Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Koordinator SDGs Center UMS Dorong Kader IMM Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

Koordinator SDGs Center UMS Dorong Kader IMM Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong untuk mengambil peran sebagai pemimpin transformasi ekologis yang mampu menghadirkan perubahan mulai dari tingkat individu hingga kebijakan publik.

Pesan tersebut disampaikan Koordinator SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rama Rizana, S.T., M.Sc., saat menjadi narasumber dalam Studium Generale Darul Arqam Madya (DAM) Nasional PC IMM Kota Salatiga bertajuk “Manifesto Ekologis IMM: Reartikulasi Peran Kader Madya sebagai Pemimpin Transformasi Ekologis”, di Ruang Mini Teater Bung Karno DPRD Kota Salatiga.

Rama mengajak peserta untuk merefleksikan bahwa berbagai bencana ekologis, seperti banjir, deforestasi, hingga penumpukan sampah, tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia. Menurutnya, setiap individu memiliki kontribusi terhadap kondisi lingkungan, baik melalui penggunaan plastik sekali pakai, konsumsi energi, maupun kebiasaan sehari-hari.

“Krisis lingkungan sesungguhnya bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan cara berpikir manusia. Ketika pola pikirnya berubah, maka perilaku dan kebijakan yang dihasilkan juga akan berubah,” ungkapnya, Senin, (6/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam perspektif Islam, manusia bukan pemilik bumi, melainkan khalifah yang diberi amanah untuk menjaga dan memelihara ciptaan Allah. Rama mengutip kandungan QS. Al-Baqarah ayat 30 dan QS. Ar-Rum ayat 41 sebagai landasan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat ulah manusia sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk memperbaikinya.

Menurutnya, paradigma tersebut harus menjadi fondasi gerakan kader IMM dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

“Kita bukan sedang mewarisi bumi dari generasi sebelumnya, tetapi meminjamnya dari generasi yang akan datang. Karena itu, tugas kita bukan mengeksploitasi, melainkan menjaga titipan Allah,” tegasnya.

Rama juga memperkenalkan peran SDGs Center UMS sebagai pusat integrasi berbagai program keberlanjutan di lingkungan universitas. Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian, hingga pemberitaan di UMS diarahkan agar selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, perguruan tinggi kini tidak lagi hanya dinilai dari jumlah lulusan atau publikasi ilmiah, tetapi juga dari dampaknya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks IMM, Rama menekankan bahwa kader madya memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui perubahan gaya hidup ramah lingkungan, penyelenggaraan program edukasi ekologis, advokasi kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia mencontohkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan IMM Kota Salatiga melalui Sekolah Ekologis, konservasi mata air, penanaman pohon, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas. Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Rama juga mengangkat kisah penerima Nobel Perdamaian asal Kenya, Wangari Maathai, yang memulai gerakan penanaman pohon dari satu langkah sederhana hingga berhasil menginspirasi penanaman puluhan juta pohon.

“Perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan gerakan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Melalui studium generale yang dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026), Rama berharap kader IMM mampu mengartikulasikan kembali perannya sebagai pemimpin transformasi ekologis yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan di tengah masyarakat.

“Manifesto ekologis bukan sekadar dokumen atau slogan, melainkan komitmen untuk menghadirkan kepemimpinan yang berpihak pada keberlanjutan, keadilan ekologis, dan masa depan bumi,” pungkasnya.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Mega Syariah Bersama Lazismu Balikpapan Salurkan Zakat Korporasi

    Bank Mega Syariah Bersama Lazismu Balikpapan Salurkan Zakat Korporasi

    • calendar_month Minggu, 9 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 997
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan- Dihari ke 27 Ramadan 1442 H, kepedulian Bank Mega Syariah terhadap masyarakat sekitar perusahaan terus ditingkatkan. Ahad (9/5), bersama Lazismu Balikpapan membagikan puluhan paket sembako kepada kaum dhuafa di sekitar lingkungan kedua perusahaan melalui program bertajuk Mega Syariah Berbagi Kebahagian Ramadhan Untuk Negeri. Bertempat di Kantor Lazismu Balikpapan, Jalan Pangeran Antasari, Rt 10 […]

  • Terampil dan Kreatif! LKSA Panti Asuhan Aisyiyah Grogol Sukses Selenggarakan Workshop

    Terampil dan Kreatif! LKSA Panti Asuhan Aisyiyah Grogol Sukses Selenggarakan Workshop

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – LKSA Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Grogol telah sukses menyelenggarakan Workshop Membangun Keterampilan Berpikir Kreatif pada Senin-Rabu, 18-20 Desember 2023 bertempat di Aula LKSA Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Grogol. Acara yang dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari seluruh anak panti asuhan puteri, pengurus dan pengelola panti asuhan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang […]

  • Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Dalam rangka membangun mindset entrepreneur di kalangan mahasiswa, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan Seminar Nasional dengan tajuk “Membangun Mindset Entrepreneur di Era Disrupsi Strategi Inovasi, Pengambilan Risiko, dan Pendekatan Solutif untuk Mewujudkan Ekonomi Islam Berkelanjutan.” “Tema ini dimaksudkan untuk menanamkan mindset entrepreneur yang inovatif dan dinamis serta sesuai dengan […]

  • Musykerwil PWNA Kalsel 2026 Tekankan Sinergi dan Penguatan Jejaring Organisasi

    Musykerwil PWNA Kalsel 2026 Tekankan Sinergi dan Penguatan Jejaring Organisasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarmasin – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) pada Ahad, (05/04) sebagai momentum memperkuat arah gerak organisasi ke depan. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti kader dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring. Musykerwil tersebut menjadi ruang strategis bagi PWNA Kalimantan Selatan dalam merumuskan program kerja […]

  • Ketua PWM Jateng Tegaskan Perbedaan Syariah dan Fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah

    Ketua PWM Jateng Tegaskan Perbedaan Syariah dan Fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KLATEN – Materi Fiqih Prioritas dari ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., dalam rangkaian Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara syariah dan fikih sebagai dasar pengambilan sikap keagamaan dan keputusan Persyarikatan. Pemahaman ini dinilai krusial dalam menjaga nalar Islam berkemajuan di tengah dinamika […]

  • Kader PK IMM Buya Hamka FAI UMP Ikuti Huffaz Leadership Camp 2026, Bawa Semangat Qur’ani ke Kancah Internasional

    Kader PK IMM Buya Hamka FAI UMP Ikuti Huffaz Leadership Camp 2026, Bawa Semangat Qur’ani ke Kancah Internasional

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kader Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Buya Hamka, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Safina Yasmin El-Fausta (Kabid RPK), Salma Ramadhani (Sekbid Kaderisasi), dan Anindya Belva Umaro (Bidang Immawati), serta demisioner PK IMM Buya Hamka Haidar Abdussalam, Najwa Khilda, dan rekan Husain Ubaidillah turut ambil bagian dalam Huffaz Leadership Camp 2026 yang diselenggarakan oleh […]

expand_less