Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Arifin Suparman: Muballigh Muhammadiyah Harus Berkarakter, Beretika, dan Beridentitas

Arifin Suparman: Muballigh Muhammadiyah Harus Berkarakter, Beretika, dan Beridentitas

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam paparannya yang inspiratif, Ustadz Arifin menekankan bahwa kekuatan dakwah Muhammadiyah bukan hanya pada isi ceramah, melainkan juga pada karakter dan integritas muballighnya.

Babulu, PPU – Suasana aula SMK Muhammadiyah Babulu, Ahad (26/10/2025), terasa hidup ketika Ketua Majelis Tabligh PWM Kalimantan Timur, Ustadz Arifin Suparman, yang akrab disapa Babe Arifin, memaparkan materi bertajuk “Profil dan Bekal Mubaligh Muhammadiyah.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa muballigh Muhammadiyah bukan sekadar penyampai dakwah, tetapi representasi dari wajah Islam berkemajuan.

“Mubaligh itu bukan hanya bisa berbicara, tapi juga harus menjadi contoh hidup bagi jamaahnya,” tegas Arifin. Ia menambahkan bahwa setiap muballigh harus berpegang teguh pada manhaj Muhammadiyah, yakni berdakwah secara rasional, moderat (wasathiyah), dan berlandaskan Al-Qur’an serta As-Sunnah. “Kalau bukan dengan cara Muhammadiyah, maka itu bukan dakwah Muhammadiyah,” ujarnya disambut tawa ringan para peserta.

Dalam paparannya, Arifin menggambarkan profil ideal muballigh Muhammadiyah yang meliputi 11 ciri utama, mulai dari memahami gerakan Muhammadiyah, ikut mempromosikan amal usaha (AUM), aktif di pengajian dan kegiatan organisasi, hingga memiliki identitas dan rasa bangga terhadap Muhammadiyah. “Minimal hafal lagu Sang Surya dan punya batik Muhammadiyah,” ujarnya dengan gaya khasnya yang komunikatif, memancing gelak tawa peserta.

Namun, di balik suasana santai itu tersimpan pesan serius: muballigh harus beridentitas dan berloyalitas. “Kalau kita mengaku muballigh Muhammadiyah, maka kita harus memperkuat hubungan emosional dan organisatoris dengan persyarikatan,” katanya. Ia juga mengingatkan agar para muballigh tidak mudah mengkritik tokoh-tokoh Muhammadiyah di ruang publik. “Kalau tokoh kita ada kekurangan, doakan, bukan dihujat. Jangan justru membuat gaduh,” pesannya menohok.

Dalam sesi Bekal Mubaligh Muhammadiyah saat Mengisi Pengajian, Arifin menyoroti pentingnya keseimbangan antara isi, sikap, dan penampilan. Ia mengingatkan bahwa muballigh harus mempersiapkan materi dengan baik, berbicara dengan sopan dan sederhana, serta menghindari hal-hal yang menyinggung jamaah. “Kalau kita ngisi pengajian, jangan pakai gaya ceramah yang berlebihan. Sederhana itu elegan,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keikhlasan dan tujuan dakwah yang benar. “Ilmu itu harus lil amal, bukan lil ilmu. Jangan sekadar tahu, tapi harus diamalkan,” katanya. Arifin mencontohkan, dalam menyampaikan ceramah, boleh diselingi humor, tapi tidak boleh berdusta. “Kata Rasulullah, celaka orang yang berdusta hanya untuk membuat orang tertawa,” ungkapnya mengutip hadits.

Selain itu, ia mengingatkan agar muballigh menjaga stabilitas emosi dan fokus. “Minimal tahan 30 menit pertama, jangan emosi kalau jamaah kurang responsif,” ujarnya dengan nada gurau. Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an dan tajwid yang benar. “Mubaligh Muhammadiyah harus bisa baca ayat dengan tartil, karena itu kredibilitas dakwah kita.”

Arifin mengibaratkan muballigh sebagai “manajer spiritual” yang bertugas mengelola hati umat. Karena itu, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), penguasaan audiens, dan pengelolaan waktu sangat penting. “Kalau kita diberi waktu 30 menit, ya gunakan 25 menit untuk isi dan 5 menit untuk penutup, jangan sampai jamaah menunggu waktu shalat karena kita belum selesai,” ujarnya.

