Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

IPMAWATI Bersuaralah! Menghapus Tabu, Menyalakan Perubahan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aulia Rahma, Ketua Bidang Ipmawati PD IPM Lampung Timur

Sejak dahulu bahkan hingga saat ini, suara perempuan sering dianggap tidak penting, dibatasi, bahkan dibungkam oleh konstruksi sosial dan budaya patriarki. Tidak jarang, perempuan yang berbicara lantang dianggap tidak sopan, melawan kodrat, atau “tidak tahu tempat”. Padahal, berbicara bukan hanya sekadar hak, tetapi juga bagian dari harga diri dan martabat kita sebagai manusia.

Bersuara adalah hak setiap orang. Maka Perempuan juga berhak menyampaikan ide, memberikan kritik, membela diri, dan mengemukakan pendapat tanpa rasa takut atau rasa bersalah. Dalam ruang publik, kehadiran suara perempuan dapat menghadirkan keputusan yang lebih adil dan tidak berat sebelah.

Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan terbuka seperti sekarang, seharusnya tidak ada lagi ruang untuk membungkam suara perempuan. Namun kenyataannya, stigma bahwa “perempuan harus diam” masih ada. Banyak yang akhirnya memilih bungkam karena khawatir mendapat penilaian negatif. Padahal, diam tidak membuat masalah hilang. Justru sebaliknya ketidakadilan, kekerasan, dan diskriminasi akan semakin mengakar apabila kita tidak bersuara.

Saat ini kita hidup di era yang menuntut keterlibatan semua pihak dalam membangun peradaban. Dunia modern bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu bekerja sama dan membawa perspektif beragam ke dalam meja diskusi. Perempuan yang berbicara adalah perempuan yang peduli. Ia peduli pada masa depan generasi, pada kebijakan yang adil, pada lingkungan yang lestari, dan pada nilai-nilai yang harus dijaga.

Dalam konteks ini, diam di tengah ketidakadilan sama saja dengan memberi ruang bagi masalah untuk tumbuh tanpa batas. Saat isu-isu seperti kekerasan berbasis gender, ketimpangan ekonomi, pernikahan anak, dan pelecehan seksual masih terjadi, suara perempuan justru sangat dibutuhkan. Media sosial, forum publik, dan ruang komunitas bisa menjadi alat yang efektif untuk menyuarakan kebenaran, selama digunakan dengan bijak.

Sejarah telah mencatat banyak perempuan menjadi pelopor perubahan dari pejuang kemerdekaan seperti Cut Nyak Dien dan R.A. Kartini, pendidik hebat seperti Rohana Kudus, hingga aktivis kemanusiaan masa kini yang berjuang melalui advokasi digital. Mereka membuktikan bahwa suara perempuan mampu menggerakkan massa, mempengaruhi kebijakan, dan mengubah cara pandang masyarakat.

Lalu, mengapa di zaman yang serba terbuka ini, masih ada yang menganggap perempuan bersuara adalah tabu? Jawabannya ada pada stigma lama yang belum sepenuhnya hilang. Stereotip “perempuan harus diam” masih diwariskan, baik secara sadar maupun tidak, melalui kebiasaan, candaan, atau aturan yang membatasi partisipasi perempuan.

Sebagai perempuan yang cerdas kita tidak boleh membiarkan warisan stigma itu terus membelenggu. Setiap perempuan berhak didengar tidak hanya di rumah, tetapi juga di ruang kelas, rapat organisasi, forum publik, dan bahkan di ruang digital. Kita perlu membangun ruang aman, baik di sekolah, organisasi, maupun masyarakat, di mana perempuan bebas mengemukakan pendapat tanpa takut dihakimi atau dibungkam.

Padahal sudah jelas didalam ajaran Islam maupun nilai-nilai kemanusiaan universal, perempuan diberikan kedudukan mulia. Rasulullah ﷺ pun mendengar pendapat perempuan, bahkan menjadikannya bahan pertimbangan penting. Itu artinya, ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pendapat bukan hanya boleh, tetapi juga dibutuhkan.

Karna Islam hadir untuk menghapus tradisi jahiliah yang merendahkan perempuan dan menempatkannya sebagai mitra sejajar dalam membangun peradaban. Rasulullah ﷺ pun memberi teladan dengan mendengar pendapat perempuan, bahkan menjadikannya bahan pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

Salah satu contoh yang terkenal adalah kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Ketika para sahabat enggan melaksanakan instruksi Rasulullah karena kekecewaan atas isi perjanjian, Ummu Salamah memberi saran:

“Wahai Rasulullah, keluarlah, sembelih hewan kurbanmu, dan cukurlah rambutmu. Niscaya mereka akan mengikutimu.”

