BeritaJakarta

Deklarasi Lintas Iman di Terowongan Silaturahim, Seruan Kaum Muda untuk Keadilan Iklim dan Kesetaraan Gender

KABARMUH.ID, Jakarta – Terowongan Silaturahim yang menghubungkan dua rumah ibadah besar di Jakarta, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi saksi lahirnya komitmen bersejarah kaum muda lintas iman dalam menghadapi krisis iklim dan ketidaksetaraan gender. Dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang digelar Sabtu (5/7), para pemuda menyuarakan tekadnya melalui Deklarasi Orang Muda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim dan Gender.

Deklarasi ini menjadi inti dari rangkaian aksi damai yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Pusat, dan GreenFaith Indonesia. Berjalan kaki dari Gereja Katedral menuju Pura Adhitya Jaya Rawamangun dengan singgah di Masjid Istiqlal, para peserta menyampaikan pesan bahwa krisis iklim adalah panggilan moral yang menuntut solidaritas lintas iman, generasi, dan kondisi.

Deklarasi yang dibacakan di dalam Terowongan Silaturahim — simbol konektivitas antariman — memuat empat komitmen utama:

  1. Transformasi ekologis yang inklusif, melalui pembangunan ruang terbuka hijau, transisi energi bersih, dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

  2. Penguatan kepemimpinan inklusif dalam aksi iklim, termasuk menyediakan ruang aman dan peningkatan kapasitas kepemimpinan ekologis yang inklusif dan setara gender.

  3. Solidaritas lintas iman untuk bumi, dengan membangun jejaring rumah ibadah ramah lingkungan dan edukasi berbasis nilai spiritual dalam aksi bersama.

  4. Perlindungan kelompok rentan, khususnya difabel, agar berdaya menghadapi dampak krisis iklim.

Pembacaan deklarasi ini menjadi puncak kegiatan yang menegaskan bahwa perjuangan iklim bukan semata soal data dan teknologi, tetapi soal keadilan sosial, partisipasi inklusif, dan kesadaran spiritual. Komitmen ini juga menempatkan kaum muda, perempuan, dan penyandang disabilitas sebagai aktor utama dalam perubahan.

“Walk for Peace and Climate Justice bukan hanya simbol, tetapi langkah awal membangun harapan di tengah krisis. Inilah jubile, tahun pengharapan, yang harus kita isi bersama dengan aksi nyata,” ujar Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus Koordinator Nasional GreenFaith Indonesia.

Terowongan Silaturahim — sebuah ruang simbol persatuan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Selain deklarasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran para tokoh lintas agama yang memberikan pesan damai dan seruan keberlanjutan. Romo Macarius Maharsono Probho, SJ, menyatakan, “Pancasila adalah napas bersama kita. Gerakan kecil seperti ini harus terus dihidupkan agar kemanusiaan yang adil dan beradab tidak hanya menjadi jargon, tetapi denyut nadi kehidupan sehari-hari.”

Fajri Hidayatullah dari HIDIMU menambahkan pentingnya keterlibatan difabel dalam gerakan keadilan iklim. “Bicara keadilan tidak hanya menyangkut mereka yang normal, tetapi juga saudara-saudara kita yang istimewa. Sahabat difabel harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Dukungan konkret terhadap aksi ramah lingkungan juga ditunjukkan oleh berbagai rumah ibadah. Gereja Katedral telah memanfaatkan 30 persen energi dari PLTS, Masjid Istiqlal menggunakan panel surya dan mendaur ulang air wudlu, sementara Pura Adhitya Jaya menekankan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Inisiatif ini sejalan dengan misi Ford Foundation untuk mewujudkan keadilan sosial dan keadilan iklim. Semoga kita bisa menciptakan bumi yang lebih damai dan inklusif,” ujar Farah Sofa dari Ford Foundation yang turut mendukung kegiatan ini.

Kegiatan Walk for Peace and Climate Justice diselenggarakan dengan dukungan dari Ford Foundation, UHAMKA, RSI Jakarta Cempaka Putih, serta para tokoh lintas agama. Deklarasi di Terowongan Silaturahim menjadi pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang diisi dengan semangat persatuan, keadilan, dan keberpihakan kepada yang lemah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button