
KABARMUH.ID, Surabaya – Mawarno, SS., ST., S.Sos., M.Pd.I, anggota Divisi Dakwah Marginal Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjadi pembicara utama dalam kegiatan pengajian, deklarasi anti kekerasan, dan santunan anak yatim yang digelar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baitul Hijrah Surabaya, Ahad (31/8).
Dalam kajiannya yang bertema “Iman dan Taqwa Suatu Keharusan Bagi Hamba Allah”, Mawarno menekankan pentingnya iman dan takwa sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan agar anak-anak asuh, orang tua, dan pengurus LKSA senantiasa menjadikan iman sebagai pelindung dari pergaulan bebas, tindak kekerasan, dan perilaku menyimpang.
“Iman dan takwa bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan setiap hamba agar hidupnya terarah, selamat, dan membawa manfaat bagi sesama. Kekerasan, baik fisik maupun psikologis, harus dihindari karena akan merusak diri sendiri dan orang lain,” pesan Mawarno di hadapan puluhan peserta.
Kegiatan yang berlangsung di Aula LKSA Baitul Hijrah, Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Surabaya ini diikuti oleh 44 anak asuh berusia 6–17 tahun, 44 orang tua/wali, serta jajaran pengurus. Selain pengajian, acara ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Kekerasan sebagai komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan LKSA yang aman dan bebas bullying.
Sebagai penutup, para anak yatim, piatu, yatim piatu, dan dhuafa mendapatkan santunan bulanan yang rutin diberikan LKSA Baitul Hijrah sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kesejahteraan mereka.
Ketua LKSA Baitul Hijrah, Muhammad Izzam Nuruddin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Mawarno. “Kajian yang disampaikan sangat bermanfaat, membuka wawasan, dan memberikan motivasi bagi anak-anak serta orang tua agar lebih dekat dengan Allah sekaligus menjaga diri dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.



