Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BATIKALIVE, Inovasi Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan Nasional

BATIKALIVE, Inovasi Mahasiswa UMS Raih Tiga Penghargaan Nasional

  • account_circle Alvian
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Inovasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dengan Augmented Reality (AR) untuk edukasi batik mengantarkan lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam PENA Essay Nasional 3 di Politeknik TEDC Bandung. Melalui BATIKALIVE, mereka meraih Juara Umum 2, Gold Medal, dan Juara Favorit Poster.

Tim tersebut terdiri atas Nico Dzaky Luthfan Saputra, Balqis Naila Ahmad, Cheyzha Putri Chantya, Riyan Mardanil, dan Aisyah Aminahnur Mahmudah. Mereka mengembangkan gagasan aplikasi edukasi dan wisata budaya batik melalui karya berjudul “BATIKALIVE: Transformasi Edukasi dan Wisata Budaya Batik melalui Teknologi Artificial Intelligence dan Augmented Reality Berbasis Realtime Interactive System”.

Nico Dzaky Luthfan Saputra menjelaskan, BATIKALIVE dirancang untuk membantu generasi muda mengenal batik secara lebih interaktif. Gagasan itu berangkat dari pengamatan tim bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan sejarah, asal daerah, dan filosofi yang belum tentu dipahami penggunanya. Sementara itu, edukasi batik di museum, galeri, dan sentra batik masih banyak mengandalkan teks serta gambar.

“Melalui BATIKALIVE, kami ingin menghadirkan cara mengenal batik yang lebih interaktif. Pengguna dapat mempelajari nama motif, asal daerah, dan filosofi batik melalui teknologi yang dekat dengan kehidupan generasi muda,” kata Nico, Senin (12/10/2026).

Dalam rancangan aplikasi tersebut, Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk mengenali pola motif batik melalui kamera ponsel dan menampilkan informasi terkait. Adapun fitur Augmented Reality (AR) guna untuk menghadirkan pengalaman visual interaktif, termasuk fitur virtual try-on yang memungkinkan pengguna mencoba tampilan produk batik secara virtual sebelum membelinya.

Tim juga merancang sejumlah fitur pendukung, seperti Explore untuk mengenal batik dari berbagai daerah, Museum Virtual untuk melihat koleksi batik secara digital, serta Batik Passport yang menggunakan sistem poin, level, dan badge. Selain itu, Smart Tourism Map dirancang untuk membantu pengguna menemukan destinasi wisata budaya, sedangkan marketplace UMKM menghubungkan pengguna dengan produk pengrajin lokal.

Pengembangan BATIKALIVE dimulai dengan mengidentifikasi persoalan pelestarian budaya, menyusun konsep aplikasi, merancang fitur utama, dan menyiapkan prototipe. Konsep tersebut kemudian dituangkan dalam esai dan dipresentasikan dalam kompetisi. Nico mengungkapkan, tim sempat merasa pesimistis ketika melihat gagasan peserta lain. Untuk memperkuat penyampaian ide, mereka memadukan drama singkat dengan demonstrasi prototipe di hadapan juri hingga melaju ke grand final bersama delapan tim lainnya.

“Proses kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi kami, mulai dari diskusi dan penyusunan esai hingga menyiapkan presentasi. Kami berusaha menyampaikan gagasan BATIKALIVE dengan cara yang menarik agar konsep dan fitur yang dirancang dapat dipahami juri,” ujar Nico.

Saat ini, BATIKALIVE masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tim berencana menyempurnakan fitur pengenalan motif berbasis AI, pengalaman interaktif berbasis AR, serta basis data motif batik Indonesia yang dilengkapi informasi sejarah dan filosofi terverifikasi. Mereka juga merencanakan uji coba di sejumlah sentra batik, seperti Solo, Yogyakarta, Pekalongan, dan Cirebon, dengan menjajaki kolaborasi bersama pengrajin, UMKM, pengelola museum, serta pengelola destinasi wisata budaya.

Ke depan, tim berharap BATIKALIVE dapat terintegrasi dengan museum, kampung batik, desa wisata, dan pusat edukasi budaya di berbagai daerah. Pengembangan tersebut masih memerlukan penyempurnaan teknologi, validasi informasi budaya, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Tim berharap BATIKALIVE dapat menjadi salah satu upaya mengenalkan kekayaan batik Indonesia melalui pendekatan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap BATIKALIVE dapat menjadi salah satu upaya pelestarian batik yang menghubungkan generasi muda dengan budaya Indonesia melalui teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman,” tutur Nico. (Alvian/Humas)

  • Penulis: Alvian
  • Editor: Gandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PD IPM Sukoharjo Siapkan Fasilitator Fortasi sebagai Fasilitator Berdampak melalui Pelatihan Fasilitator Fortasi 2025

    PD IPM Sukoharjo Siapkan Fasilitator Fortasi sebagai Fasilitator Berdampak melalui Pelatihan Fasilitator Fortasi 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Sukoharjo sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fasilitator Fortasi (PFF) , dengan tujuan mempersiapkan Fasilitator Fortasi untuk Sekolah Muhammadiyah di Sukoharjo, kegiatan tersebut bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan terlaksana pada Hari Jum’at, 4 Juli 2025 (4/7/2025). Kegiatan yang diikuti oleh 37 peserta dari beberapa […]

  • Καθημερινές προσφορές και επιστροφές μετρητών από το Casinia Casino στην Ελληνική επικράτεια

    Καθημερινές προσφορές και επιστροφές μετρητών από το Casinia Casino στην Ελληνική επικράτεια

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Την περασμένη εβδομάδα, παρατηρήσαμε πώς το Casinia Casino στην Ελλάδα προσέφερε μια γενναιόδωρη προσφορά cashback που μετέτρεψε τις απώλειες σε νέες ευκαιρίες. Αν σκέφτεστε πώς τέτοιες προσφορές θα ενισχύουν το παιχνίδι σας, βρίσκεστε στο σωστό μέρος. Αυτά τα εβδομαδιαία κίνητρα και οι μοναδικές ευκαιρίες cashback δεν είναι μόνο κίνητρα – είναι εργαλεία που ενισχύουν τις […]

  • Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Maarif House menggelar diskusi seri keempat bertema Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik. Salah satu penyataan yang muncul adalah kebutuhan akan pemimpin yang mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang kuat. KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta, Rabu (11/9/2024) Maarif Institute menggelar sebuah diskusi terbatas dan mendalam tentang “Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik”. Di […]

  • Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pelatihan “Pelatihan Best Practice dalam Pembelajaran” bagi para guru SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kartasura. Kegiatan ini merupakan bagian dari RPPS Prodi guna meningkatkan kompetensi guru-guru Muhammadiyah di Kartasura. Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang […]

  • Layanan Pendidikan Anak Inklusif Sobat Ceria UMS Sabet Juara 3 KMI Expo 2025

    Layanan Pendidikan Anak Inklusif Sobat Ceria UMS Sabet Juara 3 KMI Expo 2025

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Sobat Ceria mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali mengharumkan nama almamater dengan meraih Juara 3 dalam kategori Bisnis Usaha Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI Tahun 2025 di Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, 19–21 November 2025. Ajang […]

  • Kaderisasi? Kebutuhan atau Keharusan ?

    Kaderisasi? Kebutuhan atau Keharusan ?

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 980
    • 0Komentar

    *Oleh : Naufal Febrian Dalam sebuah kisah diterangkan seorang kakek yang sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu, seorang raja lewat dan melihat kakek yang sedang menanam tersebut. Dengan rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang […]

expand_less