Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Akbar Syifa, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS

Hampir seluruh dunia menggelar aksi bela Palestina tidak hanya di timur yang bernotabene Mayoritas masyarakat muslim. Menariknya ada juga sebagian diantaranya yang menyerukan kebebasan Palestina di negara -.negara barat seperti amerika terkhusus universitas terkenal Colombia University, New York University dll. Kemudian di Indonesia tak mau kalah, mengutip CNN Indonesia 172 kampus Muhammadiyah bersatu gelar aksi bela Palestina.

Aksi ini digelar dengan satu tujuan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel. Tidak heran jika aksi ini mendapatkan perhatian dari seluruh dunia. Mengutip dari Al Jazeera setidaknya 35.00 orang yang tewas akibat genosida yang dilancarkan oleh Israel. Kemudian 80.000 orang Palestina yang terluka terhitung dari tanggal  7 Oktober 2023 – 7 mei 2024. Tidak hanya itu bangunan bangunan seperti rumah sakit, sekolah, universitas, toko – toko hancur lebur oleh serangan Israel.

Saya turut berduka cita atas genosida yang terjadi di Palestina, saya tulis artikel ini sebagai bentuk keberpihakan dan dukungan terhadap Palestina. Kemudian tidak lupa senantiasa kirimkan doa untuk saudara saudaraku disana agar tetap diberi kesabaran dan ketegaran. Saya berikan apresiasi kepada siapa saja yang sampai detik ini memperjuangkan kebebasan Palestina. Ini bukan tentang persoalan agama, tapi ini tentang kemanusiaan. Sehingga mau atau tidak, seluruh manusia yang memiliki akal wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Makna Cinta Tanpa Kata “Tapi”

Menyayangi, membela, memperjuangkan,  menghormati itu semua terangkum dalam satu kata yaitu “cinta”. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan cinta? cinta (al-hubb) secara bahasa adalah  kasih sayang. Secara istilah, makna cinta dalam islam sendiri sangatlah suci. Cinta haruslah didasari oleh kasih sayang dan dibuktikan dengan perbuatan. Dan apa- apa yang kita cintai di bumi ini haruslah karena Allah Ta’ala. Sangat tidak baik, bahkan berbahaya jika kita mencintai hanya karena nawa nafsu.

Nabi Muhammad mengorelasikannya dengan keimanan. “Dari Anas dari Nabi Saw bersabda: Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HR. Bukhari).

Hadis di atas menunjukkan bahwa keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna apabila ia bisa mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, sepanjang dalam hal kebaikan. Saudara yang dimaksud disini tidak terbatas hanya saudara kandung, saudara seayah atau seibu, akan tetapi lebih luas lagi mencakup saudara sesama manusia, termasuk orang-orang Palestina.

Kerelaan mengorbankan apa pun adalah konsekuensi dari buah cinta yang lekat dalam jiwa. Ibaratnya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta kepada perempuan, maka ia akan berkorban apapun baik dari segi harta, tenaga, dan pikiran demi mendapatkan hati perempuan yang diidamkan. Begitu pula dengan kecintaan kita terhadap Palestina tidak boleh ada batasan karena mungkin takut terjadi perang dunia 3, Amerika akan membenci Indonesia, dan alasan alasan lain. Sebab seseorang tidak bisa dikatakan mencintai jika masih beralasan dan tidak mau berkorban.

Kekuasaan yang lemah dihantui ketakutan

Pada level cinta terhadap Palestina penulis bagi menjadi 3 tingkatan. Pertama, kecintaan tingkat individu. Kedua, kecintaan tingkat masyarakat. Ketiga, tingkat negera.

Cinta Palestina tingkat individu adalah keyakinan hati sepenuhnya atau tidak ada keraguan sama sekali bahwa Genosida Palestina oleh Israel benar benar nyata. Bukan konspirasi yang dibuat buat atau rekayasa media. Oleh karena itu dalam tingkat ini yang berperan adalah hati setiap individu masing masing apakah kita percaya atau tidak. Walaupun sudah banyak bukti jelas pembantaian, penghancuran tersebar di berbagai media. Apakah anda masih tidak percaya ?

Cinta Palestina tingkat masyarakat adalah bentuk keyakinan hati yang kemudian direalisasikan ke segala sesuatu perbuatan. Adapun contohnya seperti menggelar aksi bela Palestina, boikot produk Israel, mengumpulkan dana untuk kebutuhan orang Palestina. Saya kira dalam hal ini mereka sudah cukup vokal dalam memperjuangkan kebebasan Palestina.

Terakhir yang paling penting yaitu cinta Palestina tingkat negara adalah sebuah kekuasaan yang berdaulat memiliki kebebasan dalam meyakini, memutuskan, bertindak tentang isu Palestina. Bagaimana dengan negara Indonesia apakah sudah mencintai Palestina sepenuhnya? Nyatanya belum.

