
KABARMUH. ID, PROBOLINGGO – 17 Juli 2026 – bertempat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Purut 1, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi dan Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik, Anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Kegiatan berskala lokal ini diinisiasi dan diselenggarakan sepenuhnya oleh mahasiswa Kelompok 09 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) sebagai bentuk respons nyata dan kontribusi aktif terhadap permasalahan pengelolaan lingkungan hidup yang kian mendesak di wilayah setempat. Rangkaian acara ini ditujukan secara khusus kepada siswa-siswi kelas 3 dan 4 SD Negeri Purut 1 guna menumbuhkan kesadaran kolektif sejak dini, mengubah perilaku konsumtif, serta memberikan pemahaman yang mendalam mengenai urgensi pemilahan sampah yang dimulai dari hulu, yaitu dari lingkup terkecil atau rumah tangga masing-masing peserta.
Sesi edukasi diawali dengan pemaparan materi yang dikemas secara menarik melalui presentasi Power Point (PPT) interaktif mengenai kondisi darurat sampah global maupun lokal, lengkap dengan data visual mengenai volume timbulan sampah harian. Untuk memperkuat pemahaman visual para siswa, narasumber dari Kelompok 09 juga menampilkan tayangan video edukasi dari YouTube yang menggambarkan dampak buruk penumpukan limbah terhadap ekosistem bumi. Melalui media PPT dan video tersebut, narasumber mengupas tuntas perbedaan karakteristik dan bahaya dari tiga jenis kategori pemilahan sampah. Pertama, sampah organik yang meliputi sisa makanan dan dedaunan yang dapat terurai alami menjadi kompos. Kedua, sampah anorganik seperti botol plastik dan kaleng yang sulit terurai namun memiliki nilai sirkular ekonomi jika didaur ulang. Ketiga, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti baterai bekas, lampu, atau kemasan detergen yang mengandung zat kimia berbahaya dan membutuhkan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Anak-anak kelas 3 dan 4 terlihat sangat bersemangat mengikuti materi, menyimak setiap penjelasan visual dengan antusias, dan mulai memahami dengan baik mengenai pentingnya memisahkan ketiga kategori sampah tersebut agar tidak menumpuk begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Guna memastikan bahwa pemahaman teoretis yang telah disampaikan dapat diinternalisasi secara konkret, agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi interaktif dan praktik langsung menggunakan metode learning by doing. Dalam sesi ini, panitia menyediakan berbagai sampel sampah domestik yang biasa dijumpai di lingkungan sekitar dan meminta para siswa untuk langsung mengklasifikasikannya ke dalam tiga wadah atau kotak sampah yang telah disiapkan sesuai dengan kodenya. Suasana kelas menjadi sangat hidup dan kompetitif yang sehat, bahkan salah satu perwakilan siswa kelas 4 spontan berseru dengan gembira di tengah simulasi, “Seru banget! Sekarang aku jadi tahu kalau baterai bekas gak boleh dicampur sama kulit pisang karena berbahaya!” Untuk mengapresiasi keaktifan dan keberanian para siswa dalam menjawab berbagai pertanyaan evaluasi yang diberikan setelah menonton video dan materi PPT, Kelompok 09 memberikan reward kreatif berupa gantungan kunci unik yang diproduksi secara mandiri dari limbah tutup botol plastik yang telah disiapkan sebelumnya. Pemanfaatan limbah tutup botol ini sekaligus menjadi contoh nyata bagi anak-anak bahwa barang yang dianggap sampah pun bisa diubah menjadi produk baru yang bernilai guna.
Rangkaian kegiatan edukasi ini kemudian diakhiri dengan evaluasi bersama dan sesi dokumentasi. Sebelum menutup acara secara resmi, perwakilan dari Kelompok 09 KKN UMSURA memberikan pesan penutup yang membakar semangat seluruh peserta, “Melalui edukasi ini, kami berharap kalian bisa memilah sampah dengan benar mulai hari ini, baik di sekolah maupun di rumah, demi masa depan bumi kita yang lebih bersih.” Pihak sekolah SD Negeri Purut 1 menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, dengan harapan kesadaran lingkungan yang telah tertanam pada siswa-siswi kelas 3 dan 4 dapat terus diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari dan ditularkan kepada lingkungan keluarga mereka
Editor: Muhammad Farhan



