Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi dan dijalani oleh Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Perjalanan Rudi di Muhammadiyah dimulai dari bawah. Pada 2016, ia diminta mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kepulauan Mentawai. Saat itu, Muhammadiyah di Mentawai masih berjalan terseok, dengan pergerakan yang belum tertata dan minim kader yang memahami ideologi persyarikatan.

“Tahapan awal itu lebih banyak belajar dan menguatkan diri. Muhammadiyah di Mentawai belum solid, tapi saya yakin kalau dikelola dengan sabar, perlahan bisa bangkit,” ujar Rudi pada Ahad (14/12/2025).

Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tahun 2019, keterlibatannya dalam pengelolaan organisasi semakin intens. Pada 2022, ia dipercaya menjadi Bendahara PDM Kepulauan Mentawai, posisi yang membuatnya memahami secara langsung kondisi riil persyarikatan, mulai dari keterbatasan keuangan hingga persoalan aset yang belum tertata dengan baik. Puncaknya, pada Musyawarah Daerah ke-4 tahun 2023 sekaligus Musyawarah pertama PDM Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan di Kepulauan Mentawai, Rudi dipilih sebagai Ketua PDM Kepulauan Mentawai hingga sekarang.

Muhammadiyah dan Panggilan Dakwah di Daerah Minoritas

Bagi Rudi, motivasi menghidupkan Muhammadiyah di Mentawai berangkat dari keyakinan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar yang harus memberi manfaat nyata.

“Muhammadiyah harus hadir memberi nilai manfaat, apalagi di daerah minoritas Islam seperti Mentawai. Kita tidak bisa hanya bicara, tapi harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh umat,” tegasnya.

Ia memandang Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan umat. Melalui pendekatan sosial, edukatif, dan keumatan, Muhammadiyah diharapkan menjadi wadah pembinaan umat serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi Muslim Mentawai.

Membenahi Organisasi yang Pernah Vakum

Saat Rudi terpilih sebagai ketua, kondisi Muhammadiyah Mentawai menghadapi banyak persoalan. Pergerakan persyarikatan sempat vakum dan kurang terkelola, konflik kepengurusan masa lalu meninggalkan dampak psikologis, dan Muhammadiyah kurang mendapatkan simpati masyarakat meskipun memiliki nama besar secara nasional.

Aset persyarikatan tidak tertata dengan baik, amal usaha Muhammadiyah bahkan tidak sepenuhnya dikelola oleh kader sendiri. Jumlah kader yang memahami ideologi Muhammadiyah sangat terbatas, sementara tertib administrasi dan dokumentasi organisasi masih lemah. Kondisi diperparah dengan unsur pimpinan yang lebih banyak tinggal di luar Mentawai, sehingga koordinasi dan rapat tidak berjalan optimal.

“Kami jujur melihat kondisi apa adanya. Muhammadiyah besar di luar Mentawai, tapi di Mentawai justru kurang terasa. Ini yang harus kami benahi satu per satu,” kata Rudi.

Konsolidasi dan Ideologi sebagai Kunci

Langkah pertama yang ditempuh Rudi adalah konsolidasi internal dan penguatan ideologi Muhammadiyah. Ia meyakini bahwa organisasi tidak akan bergerak tanpa pemahaman ideologis yang kuat.

“Kader harus paham dulu ideologi Muhammadiyah. Kalau ideologi kuat, gerakan akan hidup meski dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Pengkaderan dilakukan sejak dini, salah satunya dengan mendorong kader muda untuk menuntut ilmu di pondok pesantren Muhammadiyah. Pengajian-pengajian Muhammadiyah diaktifkan kembali sebagai ruang pembinaan, dialog, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Pembinaan Mualaf sebagai Fokus Keumatan

Di Mentawai, pembinaan mualaf menjadi perhatian serius. Sebelum ada upaya terstruktur, pembinaan mualaf berjalan tidak terkoordinasi, tidak berkelanjutan, dan belum didukung data yang valid. Padahal, jumlah mualaf terus meningkat karena berbagai faktor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga perkawinan.

“Mualaf adalah umat yang paling rentan. Kalau tidak kita dampingi, mereka sangat mudah goyah. Karena itu pembinaan mualaf menjadi fokus utama Muhammadiyah di Mentawai,” jelas Rudi.

Muhammadiyah kemudian menghadirkan da’i di setiap amal usaha untuk mendampingi dan membina umat, termasuk para mualaf. Strateginya tidak hanya penguatan akidah, tetapi juga penguatan ekonomi melalui gerakan mualaf berdaya.

