Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

Ketika Masalah Menjadi Peluang: Belajar Problem Solving dari Al-Qur’an Melalui Kesabaran.

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fitria Latifah

Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari berbagai masalah, baik dalam aspek personal, sosial, maupun spiritual. Dalam konteks modern, kompleksitas kehidupan justru meningkatkan tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga krisis identitas, terutama pada usia produktif (Suatin dkk. 2024). Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan strategi problem solving yang tidak hanya rasional, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Dalam perspektif  Islam, Al-Qur’an menawarkan pendekatan yang komprehensif dalam menghadapi masalah. Salah satu konsep utama yang ditekankan adalah kesabaran. Kesabaran dalam Al-Qur’an bukan sekadar sikap menahan diri, melainkan sebuah kekuatan aktif yang mendorong individu untuk tetap teguh, optimis, dan berorientasi pada solusi (Adeko dkk. 2025). Hal ini sejalan dengan firman Allah Ta’aala dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153).

Ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah Ta’aala memerintahkan umat manusia untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menghadapi kesulitan hidup.

Selain itu, penelitian empiris menunjukkan bahwa kesabaran memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Kesabaran berperan dalam mengendalikan emosi negatif dan membangun sikap positif terhadap kehidupan (Safaria 2018). Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana kesabaran dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan problem solving yang efektif.

Sabar secara etimologi berasal dari kata ash-shabr yang artinya al-man`u yaitu melarang  dan al-habs yaitu menahan. Jadi sabar memiliki makna menahan diri dari rasa gelisah dan membiasakan diri untuk menghadapi tantangan tanpa  mengeluh, merasa putus asa, atau melakukan hal yang sia-sia (Difani Nur Azizah 2025). Kesabaran dalam Al-Qur’an memiliki dimensi yang luas, Para ulama juga menyebutkan bahwa sabar dibagi menjadi tiga hal yakni sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan, dan sabar menghadapi ujian dari Allah (Komalasari dkk. 2025). Dalam kajian tafsir QS. Al-Baqarah ayat 153-157, kesabaran dipahami sebagai prinsip pedagogis yang membentuk ketahanan spiritual dan emosional manusia (Hayati 2025).

Kesabaran bukanlah sikap pasif atau menyerah pada keadaan, melainkan bentuk pengendalian diri yang aktif. Individu yang sabar mampu menahan dorongan negatif, tetap tenang, dan berpikir jernih dalam situasi sulit. Hal ini menjadikan kesabaran sebagai fondasi dalam proses pengambilan keputusan yang tepat. Kesabaran juga berkaitan dengan keyakinan bahwa setiap ujian memiliki hikmah dan tujuan tertentu. Perspektif ini mengubah cara pandang individu terhadap masalah, dari sesuatu yang harus dihindari menjadi sarana pembelajaran dan pertumbuhan diri.

Dalam konteks problem solving, kesabaran memiliki peran penting dalam membantu individu mengelola masalah secara sistematis. Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti identifikasi masalah, pengendalian emosi, perencanaan solusi, hingga evaluasi hasil. Pendekatan konseling berbasis kesabaran menunjukkan bahwa nilai sabar dapat membantu individu memahami akar masalah dan menyusun langkah perbaikan secara realistis (Adeko dkk. 2025). Kesabaran berfungsi sebagai mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi tekanan hidup. Dalam studi tentang quarter life crisis, religiusitas (termasuk kesabaran) membantu individu mengatasi kecemasan, ketidakpastian, dan tekanan sosial (Suatin dkk. 2024). Dengan demikian, kesabaran tidak hanya berperan dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kesehatan mental.

Kesabaran juga mendorong individu untuk tetap optimis dan tidak mudah putus asa. Sikap ini penting dalam proses problem solving karena memungkinkan individu untuk terus mencari solusi meskipun menghadapi kegagalan. Maka pendidikan karakter sabar sangat diperlukan sejak anak-anak agar nantinya bisa menjadi pribadi yang bijaksana, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, karena pribadi yang sabar akan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, menyampaikan keputusan dengan lebih baik, dan tidak mudah terpengaruh (Komalasari dkk. 2025).