Ia juga mendorong penggunaan alat bantu visual atau peraga dalam dakwah, agar jamaah lebih mudah memahami pesan. “Kita hidup di era visual, muballigh juga harus melek teknologi,” katanya.

Materi yang disampaikan Babe Arifin menegaskan kembali pentingnya pembinaan muballigh dan penggiat pengajian dalam tubuh Muhammadiyah. Moderator kegiatan, Ust. Agus Suarto Edy, menyebut bahwa sesi tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dari acara. “Babe Arifin mengingatkan kita bahwa tabligh bukan sekadar ceramah, tapi membentuk karakter umat dan jamaah,” ujarnya.

Dengan gaya khasnya yang lugas dan humoris, Ust. Arifin berhasil menghidupkan semangat peserta. Ia menutup materinya dengan pesan sederhana namun bermakna:

“Jadilah muballigh yang mencerahkan, bukan yang membingungkan. Jadilah muballigh yang membawa manfaat, bukan sekadar popularitas.”(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah: Memompa Kembali Darah Literasi Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 387
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam sekaligus gerakan literat yang diakui di penjuru Nusantara dan dunia. Majalah Suara Muhammadiyah yang eksis sampai satu abad lebih menjadi wujud dan aktualisasi Muhammadiyah dalam dakwah sekaligus aktivitas literasi dari para warga, pengurus hingga denyut nadi akar rumput. Pada hari Sabtu-Minggu [24-25/8/2024], MPI, LBSO dan juga Sarekat […]

  • Legalitas Jadi Fondasi, 60 TPQ Muhammadiyah Banyumas Ikuti Diklat Administrasi

    Legalitas Jadi Fondasi, 60 TPQ Muhammadiyah Banyumas Ikuti Diklat Administrasi

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purwokerto, Banyumas – Upaya mewujudkan tertib administrasi sekaligus memperkuat legalitas kelembagaan terus dilakukan oleh TPQ Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 60 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Muhammadiyah mengikuti Diklat Pendampingan Teknik pendaftaran Izin Operasional (IJOP) serta pemutakhiran data melalui sistem Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Jumat […]

  • HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening KABAR (Kajian Bareng) dengan tema “Muda Beriman Muda Bertaqwa: Kun Mumtazaan Fii Ramadhan” pada Kamis (27/2/2025). Acara yang berlangsung di Masjid Fadhlurrahman Kampus 1 UMS, ini menjadi ajang pembukaan rangkaian kajian yang akan rutin digelar setiap […]

  • Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

    Menyemai Semangat Literasi di Hari Buku Nasional

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah era serba digital, Impian Nopitasari, Dosen Tidak Tetap (DTT) Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), terus menyalakan semangat literasi melalui tulisan dan karya. Tak hanya mengajar di kelas, ia juga produktif menulis dan telah menerbitkan lima buku, yakni Kembang Pasren, Si Jlitheng, Payung Biru Jeta, […]

  • Komitmen Cegah Hoaks dan Judi Online, TIM P2AD UMS Gelar FGD Pembentukan Satgas Literasi Digital di PKBM Cakra Purbalingga

    Komitmen Cegah Hoaks dan Judi Online, TIM P2AD UMS Gelar FGD Pembentukan Satgas Literasi Digital di PKBM Cakra Purbalingga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Upaya pencegahan penyebaran hoaks dan praktik judi online di kalangan remaja dan masyarakat terus diperkuat melalui pendekatan literasi digital berbasis komunitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Literasi Digital (Hoaks & Judi Online) yang diselenggarakan di Gedung PKBM Cakra, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini merupakan […]

  • MEBP PWM Lampung dan DIY Sepakat Bikin Kolaborasi Bisnis, Apa Saja Wujudnya?

    MEBP PWM Lampung dan DIY Sepakat Bikin Kolaborasi Bisnis, Apa Saja Wujudnya?

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 284
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Saat ini memang eranya untuk bekerjasama atau kolaborasi di Muhammadiyah lintas propinsi. Kolaborasi dapat dalam hal apapun, khususnya bidang ekonomi, bisnis dan pariwisata. Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM DIY dan Lampung bersepakat untuk menjajagi kerjasama yang riel dan berkelanjutan. Setidaknya hal tersebut di atas mengemuka saat digelar penyambutan studi tiru […]

expand_less