Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fitria Latifah

Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari berbagai masalah, baik dalam aspek personal, sosial, maupun spiritual. Dalam konteks modern, kompleksitas kehidupan justru meningkatkan tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga krisis identitas, terutama pada usia produktif (Suatin dkk. 2024). Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan strategi problem solving yang tidak hanya rasional, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Dalam perspektif  Islam, Al-Qur’an menawarkan pendekatan yang komprehensif dalam menghadapi masalah. Salah satu konsep utama yang ditekankan adalah kesabaran. Kesabaran dalam Al-Qur’an bukan sekadar sikap menahan diri, melainkan sebuah kekuatan aktif yang mendorong individu untuk tetap teguh, optimis, dan berorientasi pada solusi (Adeko dkk. 2025). Hal ini sejalan dengan firman Allah Ta’aala dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153).

Ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah Ta’aala memerintahkan umat manusia untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menghadapi kesulitan hidup.

Selain itu, penelitian empiris menunjukkan bahwa kesabaran memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Kesabaran berperan dalam mengendalikan emosi negatif dan membangun sikap positif terhadap kehidupan (Safaria 2018). Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana kesabaran dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan problem solving yang efektif.

Sabar secara etimologi berasal dari kata ash-shabr yang artinya al-man`u yaitu melarang  dan al-habs yaitu menahan. Jadi sabar memiliki makna menahan diri dari rasa gelisah dan membiasakan diri untuk menghadapi tantangan tanpa  mengeluh, merasa putus asa, atau melakukan hal yang sia-sia (Difani Nur Azizah 2025). Kesabaran dalam Al-Qur’an memiliki dimensi yang luas, Para ulama juga menyebutkan bahwa sabar dibagi menjadi tiga hal yakni sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan, dan sabar menghadapi ujian dari Allah (Komalasari dkk. 2025). Dalam kajian tafsir QS. Al-Baqarah ayat 153-157, kesabaran dipahami sebagai prinsip pedagogis yang membentuk ketahanan spiritual dan emosional manusia (Hayati 2025).

Kesabaran bukanlah sikap pasif atau menyerah pada keadaan, melainkan bentuk pengendalian diri yang aktif. Individu yang sabar mampu menahan dorongan negatif, tetap tenang, dan berpikir jernih dalam situasi sulit. Hal ini menjadikan kesabaran sebagai fondasi dalam proses pengambilan keputusan yang tepat. Kesabaran juga berkaitan dengan keyakinan bahwa setiap ujian memiliki hikmah dan tujuan tertentu. Perspektif ini mengubah cara pandang individu terhadap masalah, dari sesuatu yang harus dihindari menjadi sarana pembelajaran dan pertumbuhan diri.

Dalam konteks problem solving, kesabaran memiliki peran penting dalam membantu individu mengelola masalah secara sistematis. Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti identifikasi masalah, pengendalian emosi, perencanaan solusi, hingga evaluasi hasil. Pendekatan konseling berbasis kesabaran menunjukkan bahwa nilai sabar dapat membantu individu memahami akar masalah dan menyusun langkah perbaikan secara realistis (Adeko dkk. 2025). Kesabaran berfungsi sebagai mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam studi tentang quarter life crisis, religiusitas (termasuk kesabaran) membantu individu mengatasi kecemasan, ketidakpastian, dan tekanan sosial (Suatin dkk. 2024). Dengan demikian, kesabaran tidak hanya berperan dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kesehatan mental.

Kesabaran juga mendorong individu untuk tetap optimis dan tidak mudah putus asa. Sikap ini penting dalam proses problem solving karena memungkinkan individu untuk terus mencari solusi meskipun menghadapi kegagalan. Maka pendidikan karakter sabar sangat diperlukan sejak anak-anak agar nantinya bisa menjadi pribadi yang bijaksana, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, karena pribadi yang sabar akan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, menyampaikan keputusan dengan lebih baik, dan tidak mudah terpengaruh (Komalasari dkk. 2025).

