BeritaJogjakarta

Dosen Farmasi UMY Edukasi Apotek Hidup dan Teknologi Hijau di Bantul

KABARMUH.ID, BANTUL – Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. apt. Rahma Artemisia, S.Farm., M.Sc., Apt., menggelar pelatihan Apotek Hidup dan pengenalan teknologi hijau ramah lingkungan kepada masyarakat di Gadingharjo, Sanden, Bantul, Ahad (12/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus mendorong penerapan teknologi hijau melalui pembuatan balsam aromaterapi berbahan alami.

Rahma Artemisia menjelaskan bahwa program bertajuk “Edukasi Apotek Hidup dan Pengenalan Teknologi Hijau Ramah Lingkungan melalui Pembuatan Balsam Aromaterapi Berbasis Bahan Alami” dilaksanakan sebagai respons terhadap masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga dan penerapan teknologi hijau dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Edukasi Apotek Hidup dan Pengenalan Teknologi Hijau Ramah Lingkungan melalui Pembuatan Balsam Aromaterapi Berbasis Bahan Alami,” ujar Rahma Artemisia.

Menurutnya, tanaman obat keluarga yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah memiliki potensi besar sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga. Selain aman dan ramah lingkungan, tanaman tersebut juga dapat diolah menjadi produk kesehatan yang memiliki nilai ekonomi sehingga berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai jenis tanaman obat keluarga, manfaatnya bagi kesehatan, serta teknik budidaya dan pemanfaatannya. Tidak hanya menerima materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik langsung membuat balsam aromaterapi dengan menerapkan prinsip teknologi hijau melalui penggunaan bahan-bahan alami yang aman dan minim limbah.

Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada proses formulasi sederhana, pemilihan bahan baku, teknik pembuatan, hingga pengemasan produk. Pendekatan praktik dipilih agar masyarakat dapat mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri di rumah sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk herbal.

Rahma menuturkan, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yang diukur melalui pelaksanaan pretest dan posttest. Selain itu, program juga bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah bahan alami menjadi balsam aromaterapi, menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan, serta mendorong pengurangan limbah rumah tangga melalui penerapan konsep teknologi hijau.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Gadingharjo Sanden dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra pengabdian. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi interaktif, penyampaian pertanyaan, hingga mengikuti seluruh rangkaian praktik pembuatan balsam aromaterapi.

Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai solusi kesehatan yang mudah diterapkan, berkelanjutan, serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UMY sebagai bagian dari upaya menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button