Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Juga Berhak Sejahtera

Guru Juga Berhak Sejahtera

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID,- Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Agama yang menyebut, “kalau mencari uang jangan jadi guru, tapi jadilah pedagang.” Ucapan singkat itu langsung menimbulkan banyak reaksi, terutama dari kalangan pendidik. Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terdengar seperti nasihat agar guru tidak semata-mata berorientasi pada materi. Namun bagi banyak guru, ucapan itu terasa menyakitkan, karena seolah-olah profesi guru identik dengan kemiskinan dan hanya sekadar pengabdian.

Sebagai seorang guru, saya memandang bahwa masalah ini tidak mungkin terjadi. Guru bukan sekedar pengabdi, tapi juga seorang profesional. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dengan jelas menyatakan guru adalah profesi. Artinya, ada standar kompetensi, kode etik, dan tanggung jawab besar yang harus dipenuhi. Guru dituntut untuk selalu belajar, menguasai teknologi, memahami psikologi anak, bahkan ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa. Jika semua itu dituntut dengan serius, wajar rasanya bila guru juga berharap mendapat penghargaan berupa kesejahteraan yang layak.

Di sisi lain, benar adanya bahwa menjadi guru tidak bisa hanya dipandang sebagai pekerjaan biasa. Ada ruh pengabdian yang menyertainya. Guru adalah teladan. Ki Hajar Dewantara pernah berpesan, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi panutan, penyemangat, dan pendorong bagi murid-muridnya. Namun, pengabdian tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkan guru hidup serba kekurangan. Serupa dengan kata Buya Hamka, “Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga bekerja.” Jadi, mengajar adalah kerja peradaban, yang menuntut profesionalitas sekaligus pengabdian.

Pernyataan yang menyuruh guru “jangan mencari uang” sebenarnya bisa menimbulkan stigma lama: bahwa guru memang harus rela miskin. Padahal, kesejahteraan guru adalah kunci utama bagi keberhasilan pendidikan. Bagaimana mungkin seorang guru bisa mendidik secara total jika ia masih harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan dasar keluarganya? Alih-alih mengingatkan guru untuk ikhlas berkorban, lebih baik negara menghadirkan kebijakan yang adil: memperhatikan nasib guru yang terhormat, memberikan izin dengan tepat, dan memberi penghargaan sesuai jerih payahnya.

Pada akhirnya, profesi guru memang memiliki dua sisi: profesi dan pengabdian. Tidak bisa dipisahkan, tidak bisa dipertentangkan. Sejahtera tidak mengurangi pengabdian, dan mengabdi tidak berarti menolak kesejahteraan. Justru, kesejahteraan yang layak akan menjadikan guru lebih tulus, lebih fokus, dan lebih mampu mendidik generasi penerus bangsa.

Pernyataan singkat seorang pejabat mungkin mudah terlontar, tetapi dampaknya bisa melukai hati banyak guru. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki cara pandang. Guru adalah tenaga profesional sekaligus pengabdi bangsa. Menghormati guru berarti menyejahterakan mereka, sebab tanpa guru yang sejahtera, mustahil kita melahirkan generasi yang unggul.

Penulis: Khosiyatika, M.Pd

Ketua Bidang IMMawati Jawa Tengah, dengan keseharian menjadi guru di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga

Editor : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lokakarya Green Masjid: Menggerakkan Masjid Muhammadiyah untuk Lingkungan dan Sosial 

    Lokakarya Green Masjid: Menggerakkan Masjid Muhammadiyah untuk Lingkungan dan Sosial 

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ruang Aula Gedoeng Muhammadijah di Jalan KH Ahmad Dahlan 103 Yogyakarta hari itu dipenuhi semangat dan percakapan hangat. Para pengurus takmir dari berbagai daerah duduk berdampingan, berbagi pengalaman dan harapan. Mereka datang dengan antusias, membawa semangat perubahan: menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi atas persoalan lingkungan […]

  • Menuju Akademia IMM

    Menuju Akademia IMM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Oleh Agung Rezki Masa-masa awal IMM sebagai organisasi perlawanan, kini hanya tinggal kenangan yang bisa dibaca di buku-buku sejarah IMM ataupun Muhammadiyah. Gerakan IMM saat ini cenderung berorientasi pada penyelesaian program yang telah dibentuk ketika rapat kerja pimpinan, bukan sebagai gerakan kolektif yang membantu perkembangan kader dan penanaman nilai atau core value. Ketidakmampuan kader dalam […]

  • REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO, 11 JUNI 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo telah melakukan diskusi dan kajian di tengah fenomena hiruk pikuk perpolitikan negeri ini, dan menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap arah kebijakan ekonomi dan legislasi nasional hari ini. Melalui kajian literatur mendalam yang digelar hari ini, IMM Sidoarjo menyoroti akumulasi krisis […]

  • Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang berpikir kritis, menjunjung keadilan, dan memahami akar perpecahan. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dan Kajian Akbar yang menjadi puncak IQT Fair XII 2026 di Gedung Graha 58 Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (26/9/2026). Mengangkat tema “Membaca Sejarah, […]

  • Kolaborasi FT UMS dengan Industri, Dorong Edukasi Material Bangunan Ramah Lingkungan

    Kolaborasi FT UMS dengan Industri, Dorong Edukasi Material Bangunan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin inisiasi kerja sama dengan PT Timur Mas Abadi melalui kegiatan kuliah umum bertajuk Edukasi Material Ramah Lingkungan, Sabtu (25/10), bertempat di Lantai 3 Gedung J UMS. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi […]

  • Pilkada Dan Upaya Lari Dari Takdir

    Pilkada Dan Upaya Lari Dari Takdir

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.267
    • 0Komentar

    | Oleh: M. Andhim | Editor: AM | Dilansir dari news.detik.com (29/9/2020) bahwasannya antara Komisi II DPR, Mendagri dan KPU telah menyelenggarakan rapat bersama terkait penyelenggaraan Pilkada. Rapat kerja yang dilaksanakan pada hari Senin (21/9/2020) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta itu menghasilkan sebuah keputusan bahwa Pilkada tetap akan dilaksanakan pada 9 Desember akhir tahun ini. […]

expand_less