BeritaJakarta

FORDIGIMU, Jawaban Muhammadiyah atas Kebutuhan Mendesak Dakwah Digital

KABARMUH.ID, Jakarta — Perubahan lanskap dakwah di era digital menuntut kehadiran aktor-aktor baru yang tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga piawai dalam menjangkau audiens melalui platform digital. Dalam konteks inilah, Forum Dai Digital Muhammadiyah (FORDIGIMU) lahir sebagai jawaban atas urgensi dakwah yang adaptif, terstruktur, dan berkelanjutan di era teknologi informasi.

Transformasi digital telah menggeser cara masyarakat mengakses pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Ruang dakwah tak lagi terbatas di masjid dan majelis pengajian, tetapi kini berpindah ke media sosial, podcast, video pendek, dan berbagai kanal digital lainnya. Namun, tantangan besar muncul. Siapa yang mengisi ruang-ruang ini dengan konten dakwah yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan?

“Kita tidak bisa membiarkan ruang digital dipenuhi narasi keislaman yang sempit dan provokatif. Harus ada gerakan sistematis dari kader-kader Muhammadiyah untuk menghadirkan dakwah yang progresif dan tercerahkan,” tegas Kamarul Zaman, M.Ak., Inisiator FORDIGIMU sekaligus Wakil Bendahara LDK PP Muhammadiyah.

FORDIGIMU hadir sebagai inkubator dai digital, ruang yang tak hanya mendorong produksi konten dakwah, tetapi juga membina kapasitas, mengkurasi kualitas, dan memperkuat kolaborasi antar dai muda Muhammadiyah dalam ekosistem digital.

Berbeda dari forum biasa, keanggotaan FORDIGIMU dipilih secara selektif berdasarkan karya nyata. Mulai dari tulisan, video dakwah, dan kontribusi digital lainnya. Seleksi ini menjadi upaya awal untuk memastikan bahwa forum ini benar-benar dihuni oleh mereka yang berkomitmen dan siap terlibat aktif dalam dakwah digital.

“Ini bukan forum seremonial. FORDIGIMU adalah ruang kerja dan ruang belajar bersama,” ujar Kamarul.

FORDIGIMU juga dirancang untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan berkala yang memperkuat kompetensi anggota, mulai dari penulisan naskah dakwah, pengelolaan media sosial, hingga desain konten yang inklusif dan sesuai dengan dinamika sosial.

FORDIGIMU menjadi titik tolak pembentukan ekosistem dakwah digital Muhammadiyah yang terstruktur, berjejaring, dan berdampak. Ini bukan soal tren, tapi tentang keberlanjutan misi dakwah Islam berkemajuan dalam dunia yang terus berubah.

Bagi mereka yang tergabung, FORDIGIMU bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan dakwah digital yang panjang dan menantang. Di tengah maraknya konten-konten dangkal dan misinformasi keagamaan, FORDIGIMU berdiri untuk memastikan bahwa suara dakwah Muhammadiyah tetap hadir, kuat, dan relevan di ruang digital.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button