
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan expo kewirausahaan bertajuk Panoramma (Pasar Inovasi Rancangan Mahasiswa Manajemen). Acara dilaksanakan pada Senin & Selasa, 2 & 3 Juni di Lapangan Psikologi Kampus 2 UMS.
Acara ini menjadi ajang tahunan untuk menampilkan produk inovatif hasil rancangan mahasiswa dalam mata kuliah Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan diikuti lebih dari 500 mahasiswa yang terbagi dalam 92 kelompok.
Kepala Program Studi Manajemen FEB UMS, Dr. Rini Kuswati, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan momen ini sebagai pengalaman nyata membangun jiwa kewirausahaan.
“Kembangkan jaringan, bangun semangat kerja tim, karena sukses tidak bisa diraih sendirian,” ujarnya, Senin (2/6).
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya prodi untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha secara mandiri.
Kegiatan Panoramma juga mendapat dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Alumni Prodi Manajemen (Ikama) FEB UMS. Muhammad Iqbal, S.E., dari Ikama UMS menyampaikan rasa bangga dan haru karena alumni masih diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik.
“Ada rasa bahagia melihat karya nyata adik-adik mahasiswa. Ini bukti bahwa UMS tidak hanya memberikan teori, tetapi juga ruang untuk kreativitas,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi tema tahun ini yaitu “Innovate Your Future: The Rise of Gen Z Pioneers,” yang menurutnya mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan menciptakan solusi nyata.
“Saya harap mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tapi juga menciptakan lapangan kerja di masa depan,” imbuhnya. Ia menutup sambutan dengan menyuarakan semangat, “Salam inovatif, salam kreatif!”
Dari sisi peserta, inovasi kuliner masih menjadi primadona dalam expo tahun ini. Salah satu kelompok mahasiswa menghadirkan produk Yakitori Bite, yakni sate ala Jepang dengan topping khas seperti mentai dan keju yang dibakar menggunakan torch.
“Kami memilih yakitori karena masih jarang ada yang menawarkan produk panggang seperti ini di expo sebelumnya,” ujar Sabila Muyassaroh.
Inovasi yang mereka tawarkan terletak pada topping dan bumbu oles khas yang mereka racik sendiri. Inspirasi tersebut didapat dari tren topping dimsum, yang kemudian mereka adaptasi ke dalam menu sate Jepang.
“Rasanya gurih pedas, dan sudah kami uji coba sebelumnya,” tambahnya. Tim ini telah membuka sistem pre-order dan berhasil menjual 20 box sebelum expo dimulai.
Untuk memenuhi kebutuhan penjualan selama expo, tim Yakitori Bite menyiapkan 3kg bahan utama untuk satu hari penuh. Selain berfokus pada rasa, mereka juga memperhatikan tampilan dan pelayanan sebagai bagian dari penilaian expo.
Dalam kegiatan ini, penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu orisinalitas ide, inovasi dan kreativitas, pelayanan di lapangan, kelayakan dan kerapian kedai, serta efektivitas promosi melalui media sosial. Penilaian melibatkan dua juri, yakni satu dari dosen internal dan satu dari mitra eksternal, yang juga merupakan praktisi di bidang kewirausahaan.
Expo Panoramma menjadi sarana untuk membentuk kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam pengembangan karakter. Kepala Laboratorium Kewirausahaan FEB UMS, Nur Achmad, S.E, M.Si, MCE., menyebut bahwa mahasiswa ditempa sejak awal untuk memiliki mindset pengusaha, termasuk mengenal figur-figur pebisnis dari masa Rasulullah.
“Dengan kegiatan ini, mereka belajar menghadapi orang, melayani, dan mengembangkan ide,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UMS dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan abad 21, terutama dalam hal inovasi dan kewirausahaan. Tidak hanya sebagai tugas akademik, Panoramma menjadi langkah awal mahasiswa untuk mengenal dunia usaha, membangun jaringan, dan berlatih menjadi pionir di era generasi Z.
Kontributor: Yusuf



