Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

Antara Idealisme dan Kejumudan, IMM Surakarta dan Tantangan Arah Gerak Perjuangan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Jody, Kader IMM Kota Surakarta 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, hadir bukan sekadar pelengkap gerakan, tetapi sebagai jawaban atas tantangan zaman. IMM digembleng dalam proses kaderisasi yang menekankan dimensi ideologis dan intelektual, dengan fondasi kuat untuk merawat akal sehat umat serta menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan yang kian kompleks dari waktu ke waktu. IMM seharusnya menjadi motor penggerak perubahan — agent of change — dan garda terdepan dalam menghadirkan kemaslahatan umat.

Namun, realitas yang tampak di tubuh Pimpinan Cabang IMM (PC IMM) Kota Surakarta hari ini justru mencerminkan hal yang sebaliknya. Ada gejala stagnasi nalar dan kejumudan sikap dalam membaca dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat kota. IMM Solo terkesan absen dari pusaran isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat, terutama mereka yang terpinggirkan dan membutuhkan suara advokasi.

Absen dalam Isu Rakyat, Kasus Limbah PLTSa Putri Cempa

Salah satu contoh nyata adalah minimnya respons PC IMM Kota Surakarta terhadap kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PLTSa Putri Cempa, dikelola oleh PT. SCMPP, yang berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempa. Ketika masyarakat menjerit, IMM Surakarta justru terdiam. Saat dihubungi melalui Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik, tak ada respons memadai. Ketiadaan sikap ini menandai kealpaan IMM dari panggilan nurani gerakan kemanusiaan yang menjadi salah satu pilar trilogi IMM.

Ironisnya, inisiatif pendampingan dan advokasi justru datang dari elemen lain seperti BEM FH UNS, WALHI Jateng, Yayasan Gita Pertiwi, AJI Solo, komunitas-komunitas kolektif, hingga PD IPM Surakarta. Ketidakterlibatan IMM dalam kasus ini mencoreng citra gerakan mahasiswa Islam yang selama ini dikenal vokal membela yang lemah. IMM Solo seolah kehilangan arah gerak dan kepekaan sosialnya.

Kebingungan Sikap dalam Arena Politik Kepemudaan

Ketidakjelasan sikap PC IMM Kota Surakarta juga tampak dalam menyikapi Musyawarah Daerah DPD KNPI Kota Surakarta. Alih-alih menyampaikan sikap tegas dan konstruktif, PC IMM memilih posisi abstain dengan alasan “prosedural dan administratif”. Padahal, proses pencalonan ketua DPD KNPI tersebut telah melalui mekanisme yang terbuka, demokratis, dan telah mendapatkan restu dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

Yang mengejutkan, dalam narasi internalnya, PC IMM justru melontarkan kritik bahwa AMM, yang terdiri dari IPM, NA, dan Pemuda Muhammadiyah, dianggap bersikap pragmatis dan mendukung figur yang tidak melalui jenjang perkaderan formal. Istilah “MUDA” atau Muhammadiyah Dadakan pun digunakan secara peyoratif, seolah menjadi penanda superioritas kaderisasi prosedural di atas kaderisasi kultural.

Namun, di saat yang sama, PC IMM juga terlibat kompromi politik dengan figur yang justru dikategorikan sebagai kader “MUDA”. Salah satu pengurus IMM bahkan diketahui pernah meminta difasilitasi untuk beraudiensi dengan Walikota Surakarta — yang notabene merupakan figur “MUDA” tersebut. Ambiguitas ini mengundang pertanyaan serius: apakah sikap PC IMM benar-benar idealis, atau justru cerminan dari kemacetan berpikir yang berujung pada inkonsistensi politik gerakan?

Saatnya Kembali ke Khittah Gerakan

Ketidakkonsistenan, ambiguitas sikap, dan kejumudan dalam membaca realitas telah menciptakan jarak antara IMM dan denyut nadi masyarakat. Polarisasi antara kaderisasi formal dan kultural justru melanggengkan eksklusivisme ideologis yang tidak sehat. IMM seolah terjebak dalam logika “aku kader, kamu bukan”, yang secara diametral bertentangan dengan prinsip inklusivitas dan wasathiyah Muhammadiyah itu sendiri.

