Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Jody, Kader IMM Kota Surakarta 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, hadir bukan sekadar pelengkap gerakan, tetapi sebagai jawaban atas tantangan zaman. IMM digembleng dalam proses kaderisasi yang menekankan dimensi ideologis dan intelektual, dengan fondasi kuat untuk merawat akal sehat umat serta menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan yang kian kompleks dari waktu ke waktu. IMM seharusnya menjadi motor penggerak perubahan — agent of change — dan garda terdepan dalam menghadirkan kemaslahatan umat.

Namun, realitas yang tampak di tubuh Pimpinan Cabang IMM (PC IMM) Kota Surakarta hari ini justru mencerminkan hal yang sebaliknya. Ada gejala stagnasi nalar dan kejumudan sikap dalam membaca dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat kota. IMM Solo terkesan absen dari pusaran isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat, terutama mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan suara advokasi.

Absen dalam Isu Rakyat, Kasus Limbah PLTSa Putri Cempa

Salah satu contoh nyata adalah minimnya respons PC IMM Kota Surakarta terhadap kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PLTSa Putri Cempa, dikelola oleh PT. SCMPP, yang berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempa. Ketika masyarakat menjerit, IMM Surakarta justru terdiam. Saat dihubungi melalui Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik, tak ada respons memadai. Ketiadaan sikap ini menandai kealpaan IMM dari panggilan nurani gerakan kemanusiaan yang menjadi salah satu pilar trilogi IMM.

Ironisnya, inisiatif pendampingan dan advokasi justru datang dari elemen lain seperti BEM FH UNS, WALHI Jateng, Yayasan Gita Pertiwi, AJI Solo, komunitas-komunitas kolektif, hingga PD IPM Surakarta. Ketidakterlibatan IMM dalam kasus ini mencoreng citra gerakan mahasiswa Islam yang selama ini dikenal vokal membela yang lemah. IMM Solo seolah kehilangan arah gerak dan kepekaan sosialnya.

Kebingungan Sikap dalam Arena Politik Kepemudaan

Ketidakjelasan sikap PC IMM Kota Surakarta juga tampak dalam menyikapi Musyawarah Daerah DPD KNPI Kota Surakarta. Alih-alih menyampaikan sikap tegas dan konstruktif, PC IMM memilih posisi abstain dengan alasan “prosedural dan administratif”. Padahal, proses pencalonan ketua DPD KNPI tersebut telah melalui mekanisme yang terbuka, demokratis, dan telah mendapatkan restu dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

Yang mengejutkan, dalam narasi internalnya, PC IMM justru melontarkan kritik bahwa AMM, yang terdiri dari IPM, NA, dan Pemuda Muhammadiyah, dianggap bersikap pragmatis dan mendukung figur yang tidak melalui jenjang perkaderan formal. Istilah “MUDA” atau Muhammadiyah Dadakan pun digunakan secara peyoratif, seolah menjadi penanda superioritas kaderisasi prosedural di atas kaderisasi kultural.

Namun, di saat yang sama, PC IMM juga terlibat kompromi politik dengan figur yang justru dikategorikan sebagai kader “MUDA”. Salah satu pengurus IMM bahkan diketahui pernah meminta difasilitasi untuk beraudiensi dengan Walikota Surakarta — yang notabene merupakan figur “MUDA” tersebut. Ambiguitas ini mengundang pertanyaan serius: apakah sikap PC IMM benar-benar idealis, atau justru cerminan dari kemacetan berpikir yang berujung pada inkonsistensi politik gerakan?

Saatnya Kembali ke Khittah Gerakan

Ketidakkonsistenan, ambiguitas sikap, dan kejumudan dalam membaca realitas telah menciptakan jarak antara IMM dan denyut nadi masyarakat. Polarisasi antara kaderisasi formal dan kultural justru melanggengkan eksklusivisme ideologis yang tidak sehat. IMM seolah terjebak dalam logika “aku kader, kamu bukan”, yang secara diametral bertentangan dengan prinsip inklusivitas dan wasathiyah Muhammadiyah itu sendiri.

