BeritaInspirasiJateng

IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana. Program tersebut diluncurkan di Balai Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Kamis (11/6/2026).

Ketua Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Damar Yekti Calista Farica Mariono dalam sambutannya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Program ini menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas warga dalam menghadapi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda Desa Carikan.

“Wilayah yang berada di sekitar aliran Kali Buntung tersebut kerap terdampak banjir, yang diperparah oleh persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Minggu, (14/6/2026).

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh 27 warga Desa Carikan, tim pelaksana dan pendukung PPK Ormawa IMM FKIP UMS, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta Direktorat Kemahasiswaan, Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS.

Program Kalibuntung Resilien juga sejalan dengan komitmen SDGs Center UMS dalam mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ketahanan masyarakat dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Melalui peningkatan kesiapsiagaan warga terhadap risiko banjir serta penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat, program ini mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh nyata implementasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal,” tegasnya.

Melalui Program Kalibuntung Resilien, IMM FKIP UMS berharap dapat membangun sinergi yang kuat bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan Desa Carikan yang lebih tangguh terhadap risiko banjir. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga menghasilkan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta ketahanan lingkungan desa.

Kepala Desa Carikan, Katiyono, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program pemberdayaan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa yang selama ini menghadapi ancaman banjir secara rutin.

“Program ini sangat membantu karena hampir setiap tahun Desa Carikan mengalami banjir akibat lokasinya yang berada di sekitar Kali Buntung. Selain itu, kebiasaan membuang sampah sembarangan juga masih menjadi tantangan yang memperbesar risiko banjir,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, dosen pendamping program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa PPK Ormawa merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi UMS, Ir. Muhammad Alfatih, S.T., M.T., yang mewakili DKPTI UMS, memaparkan tujuan dan mekanisme pelaksanaan PPK Ormawa. Ia juga menjelaskan bahwa hasil program nantinya akan diikutsertakan dalam ajang Abdidaya Ormawa, kompetisi nasional yang memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan masyarakat terbaik yang dijalankan organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, apresiasi tidak hanya diberikan kepada mahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga kepada mitra dan desa yang berperan aktif dalam menyukseskan program.

“Karena itu kami berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat mendukung penuh pelaksanaan program ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” ungkapnya.

Tim pelaksana dalam kegiatan itu memberikan pemaparan teknis pelaksanaan program. Dalam sesi tersebut dijelaskan konsep Kalibuntung Resilien sebagai sistem ketangguhan banjir yang mengintegrasikan teknologi tepat guna dan pendekatan inklusif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana.

Tim pelaksana juga memaparkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, termasuk teknologi yang akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari warga karena memberikan gambaran yang jelas mengenai manfaat program dan keterlibatan masyarakat selama proses pelaksanaan.
Sebagai bagian dari tahapan awal program, tim pelaksana turut melaksanakan pretest kepada peserta yang hadir.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir sebelum program dijalankan. Hasil pretest akan menjadi data dasar untuk mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan warga terhadap bencana.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button