Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dakwah Kultural Berkemajuan: Batik Bebas sebagai Bahasa Pendidikan di SMP Muhapuja

Dakwah Kultural Berkemajuan: Batik Bebas sebagai Bahasa Pendidikan di SMP Muhapuja

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, BANYUMAS – Pendidikan bagi Muhammadiyah bukan sekadar proses pengajaran, melainkan jalan pencerahan. Spirit itulah yang terus dihidupkan secara konsisten di SMP Muhammadiyah Purwojati melalui kebijakan pemakaian batik bebas dan sepatu bebas setiap hari Rabu bagi seluruh peserta didik. Sebuah kebijakan sederhana, namun sarat makna ideologis dan kultural.

Kebijakan tersebut bukan sekadar variasi seragam, tetapi ikhtiar dakwah kultural yang berakar kuat pada gagasan KH. Ahmad Dahlan tentang pendidikan yang membebaskan dan memuliakan manusia. Sekolah tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan membangun kesadaran, kepekaan sosial, serta menumbuhkan kecintaan pada nilai-nilai kebajikan yang hidup di tengah masyarakat.

Sejak awal, pendidikan Muhammadiyah tidak diarahkan untuk mencetak kepatuhan administratif belaka. KH. Ahmad Dahlan merintis sekolah sebagai ruang pembebasan dari kebodohan dan ketakutan untuk berpikir, sekaligus menjembatani iman dengan realitas kehidupan. Karena itu, setiap kebijakan sekolah sejatinya adalah pernyataan ideologis, bukan semata keputusan teknis.

Di SMP Muhammadiyah Purwojati, kebijakan batik bebas menjadi simbol dakwah kultural. Islam Berkemajuan tidak menafikan budaya, melainkan menyaring, memuliakan, dan mengarahkannya. Agama harus hadir dalam kehidupan nyata, menyapa keseharian, dan memberi makna pada realitas sosial, dan menguatkan identitas kebangsaan.

Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.

“Batik bebas kami maknai sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bahwa Islam tidak bertentangan dengan budaya, sekaligus membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik,” ujar Sekretaris PCM Baturraden tersebut.

Dampak kebijakan ini dirasakan langsung oleh para siswa. Mufida Aulia Zahra, siswi kelas 8 yang mengaku lebih percaya diri dan nyaman mengikuti pembelajaran setiap hari Rabu.
“Kalau pakai batik bebas rasanya lebih santai, tapi tetap sopan. Kami jadi lebih berani tampil dan tidak merasa dibeda-bedakan,” tuturnya.

Sementara itu, kebijakan sepatu bebas ditempatkan dalam bingkai adab dan kesetaraan. Spiritnya sejalan dengan keteladanan KH. AR Fakhruddin yang menekankan kesederhanaan dan empati. Melalui kebijakan ini, siswa diajak memahami bahwa setiap anak datang dari latar belakang yang beragam, dan sekolah adalah ruang bersama yang memuliakan semuanya tanpa kecuali.

Vicky Gonzales, siswa kelas 7B mengaku merasa senang dan bahagia dengan kebijakan penggunaan batik dan sepatu bebas setiap hari Rabu. Menurutnya, suasana sekolah menjadi lebih menyenangkan dan tidak kaku, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri tanpa meninggalkan nilai kerapian dan kebersamaan.

Setiap hari Rabu, suasana sekolah pun menjadi lebih cair dan dialogis, dihiasi ragam motif batik yang dikenakan siswa. Di ruang inilah pendidikan berkemajuan menemukan wujudnya: membahagiakan, memerdekakan, sekaligus mendisiplinkan.

Melalui ikhtiar sederhana namun bermakna ini, SMP Muhammadiyah Purwojati menegaskan kembali pesan para pendiri Muhammadiyah: bahwa pendidikan adalah dakwah paling sunyi namun paling berpengaruh. Dan dari ruang kelas yang ramah serta memuliakan manusia inilah peradaban Islam Berkemajuan terus ditumbuhkan (Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya).

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

    UMS Insight Bahas Hujan Ekstrem dan Banjir Bandang, Pakar Geografi UMS Soroti Rapuhnya Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Anomali iklim yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena hujan ekstrem, banjir bandang, dan potensi bencana hidrometeorologis dinilai bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi berkaitan erat dengan kondisi geografis, perubahan iklim global, serta perilaku manusia dalam mengelola lingkungan. Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. […]

  • Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan saat mengikuti kompetisi di kancah internasional. Dehan, sebuah nama tim yang terdiri dari mahasiswa UMS meraih Gold Medal dalam ajang ASEAN Innovative Science Environmental dan Entrepreneur Fair 2026, yang telah berlangsung pada 9-12 Februari 2026. Tim Dehan di bawah pendampingan dosen Suprapto, […]

  • Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 318
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo kembali berupaya menunjukkan eksistensinya. Dalam rangka pergantian kepengurusan, PD IPM Ponorogo menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IPM XXIII dengan mengusung tema “Inklusivitas Gerakan Menuju Era Baru IPM Ponorogo Maju dan Berkeadaban”. Bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu, (2-3/3/2024). Selain menjadi sarana pergantian kepengurusan, Musyda kali ini […]

  • PWM Lampung Gelar Rakerwil 2026 Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak

    PWM Lampung Gelar Rakerwil 2026 Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan peta jalan strategis menghadapi tantangan tahun 2026. Rakerwil yang berlangsung khidmat ini dihadiri […]

  • Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    Ketum DPD IMM Kaltim Meyakini Prof Abdul Mu’ti Paling Layak Jadi Menteri Pendidikan

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia (RI) terpilih 2024 Prabowo Subianto tengah menyusun kabinet pemerintahan untuk tampuk kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. Dalam proses penyusunan tersebut tentu terdapat beberapa bidang yang menjadi sorotan dan harus dibenahi. Salah satunya, yaitu sektor pendidikan. Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur […]

  • Fajar Riza Ul Haq Hadiri Peluncuran 3 Buku: Masjid Harus Jadi Ruang Transformasi Umat

    Fajar Riza Ul Haq Hadiri Peluncuran 3 Buku: Masjid Harus Jadi Ruang Transformasi Umat

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., hadir sebagai keynote speaker dalam peluncuran dan diskusi buku “Membangun Sekolah Muhammadiyah Berkemajuan Berbasis Masjid” yang digelar di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (18/8). Dalam pidatonya, Fajar menekankan bahwa masjid tidak boleh berhenti hanya sebagai […]

expand_less