Kini saatnya PC IMM Kota Surakarta melakukan evaluasi mendalam terhadap arah geraknya. IMM harus kembali pada ruh perjuangan trilogi: intelektualitas, humanitas, dan religiusitas. Tiga nilai inilah yang seharusnya menjadi kompas gerakan, bukan hanya sebagai slogan dalam forum perkaderan, tetapi dihayati dalam tindakan nyata yang membela yang lemah, menyuarakan keadilan, dan menjaga marwah IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang tercerahkan.

Akhirnya, besar harapan agar IMM Surakarta dapat kembali menemukan arah perjuangannya secara substansial, membangun sinergi dengan elemen AMM lainnya, dan tampil sebagai kekuatan moral yang berpihak pada rakyat. Bukan menjadi gerakan yang hanya sibuk bergandengan tangan dengan para pejabat, tetapi juga siap duduk bersimpuh bersama masyarakat yang terpinggirkan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambis Boleh, Materialis Jangan

    Ambis Boleh, Materialis Jangan

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.330
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Rezti Maharani* Di tengah gegap gempita dunia yang semakin mempesona, masih banyak yang menjadikannya sebagai tolak ukur kesuksesan. Saat ini jarang kutemukan seseorang yang belajar dan bekerja tulus tanpa menginginkan cuan. Ketika ditanya perihal keinginan di masa depan, rata-rata akan menjawab ingin menjadi sukses, ingin membahagiakan orangtua, dan ingin punya mobil dan rumah […]

  • Kartini Masa Kini di Dunia STEM, Guru Besar UMS Dorong Perempuan Berani Berprestasi

    Kartini Masa Kini di Dunia STEM, Guru Besar UMS Dorong Perempuan Berani Berprestasi

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam berbagai bidang, termasuk di dunia sains dan teknologi. Hal itu tercermin dari perjalanan Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dra. Kun Harismah, M.Si., Ph.D., yang melihat perempuan bukan hanya mampu, tetapi juga memiliki peluang besar untuk unggul […]

  • Misi Kemanusiaan Lazismu Kutai Kartanegara untuk Korban Kebakaran Desa Sedulang

    Misi Kemanusiaan Lazismu Kutai Kartanegara untuk Korban Kebakaran Desa Sedulang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5 jam dari Tenggarong, Tim relawan Muhammadiyah dan Lazismu Kutai Kartanegara sampai di Desa Sedulang Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Rombongan Relawan Muhammadiyah dan Lazismu Kutai Kartanegara membawa misi kemanusiaan, peduli korban kebakaran Desa Sedulang Kecamatan Muara Kaman. Kali ini rombongan dipimpin oleh pegurus Lazismu Kutai […]

  • Tim Taekwondo UMS Raih 20 Medali pada Kejuaraan Nasional WTA Championship 2

    Tim Taekwondo UMS Raih 20 Medali pada Kejuaraan Nasional WTA Championship 2

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Wira Tanggon Adhisatya (WTA) Indonesia Taekwondo Championship 2 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, para atlet UMS berhasil memboyong total 20 medali yang terdiri dari 9 medali emas dan 11 perak nomor kyorugi […]

  • Experimentei Todos os Jogos Live do Kong Casino – Opinião desde Portugal

    Experimentei Todos os Jogos Live do Kong Casino – Opinião desde Portugal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Dedicámo-nos e experimentámos ao vivo todos os jogos ao vivo do Kong Casino https://kongcasino.eu/pt-pt/. O objetivo era óbvio: verificar a diversidade, a qualidade dos estúdios, a estabilidade do streaming e entender como é jogar lá. Esta análise indica se o casino satisfaz o que promete para quem gosta jogar com dealer real. Análise Detalhada dos […]

  • Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh: Abdulrohim E-sor, B.A, Mahasiswa Internasional Asal Thailand di Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa, khususnya bagi mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Menyimak merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam proses akuisisi bahasa. Kemampuan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami ujaran lisan, menangkap […]

expand_less