 Medali di International Championship UIN Walisongo, Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci Prestasi

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Pada ajang Karate International Championship yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada 10-12 Juli 2026, kontingen UMS berhasil membawa pulang 13 medali, yang terdiri atas 2 emas, 7 perak, dan 4 perunggu.

Dua medali emas dipersembahkan oleh Fahmi Afif Rasyad dari Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik pada nomor Kumite >84 kg Mahasiswa Putra dan Fernian Syiela Wardani dari Prodi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan pada nomor Kumite <61 kg Mahasiswa Putri. Sementara itu, tujuh medali perak dan empat medali perunggu diraih atlet-atlet tim Karate UMS dari berbagai fakultas, menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan di lingkungan UKM Karate.

Pembina UKM Karate UMS, Ahmad Darmawan, S.T., mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet dalam menyusun strategi pembinaan maupun penentuan kelas pertandingan. Menurutnya, latar belakang pengalaman atlet yang beragam justru menjadi kekuatan tim ketika dipadukan dengan pemetaan yang tepat.

“Secara kualitas, atlet karate memiliki latar belakang dan pengalaman yang bervariasi. Strategi pemilihan atlet dan kelas tanding dari pengurus UKM yang didukung sinergi dengan pelatih menjadi faktor paling menonjol dalam meraih hasil maksimal di kejuaraan,” ujarnya, Selasa, (14/7/2026).

Ia menjelaskan, UKM Karate UMS telah memiliki sistem kaderisasi dan pembinaan prestasi yang semakin tertata. Tim pelatih mampu mengidentifikasi atlet-atlet potensial sejak dini dengan dukungan para alumni yang aktif memberikan pembinaan secara intensif. Ke depan, menurut Ahmad, pembinaan perlu diperkuat melalui regenerasi atlet dan pengembangan sport science berbasis data agar prestasi dapat meningkat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat rekognisi UMS di tingkat internasional.

“Karate UMS memiliki pola perkaderan dan pembinaan prestasi yang relatif sudah tertata. Tim Pelatih mampu memetakan talent-talent yang potensial untuk menjadi juara, hal ini didukung adanya alumni yang terlibat dalam memberikan pembinaan dan pelatihan yang intens,” imbuhnya.

Salah satu peraih medali perak, Vania Ramadhani dari Program Studi Psikologi, mengaku keberhasilan tim tidak lepas dari disiplin latihan dan kekompakan antar atlet selama masa persiapan. Ia menyebut seluruh anggota tim menjalani latihan intensif selama dua bulan sebelum bertanding serta saling memberikan dukungan untuk menjaga motivasi.

“Dari awal persiapan kami saling mendukung satu sama lain. Teman-teman terus mengajak latihan dan saling menyemangati agar tetap optimistis saat pertandingan. Kekompakan itu membuat tekanan saat bertanding terasa lebih ringan karena kami merasa tidak sendirian,” tutur Vania.

Menurut Vania, salah satu tantangan terberat di arena pertandingan adalah menghadapi lawan dengan karakter bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, ia memilih bermain lebih sabar dengan menunggu momentum yang tepat untuk menyerang. Strategi tersebut membantunya mengamankan medali perak pada nomor Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.

“Menurut saya yang paling bikin susah itu lawan yang dominan defensif lalu counter balik, jadi kalau asal menyerang malah kena serangan balasan. maka dari itu saya mainnya lebih sabar, nunggu dulu sampai dia melakukan serangan, baru saya masuk cari celahnya, jadi lumayan ampuh buat ngunci gerak lawan dan bikin saya lebih aman dari counter nya,” Kata Vania.

Prestasi di UIN Walisongo Semarang semakin mengukuhkan konsistensi UKM Karate UMS dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ke depan, tim menargetkan dapat menembus ajang yang lebih bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan nasional, sekaligus meningkatkan perolehan medali emas sebagai wujud kontribusi mahasiswa UMS di tingkat nasional maupun internasional.

Adapun rincian perolehan medali atlet Karate UMS adalah sebagai berikut:
Medali Emas

1. Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik) – Kumite >84 kg Mahasiswa Putra.
2. Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.