Kini saatnya PC IMM Kota Surakarta melakukan evaluasi mendalam terhadap arah geraknya. IMM harus kembali pada ruh perjuangan trilogi: intelektualitas, humanitas, dan religiusitas. Tiga nilai inilah yang seharusnya menjadi kompas gerakan, bukan hanya sebagai slogan dalam forum perkaderan, tetapi dihayati dalam tindakan nyata yang membela yang lemah, menyuarakan keadilan, dan menjaga marwah IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang tercerahkan.

Akhirnya, besar harapan agar IMM Surakarta dapat kembali menemukan arah perjuangannya secara substansial, membangun sinergi dengan elemen AMM lainnya, dan tampil sebagai kekuatan moral yang berpihak pada rakyat. Bukan menjadi gerakan yang hanya sibuk bergandengan tangan dengan para pejabat, tetapi juga siap duduk bersimpuh bersama masyarakat yang terpinggirkan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sukses menggelar Kopi Darat (Kopdar) Venture Capital Academy di Burza Hotel Yogyakarta pada Sabtu (19/4/25). Acara ini dihadiri oleh 50 pengusaha dari berbagai daerah yang tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai dunia venture capital dan menambah wawasan opsi pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Kopdar Venture Capital Academy ini […]

  • CARA MENANGANI NARKOBA DALAM ISLAM

    CARA MENANGANI NARKOBA DALAM ISLAM

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 212
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Pada puasa hari ke-6 ini, Masjid Islamic Center kembali mengadakan kajan jelang buka puasa dengan lancar. Jamaah kajian disuguhkan dengan tema kajian yang menarik yaitu “Hukum dalam Islam” dengan fokus pembahasan “Hukum Narkotika”  yang disampaikan oleh pemateri yang sangat luar biasa, Bapak Dr. Gatot Sugiarto, S.H., M.H. selaku Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga […]

  • Meneladani Spirit Revolusi Sang Nabi di Era Jahiliyah Modern Ini

    Meneladani Spirit Revolusi Sang Nabi di Era Jahiliyah Modern Ini

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    Oleh: M. Andhim Bulan Rabi’ul Awal  telah tiba. Menjadi salah satu bulan yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Mengapa? Kerana di dalamnya ada satu hari yang sangat dimuliakan. Mulia karena peristiwa kelahiran seorang manusia, yang  sangat mulia pribadinya. Beliau adalah Nabiyullah Muhammad ‘alaihi sholatu wassalam. Kita dapat menyaksikan wajah-wajah kaum muslimin yang berseri-seri. Bak bunga bermekaran di […]

  • Ketika Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Negara Sendiri

    Ketika Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua di Negara Sendiri

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Oleh Muhamad Amanulloh, Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan Bahasa adalah cerminan identitas dan jati diri suatu bangsa. Melalui bahasa, masyarakat membangun cara berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan budaya mereka. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi, keberadaan bahasa Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar, yakni gempuran bahasa Inggris. Pengaruh bahasa Inggris begitu […]

  • Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Luncurkan Wakaf Uang Berbasis Peternakan Domba

    Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Luncurkan Wakaf Uang Berbasis Peternakan Domba

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 113
    • 0Komentar

      Samarinda – Inovasi dalam pengelolaan wakaf kembali diperkenalkan di Kalimantan Timur. Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda bersama Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur secara resmi menandatangani komitmen pelaksanaan program wakaf uang berbasis peternakan domba pada Jumat, 1 Mei 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wakaf uang agar dapat […]

  • Lima pria berdiri berjejer di sebuah ruang tamu formal dengan latar belakang bertuliskan 'SURAKARTA'. Pria di tengah mengenakan batik menyerahkan souvenir kotak kecil kepada pria berbaju kemeja abu-abu terang di sebelahnya. Dua pria di sisi paling kiri dan kanan mengacungkan jempol ke arah kamera

    UMS Terima Kunjungan UNIMUDA Sorong, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Antar PTMA

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 116
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan silaturahmi dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (7/4). Kunjungan tersebut berlangsung hangat di ruang rektor UMS dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyambut langsung kedatangan […]

expand_less