Kesabaran memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan psikologis atau subjective wellbeing. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat kesabaran tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi, memiliki sikap positif, dan merasa lebih puas dengan kehidupannya. Kesabaran membantu individu mengurangi emosi negatif seperti marah, kecewa, dan putus asa. Sebaliknya, kesabaran mendorong munculnya emosi positif seperti ketenangan, keikhlasan, dan optimisme (Safaria 2018). Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran berperan sebagai faktor protektif terhadap gangguan psikologis. Kesabaran juga berkontribusi dalam membangun ketahanan psikologis. Individu yang sabar mampu bangkit dari kesulitan dan melihat masalah sebagai peluang untuk berkembang. Dengan demikian, kesabaran menjadi kunci dalam mengubah masalah menjadi peluang.

Transformasi Masalah Menjadi Peluan

Dalam perspektif Al-Qur’an, masalah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter manusia. Kesabaran memungkinkan individu untuk memaknai ulang masalah sebagai peluang untuk belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Pendekatan ini sejalan dengan konsep dalam psikologi Islam yang memandang krisis sebagai momentum pertumbuhan. Individu yang mampu bersabar dan bertawakkal dapat menjadikan masa sulit sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri (Suatin dkk. 2024). Dengan demikian, kesabaran berfungsi sebagai jembatan antara masalah dan solusi. Melalui kesabaran, individu tidak hanya mampu menyelesaikan masalah, tetapi juga memperoleh hikmah dan pengalaman berharga yang memperkaya kehidupannya.

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Satukan Pengusaha Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem Industri

    KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Satukan Pengusaha Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem Industri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sukses menggelar KOPDAR SUMU Pekalongan Raya 2026 pada Ahad (12/7) di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus ruang bertukar gagasan bagi 150-an pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, dan pegiat ekonomi di Karesidenan Pekalongan Raya & sekitarnya. Sekretaris […]

  • MIM Digdaya Bolon Borong Prestasi di Aisyiyah Student Competition Indonesia (ASCI) ke-9 2025

    MIM Digdaya Bolon Borong Prestasi di Aisyiyah Student Competition Indonesia (ASCI) ke-9 2025

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KARANGANYAR – Setelah tiga hari berkompetisi dengan penuh semangat, Qobilah Hizbul Wathan (HW) Puteri dari MIM Digdaya Bolon, Colomadu, sukses membawa pulang torehan prestasi membanggakan dalam ajang Aisyiyah Student Competition Indonesia (ASCI) 2025. Acara yang berlangsung pada 16-18 Desember 2025 yang diselenggarakan di Tawangmangu, Karanganyar ini menjadi panggung pembuktian bagi siswi-siswi MIM Digdaya Bolon. […]

  • Komitmen Wujudkan AIK Unggul, LPPIK UMS Kembali Menyelenggarakan Pembekalan Fasilitator Baitul Arqam Studi Islam 1

    Komitmen Wujudkan AIK Unggul, LPPIK UMS Kembali Menyelenggarakan Pembekalan Fasilitator Baitul Arqam Studi Islam 1

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 442
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta, Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) mendukung penuh terwujudnya Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi kampus yang unggul dan mencerahkan. Oleh sebab itu catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus dapat diimplementasikan dengan maksimal. Adapun di antara catur dharma yang menjadi ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) ialah Al-Islam dan kemuhammadiyahan (AIK). LPPIK terus […]

  • PD IPM dan LazisMu PPU Membuka Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina

    PD IPM dan LazisMu PPU Membuka Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 491
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Penajam – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina terus memakan korban jiwa. Sejak dimulai pada 7 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Palestina dalam laman resminya mengabarkan, jumlah korban di Gaza mencapai 5.791 martir, termasuk 2.360 anak-anak, 1.292 perempuan, dan 295 lansia. Sementara itu 16.297 warga menderita luka-luka. Kondisi tersebut diperparah dengan bantuan yang tertahan di […]

  • Donor Darah Meriahkan Milad ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah di Lebong

    Donor Darah Meriahkan Milad ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah di Lebong

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam rangka memperingati Milad tiga organisasi penting dalam tubuh Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong menggelar kegiatan sosial donor darah pada Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud nyata dari semangat persatuan dan solidaritas antarwarga Muhammadiyah dan […]

  • Cegah Bullying dan Penguatan Pendidikan Islam, UMS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekolah di Selangor Malaysia

    Cegah Bullying dan Penguatan Pendidikan Islam, UMS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekolah di Selangor Malaysia

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah Sungai Besar, Selangor, Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat internasionalisasi UMS sekaligus implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara. Penandatanganan MoU […]

expand_less