Medali Perak

1. Shazika Shafa Humaira (Program Studi Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <50 kg Senior Putri dan Kumite <50 kg Mahasiswa Putri.
2. Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi) – Kumite <61 kg Mahasiswa Putri.
3. Vania Ramadhani (Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putri.
4. Muchlis Dwi Angga Kusuma (Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi) – Kumite <55 kg Mahasiswa Putra.
5. Muhammad Labib Mu’azza (Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam) – Kumite <75 kg Mahasiswa Putra.
6. Satria Galuh Saputra (Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <60 kg Mahasiswa Putra.

Medali Perunggu

1. Fahmi Afif Rasyad (Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik) – Kumite >84 kg Senior Putra.
2. Fernian Syiela Wardani (Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) – Kumite <61 kg Senior Putri.
3. Viola Dwi Destarani (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi) – Kumite <61 kg Senior Putri.
4. Danar Tri Prayoga (Program Studi Informatika, Fakultas Komunikasi dan Informatika) – Kumite <67 kg Mahasiswa Putra.

(Alvian/Humas)

Editor: Choiril Amirah

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Kuatkan Fondasi Identitas Muslim di Jepang

    UMS Kuatkan Fondasi Identitas Muslim di Jepang

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan dakwah dan pengabdian global. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI), UMS bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang dengan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Empowering Muslim Identity: Penguatan Al-Islam, Pemberdayaan, dan Gerakan Muslim di Jepang” yang dimulai pada Sabtu, 12 […]

  • Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

    Tingkatkan Kepekaan Toleransi, Keberagaman, dan Keterampilan Pedagogis, PSBPS Selenggarakan Pelatihan Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa setidaknya dalam dua decade ini mengalami penurunan makna. Hal ini dikarenakan kurangnya keseriusan kita dalam mengimplementasikan Pancasila. Akibatnya, masyarakat cenderung melihat keberagaman dan perbedaan etnis, suku, serta agama sebagai beban, bukannya sebagai kekayaan. Melihat permasalahan tersebut, Pusat Studi Budaya dan Perubahan […]

  • PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    PRA Pondok Grogol bersama LazisMu Sukoharjo Gelar Berbagi Kado Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 60
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar kegiatan Berbagi Kado Ramadhan untuk jamaah pengajian Ranting Aisyiyah Pondok, guru dan karyawan BA ‘Aisyiyah dan Yatim Dhuafa, (16/3 /2025). Acara ini berlangsung di Masjid Baitussalam Pondok, Grogol yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah ( PRA) Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( […]

  • Small is Beautiful: Cerita Komunitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

    Small is Beautiful: Cerita Komunitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Oleh: Hening Parlan, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah Tahun 2020, di tengah pandemi, saya menyampaikan teori ABCD kepada Ibu-ibu LLH Pimpinan Pusat Aisyiyah di sebuah pertemuan on line. Setelah itu kami melakukan system belajar bareng bagaimana memahami teori ini. Sebuah teori yang saya dapatkan setelah belajar bersama Inspirit, yang […]

  • Riset PKM-RE UMS: Potensi Minyak Biji Alpukat Sebagai Nanocarrier DNA pada Sel Kanker Payudara

    Riset PKM-RE UMS: Potensi Minyak Biji Alpukat Sebagai Nanocarrier DNA pada Sel Kanker Payudara

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berupaya menjawab tantangan atas banyaknya kasus kanker utamanya kanker payudara. Mahasiswa ini tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dan mendapatkan hibah dana dari Kemendiktisaintek. Tim ini diketuai oleh Nadya Putri Adisty bersama dengan rekannya Lutfiana Zulfa (Farmasi), Yudha Pratama (Kedokteran), Maryam Mahdiyyah (Farmasi), dan Obiet […]

  • Sistem Pendidikan menurut Paulo Freire dan Kaitannya dengan Indonesia

    Sistem Pendidikan menurut Paulo Freire dan Kaitannya dengan Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    Oleh : Luthfia Anisa’ (202110230311040) Pada era ini pendidikan merupakan komponen penting dalam hidup. Pendidikan merupakan jembatan bagi kalangan masyarakat yang ingin memutar nasib status sosialnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang yang tidak memiliki fondasi pendidikan yang kuat kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam menggapai status sosial yang dihormati masyarakat pada umumnya. Namun  hal itu menjadi […]

expand_less