Kesabaran memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan psikologis atau subjective wellbeing. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat kesabaran tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi, memiliki sikap positif, dan merasa lebih puas dengan kehidupannya. Kesabaran membantu individu mengurangi emosi negatif seperti marah, kecewa, dan putus asa. Sebaliknya, kesabaran mendorong munculnya emosi positif seperti ketenangan, keikhlasan, dan optimisme (Safaria 2018). Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran berperan sebagai faktor protektif terhadap gangguan psikologis. Kesabaran juga berkontribusi dalam membangun ketahanan psikologis. Individu yang sabar mampu bangkit dari kesulitan dan melihat masalah sebagai peluang untuk berkembang. Dengan demikian, kesabaran menjadi kunci dalam mengubah masalah menjadi peluang.

Transformasi Masalah Menjadi Peluan

Dalam perspektif Al-Qur’an, masalah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter manusia. Kesabaran memungkinkan individu untuk memaknai ulang masalah sebagai peluang untuk belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Pendekatan ini sejalan dengan konsep dalam psikologi Islam yang memandang krisis sebagai momentum pertumbuhan. Individu yang mampu bersabar dan bertawakkal dapat menjadikan masa sulit sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri (Suatin dkk. 2024). Dengan demikian, kesabaran berfungsi sebagai jembatan antara masalah dan solusi. Melalui kesabaran, individu tidak hanya mampu menyelesaikan masalah, tetapi juga memperoleh hikmah dan pengalaman berharga yang memperkaya kehidupannya.

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    Dosen UMS dan Yonsei University Berkolaborasi Kembangkan Model Pendeteksi Ujaran Kebencian

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom., Ph.D. baru-baru ini melakukan penelitian untuk mengembangkan model pendeteksi kebencian di media sosial. Pria yang akrab disapa Dadang itu berkolaborasi dengan Profesor Min Song dari Yonsei University, Korea Selatan, dan mahasiswa postdoctoral Yonsei University, Arida Ferti Syafiandini. Penelitian tersebut bertajuk […]

  • Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 25 Juli 2026 — Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo sukses menyelenggarakan Opening Muhadhoroh (Four-Language Oratory Training) yang dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Imarah Syu’unit Tholabat Muhammadiyah (ISTM) Masa Khidmah 2026/2027 pada Sabtu malam (25/7) di Halaman Asrama Putra. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, semangat, dan antusiasme seluruh santri, asatidz, serta […]

  • Slotrize Casino is a Secure and Reliable Online Casino for Australian Players

    Slotrize Casino is a Secure and Reliable Online Casino for Australian Players

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    For Australians seeking an online casino, safety is likely your primary concern. You want to know if a site is trustworthy before you hand over any details or deposit a dollar. I’ve spent plenty of time checking out different casinos, and I put Slotrize through its paces to see if it’s a secure option. Let’s […]

  • 22 Tahun Lazismu: Gerakan Filantropi Muhammadiyah Berkontribusi untuk Indonesia

    22 Tahun Lazismu: Gerakan Filantropi Muhammadiyah Berkontribusi untuk Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 223
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Tepat 4 Juli, genap 22 tahun usia Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu). Resmi berdiri pada tanggal 4 Juli 2002, namun gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah sudah masif jauh sebelum itu. Ibnu Tsani, Direktur Utama Lazismu menyampaikan, gerakan filantropi Muhammadiyah sudah dilakukan jauh sebelum Indonesia merdeka. Meskipun saat itu, Muhammadiyah […]

  • Pendidikan Jasmani FKIP UMS Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah melalui Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci

    Pendidikan Jasmani FKIP UMS Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah melalui Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meneguhkan perannya sebagai ruang strategis pengkaderan Muhammadiyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang digelar di Kampus II UMS, Sabtu (20/6). Kegiatan yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Jasmani bekerja sama […]

  • UMS Kukuhkan Doktor Baru, Husni Mubarok Kembangkan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal

    UMS Kukuhkan Doktor Baru, Husni Mubarok Kembangkan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah doktor baru melalui Sidang Terbuka dan Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar di Auditorium Moh. Djazman UMS, Rabu (10/12). Promovendus Husni Mubarok mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Local Content dengan Pendekatan […]

expand_less