Saran ini Rasulullah ikuti, dan benar, para sahabat segera melaksanakan perintah beliau. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi bukti bahwa suara perempuan tidak hanya diakui, tetapi bisa menjadi solusi di saat genting. Rasulullah ﷺ

Menghapus tabu tentang suara perempuan itu berarti membangun budaya dialog yang sehat budaya di mana setiap orang, tanpa memandang gender, bisa berbicara dan didengar dengan hormat. Sebab, kemajuan masyarakat bukan ditentukan oleh siapa yang paling banyak bicara, melainkan oleh seberapa adil ruang itu dibagi untuk semua suara.

Maka sebagai IPMAWATI,  inilah saatnya kita bersuara . Karena suara itu adalah kekuatan kita. Jangan biarkan rasa takut atau stigma membuat kita membisu. Kita punya hak untuk bicara, punya alasan untuk memperjuangkan kebenaran, dan punya tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi.

IPMAWATI Bersuaralah !

Bersuara bukan berarti melawan demi menjatuhkan, tapi melawan demi membangun.

Bersuara bukan untuk merendahkan, tapi untuk menguatkan.

Bersuara bukan tanda tidak sopan, tapi tanda kepedulian dan keberanian.

Mari kita buktikan bahwa suara perempuan adalah cahaya yang akan menuntun jalan perubahan. Suara yang tidak hanya sekadar bunyi, tetapi kekuatan yang mampu menggerakkan hati, membuka wawasan, dan mengatasi masalah.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Kecil Santri SMP MBS Bumiayu Brebes untuk Bumi yang Lebih ASRI dan Lestari

    Langkah Kecil Santri SMP MBS Bumiayu Brebes untuk Bumi yang Lebih ASRI dan Lestari

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ~ Bumiayu-Brebes || Selasa pagi (16/9/2025) halaman Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu tampak berbeda, terasa lebih hidup dari biasanya. Di sudut halaman berdiri dua kotak berwarna hijau pupus pisang yang segar dipandang mata. Sederhana bentuknya, namun kotak itu bukan sembarang kotak. Ia diberi nama Kotak Donasi Botol Plastik, sebuah inovasi cerdas dan […]

  • BIM University Perkuat Diplomasi Akademik di Malaysia, Buka Peluang Kolaborasi Riset dan Inovasi Global

    BIM University Perkuat Diplomasi Akademik di Malaysia, Buka Peluang Kolaborasi Riset dan Inovasi Global

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BANGI, MALAYSIA – BIM University kembali menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring akademik internasional melalui kunjungan strategis ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat diplomasi akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, inovasi, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber […]

  • UMS Gelar Masa Taaruf ke-IMM-an, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    UMS Gelar Masa Taaruf ke-IMM-an, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Masa Taaruf ke-IMM-an yang menjadi rangkaian kegiatan Masta Batch II UMS, Minggu (28/9) di Edutorium KH Ahmad Dahlan. Acara ini ditujukan untuk mengenalkan organisasi Muhammadiyah termasuk organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sekretaris Bidang Pendidikan Bahasa dan Potensi Akademik Dewan Pimpinan Daerah IMM Jawa […]

  • Difabel Ambil Peran dalam Aksi Damai Lintas Iman untuk Keadilan Iklim

    Difabel Ambil Peran dalam Aksi Damai Lintas Iman untuk Keadilan Iklim

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam semangat kesetaraan dan keberlanjutan, kaum muda lintas iman bersama penyandang disabilitas mengambil langkah nyata menuntut keadilan iklim dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang digelar Sabtu (5/7) di Jakarta. Aksi yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Pusat, dan GreenFaith ini menegaskan bahwa keadilan iklim bukan […]

  • Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    Irwan Akib: Gelar Guru Besar Bukan Sekadar Hadiah, Melainkan Mandat Akademik Tertinggi

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 317
    • 2Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah jumlah guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pada Sabtu (17/2). Ketiga guru besar tersebut antara lain Prof. M. Farid Wajdi, S.E., M. Ph.D, Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Zulfikar, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Akuntansi, dan Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., […]

  • Ustadz Fathurrahman Kamal: Kerennya IMM di Madinah!

    Ustadz Fathurrahman Kamal: Kerennya IMM di Madinah!

    • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 369
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Madinah – Di antara kebahagiaan yang patut disyukuri selama rihlah di Haramain pada awal tahun 2024 ini ialah saat membersamai kader-kader genial/genzi Muhammadiyah yang sedang menimba ilmu di bumi wahyu, Al-Madìnah Al-Munawwarah. Sungguh tak terbayang saat kami nyantri di Kota Kenabian seperempat abad yang lalu (1995-1999), akan adanya kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti yang terjadi […]

expand_less