“Kita ingin mualaf merasa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, bukan beban. Keyakinan harus dikuatkan, tapi ekonomi juga harus diperhatikan,” tambahnya.

Dakwah dengan Ikhlas di Daerah 3T

Menggerakkan Muhammadiyah di daerah 3T seperti Mentawai menuntut keikhlasan dan kesabaran. Keterbatasan dana, akses yang sulit, serta kondisi umat sebagai minoritas adalah tantangan nyata.

“Muhammadiyah tidak menjanjikan gaji atau imbalan materi. Yang kita harapkan hanya rida dan pahala dari Allah SWT. Ini kerja ikhlas,” tutur Rudi.

Kehadiran Dai LDK Muhammadiyah di Kepulauan Mentawai

Ia berpesan kepada kader Muhammadiyah di pelosok agar tetap istiqamah berjihad di jalan dakwah, sabar dalam pendampingan mualaf, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan terus memberi manfaat bagi umat.

Bagi Rudi, momen paling berkesan adalah ketika Muhammadiyah mampu melebur dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Muhammadiyah harus hadir membawa keberkahan, bukan hanya untuk umat Islam, tapi juga bagi masyarakat luas. Mentawai adalah bagian dari Sumatera Barat, tanah lahirnya Muhammadiyah. Sudah seharusnya Muhammadiyah hidup dan berdaya di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN MAs Kelompok 53 Gelar Edukasi PHBS bagi Siswa MI Raden Patah

    KKN MAs Kelompok 53 Gelar Edukasi PHBS bagi Siswa MI Raden Patah

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MALANG – Suasana ceria dan penuh semangat tampak mewarnai ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raden Patah, Dusun Lebo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Jumat (14/8/2026). Bagaimana tidak, sebanyak 53 siswa yang terdiri dari kelas 5C dan 5D mengikuti kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Misi Anak Sehat: Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di […]

  • GGBet Casino: Aktuelle Promotions für treue Spieler

    GGBet Casino: Aktuelle Promotions für treue Spieler

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Das ggbet Casino hat sich einen Namen in der Online-Gaming-Branche gemacht, indem es Spielern ein aufregendes und sicheres Spielerlebnis bietet. Die Plattform richtet sich an unterschiedliche Spielertypen und hebt sich durch ihre attraktiven Promotions und Loyalitätsprogramme hervor, die insbesondere treue Spieler belohnen. In diesem Artikel werden die aktuellen Aktionen des GGBet Casinos für loyale Nutzer […]

  • Tim PkM-KI UMS Dampingi Pembelajaran Bahasa Arab di Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia

    Tim PkM-KI UMS Dampingi Pembelajaran Bahasa Arab di Sanggar Bimbingan Gombak Utara Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pendampingan pembelajaran bahasa Arab bagi anak-anak di Sanggar Bimbingan (SB) Gombak Utara, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung pada 13–21 Agustus 2025 dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Ketua Tim PkM, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan […]

  • Kopdar SUMU Pati Batch 5 Hadirkan Pengusaha Inspiratif dengan Usaha yang Mendunia

    Kopdar SUMU Pati Batch 5 Hadirkan Pengusaha Inspiratif dengan Usaha yang Mendunia

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID, Pati – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pati kembali menggelar kegiatan Kopdar Batch 5 yang berlangsung meriah dan penuh inspirasi pada Sabtu (27/9/25). Acara yang dibuka secara resmi oleh Ketua Korda SUMU Pati, Dede Hermawan, ini dihadiri sekitar 50 anggota SUMU dengan antusiasme tinggi untuk belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas jejaring usaha. Dalam sambutannya, Dede […]

  • Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    Golden Ticket Menuju Surga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Kolaborasi PR IPM Blimbingrejo & PR IPNU IPPNU Blimbingrejo

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 6 Maret 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Blimbingrejo berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Blimbingrejo menggelar kegiatan berbagi takjil dengan tema “Setetes Berkah, Ramadhan Menjadi Indah.” Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat kepedulian terhadap […]

  • Raskere Transaksjoner: Red Casino Øker Fart på Håndtering i Norge

    Raskere Transaksjoner: Red Casino Øker Fart på Håndtering i Norge

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    For norske spillere er det ikke noe som forstyrrer stemningen like fort som å måtte vente på penger https://red-casino.eu/no-no. Enten det gjelder å sette inn for å spille eller å ta ut en gevinst, regner man at det skal gå fort. Red Casino har lagt denne forventningen til grunn for en stor oppgradering av alle […]

expand_less