Dari pandangan penulis Negara Indonesia belum memaksimalkan kekuasaan untuk membela Palestina mungkin karena ada ketakutan ketakutan lain seperti hubungan diplomasi Amerika dan Indonesia, stabilitas ekonomi dll. Sehingga bisa dikatakan Indonesia hanya sekedar cinta palsu sebab masih ada ketakutan. Walaupun banyak media mengabarkan Menlu sudah mengutuk, walk out sidang PBB, memberikan donasi sebanyak banyaknya. Akan tetapi jika genosida  masih terjadi di Palestina maka Indonesia masih gagal. Bantuan donasi hanya memanjangkan penderitaan warga Palestina bukan menghentikan penderitaan.

Bersatu Demi Kemanusiaan

Oleh karena itu gerbong terakhir untuk memperjuangkan Palestina tiada lain kembali pada  setiap masing masing negara termasuk Indonesia sendiri.  Saya sebagai warga negara meminta pertanggung jawaban dari pemimpin negara Indonesia atas genosida Palestina oleh Israel.  Manfaatkanlah kekuasaan yang dipegang dalam segi keputusan dan tindakan dalam memperjuangkan Palestina jika Indonesia betul betul cinta Palestina 100 %.

Saatnya kita bersatu dalam kemanusiaan sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kehormatan umat manusia. Walaupun dalam memperjuangkan semua itu pasti ada ujian seperti ketakutan, kekurangan harta dan jiwa  sebagaimana Q.s Al Baqarah ayat 155 :

“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.”

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DONGENG RAKYAT : CEPAT TANGGAP POLITIK

    DONGENG RAKYAT : CEPAT TANGGAP POLITIK

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 304
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Mahasiswa dan Masyarakat di Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan diskusi mengenai politik dengan tema “Dongeng Rakyat: Cepat Tanggap Politik” melalui media daring yaitu google meet, kegiatan tersebut digagas oleh Komunitas Suaka Baca yang baru berdiri di Purworejo pada tahun 2023 lalu, dimana Suaka Baca sendiri awal mulanya merupakan sebuah kesadaran penuh mahasiswa bahwa […]

  • Menyalakan Nurani, Meneguhkan Kebangsaan

    Menyalakan Nurani, Meneguhkan Kebangsaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh: Riyan Betra Delza (Ketua Umum DPP IMM) Bangsa ini kembali diguncang oleh sebuah tragedi yang mengoyak hati nurani. Seorang anak muda, Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring, meregang nyawa dalam sebuah aksi massa di Jakarta pada 28 Agustus lalu. Affan tidak sedang berdiri di panggung kekuasaan, ia tidak memegang senjata, tidak pula bersenjata kata-kata di […]

  • Perkaderan Adaptif dan Digital: Inovasi MPK SDI PDM Banyumas melalui Latihan Instruktur 2025

    Perkaderan Adaptif dan Digital: Inovasi MPK SDI PDM Banyumas melalui Latihan Instruktur 2025

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas menggelar Latihan Instruktur Muhammadiyah di Balai Diklat Baturraden pada Jumat–Ahad (3–5 Oktober 2025) / 11–13 Rabiul Akhir 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Mencetak Istruktur Berkompeten untuk menumbuhkan ghiroh perkaderan dalam Muhammadiyah” ini diikuti 20 peserta yang merupakan […]

  • PC IMM AR FAKHRUDDIN Kota Yogyakarta Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Membumikan Nilai Transformatif

    PC IMM AR FAKHRUDDIN Kota Yogyakarta Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Membumikan Nilai Transformatif

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABAR MUH. ID Yogyakarta – 27 Februari 2026 Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta resmi dilantik dalam sebuah seremoni khidmat yang diselenggarakan dengan mengusung tema “Membumikan Nilai Transformatif: Menuju Gerakan Kota yang Autentik.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan arah gerakan IMM di tingkat kota agar semakin relevan, progresif, […]

  • PBSI FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional Literasi, Hadirkan Pakar dari Belanda hingga Australia

    PBSI FKIP UMS Gelar Konferensi Internasional Literasi, Hadirkan Pakar dari Belanda hingga Australia

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1, S2, dan S3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan seminar internasional bertajuk The 4th International Conference on Language, Literature, and Teaching atau The 4th ICoLLiT 2025 dengan tema “Revitalizing Literacy Culture” pada kamis, (12/6) di gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan […]

  • Diikuti perwakilan dari PDM Se-Jawa Barat, MPI PP Muhammadiyah gelar Akademi Jurnalistik di Sukabumi

    Diikuti perwakilan dari PDM Se-Jawa Barat, MPI PP Muhammadiyah gelar Akademi Jurnalistik di Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukabumi – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jawa Barat menggelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah pada 5-6 Oktober 2024. Bertempat di SD Aisyiah, tepatnya di Jl. Pelabuhan II No.188 Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Akademi Jurnalistik ini diikuti oleh peserta perwakilan dari PDM Muhammadiyah yang ada di Jawa Barat. Turut menjadi narasumber pada […]

expand_less