BeritaFeaturedJabar

Eco Bhinneka Campaigners Community Bangun Katalisator Gerakan Kebhinnekaan

KABARMUH.ID, Bandung – Semangat kolaborasi lintas komunitas dan kepedulian terhadap lingkungan hidup digerakkan kembali dalam kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community bertema “Katalisator Gerakan Kebhinnekaan” pada Minggu, 10 Mei 2026.

Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 10 Mei 2026 di Kampus 4 Universitas ‘Aisyiyah Bandung ini, menghadirkan 20 orang peserta yang berasal generasi muda lintas komunitas.

Melalui forum ini, peserta diharapkan mampu memperkuat pemahaman tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB), keadilan iklim, serta perspektif ekofeminisme.

Kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan kapasitas peserta sebagai campaigner muda yang mampu merancang dan menjalankan kampanye toleransi serta aksi ekologis di komunitas masing-masing.

Mayoritas peserta merupakan anak muda berusia dibawah 25 tahun yang aktif dan isu sosial, keberagaman, dan lingkungan hidup.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Iu Rusliana, M.,Si. selaku Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Dr. Ami Kamila, S.,ST.,M.Kes. selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Riset Universitas ‘Aisyiyah Bandung, dan Dzikrina Farah Adiba selaku Manager Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dalam _keynote speech_-nya, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community yang melibatkan banyak anak muda sebagai peserta.

“Ruang-ruang pembelajaran seperti ini penting untuk memperkuat nilai ideologis, toleransi dan kepedulian sosial sejak usia muda. Ini keren banget,” sambutnya.

Ia juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penggerak nilai-nilai kebhinnekaan di tengah tantangan sosial dan krisis lingkungan yang terus berkembang.

“Saya percaya masa depan itu dipegang oleh anak muda dan itu menjadi komitmen besar yang harus dijaga”, tambahnya.

Dalam sambutannya Dr.Ami Kamila, S.ST.,M.,Kes. selaku Wakil Rektor 1 Universitas ‘Aisyiyah Bandung menekankan pentingnya ruang pembelajaran yang mampu melahirkan agen perubahan sosial di kalangan mahasiswa dan pemuda lintas komunitas atau lintas iman.
“Perubahan dasar selalu dimulai dari kegiatan kecil yang berkelanjutan,”ujarnya.

Ia juga mengapresiasi hadirnya forum lintas komunitas yang memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi generasi muda dalam merawat keberagaman dan kepedulian lingkungan.

Dzikrina Farah Adiba, selaku Manager Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah, menyampaikan bahwa krisis iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca, polusi, dan cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperbesar ketidakadilan sosial. Karena itu, Eco Bhinneka Muhammadiyah hadir dengan pendekatan ecofeminisme yang mendorong kepemimpinan perempuan sebagai kelompok rentan sekaligus aktor penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Melalui pendekatan ecofeminisme, kami ingin mendorong perempuan tidak hanya sebagai kelompok yang terdampak krisis iklim, tetapi juga sebagai penggerak dalam merawat lingkungan dan membangun ketahanan masyarakat,” ujarnya.

Fadhil Azhar selaku Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Jawa Barat, berharap kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ruang bersama bagi anak muda lintas iman untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan, mempererat kebersamaan, serta membangun gerakan yang mendorong keadilan iklim dan semangat keberagaman.

Kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community menjadi salah satu langkah kolaboratif dan mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, inklusif, dan aktif merawat bumi serta keberagaman sosial di Indonesia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button