Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ISLAM, IMAN, DAN IHSAN SEBAGAI TIGA TINGKATAN TERTINGGI DALAM BERAGAMA

ISLAM, IMAN, DAN IHSAN SEBAGAI TIGA TINGKATAN TERTINGGI DALAM BERAGAMA

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Suatu saat Jibril AS datang menemui Rasulullah SAW, dan bertanya kepada beliau tentang tiga persoalan yang sangat penting bagi umat Islam, yakni pengertian Islam, iman, dan ihsan.

Islam sebagaimana yang diketahui lalu dijawab oleh Rasulullah dengan 5 rukun Islam, dan iman dijawab dengan 6 rukun iman yang umat Islam yakini, dan semua dibenarkan oleh Jibril AS. Lalu terakhir, beliau bertanya tentang Ihsan dan dijawab dengan ungkapan yang sangat menarik; “anta’budallah kaannaka taraahu fa inlam yakun taraahu fainnahu yaraaka” (Kamu beribadah seakan-akan melihat Allah dan apabila kamu tidak bisa melihat Allah yakinlah bahwa Allah itu melihat kamu”.

Ketiga inilah yang dikatakan oleh para ulama sebagai tingkatan atau martabat yang tertinggi di dalam Islam. Prolog ustadz Fathurrahman Kamal, Lc., M. S. I. (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah), saat mengawali kajian singkat sebelum shalat tarwih di Masjid Islamic Center UAD.

Dia kembali melanjutkan bahwasanya, Islam seringkali dipahami sebagai persoalan-persoalan yang bersifat praktis di dalam kehidupan. Shalat, zakat, dan puasa yang umat Islam lakukan sehari-hari dinyatakan sebagai bagian daripada manifestasi Islam secara amaliyah, dan di atasnya menyangkut persoalan yang bersifat alyakiniyah, yaitu keyakinan kepada Allah SWT, lalu gabungan antara al-Islam dan al-iman itulah yang melahirkan ihsan sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Sehingga Al-Ihsan ini merupakan tingkatan paling tinggi di antara ketiganya di hadapan Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Puasa menjadi praktik suci yang ditujukan untuk meningkatkan ketakwaan di antara mereka yang beriman. Hal ini dinyatakan ketika seseorang telah mencapai level kedua dalam keimanan, yaitu iman, dimana kebenaran agama diterima sepenuhnya sebagai bagian dari keyakinan yang melekat dalam diri. Kebenaran ini bisa datang dari wahyu ilahiyah yang mutlak atau dari kebenaran aqliyah yang dapat dibuktikan melalui akal.

Dengan mengamalkan puasa, seseorang diharapkan untuk menolak segala bentuk kontradiksi terhadap keyakinan tersebut. Inilah esensi minimal bagi seseorang yang ingin mencapai tingkat ketakwaan sejati, sesuai dengan ungkapan “la’allakum tattaqun”.

Kemudian, yang dimaksud dengan Al-ihsan ialah ketika hati seseorang benar-benar tertanam, terpatri dengan kokoh di dalam suasana yang penuh dengan nurani, suasana yang penuh dengan cahaya dan kebaikan, hingga bahkan sesuatu yang tidak tampak atau kasat mata bisa menjadi jelas ketika intuisi bahasa nurani seseorang mengalami suatu aktivitas yang baik.

Fathurrahman mengutip sebuah nasihat dari Ibnu Qayyim Al-Jauziah di dalam kitab beliau yang berjudul Al jawabul Kaffi; dikatakan bahwa di antara 2 pintu utama paling besar orang yang masuk ke dalam neraka, yaitu: Pertama ialah pintu ketamakan dan kerakusan. Kedua syahwat perut. Jika ini tidak tertahankan, maka diikuti dengan syahwat kemaluan. Begitulah seterusnya berbagai macam ketimpangan kekacauan sosial, politik, dan ekonomi berangkat dari satu persoalan, yaitu perut.

Jangan pernah merasa berjasa di hadapan Allah SWT ketika sanggup meninggalkan semua makan dan minum, binatang juga pun sanggup tidak makan dan minum. Rasulullah mengingatkan kepada umat Islam betapa banyak orang berpuasa tidak dapat apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga, betapa banyak orang yang menghidupkan malam harinya untuk shalat dan seterusnya tidak mendapatkan apa-apa kecuali seperti orang yang begadang.

Maka sesungguhnya yang ingin diaktivasi oleh Allah ialah bukan hanya persoalan pengetahuan tentang agama Islam, bukan hanya klaim keimanan yang terus diucapkan melalui lisan, tetapi satu hal yang sangat penting “apakah kalbu kita semakin hidup dengan kita menjaga jarak dari segala hal apa yang seharusnya diperbolehkan oleh Allah swt?”

“Jadi saudara sekalian, itulah kata para ahli tasawuf atau tazkiyatun nufus, manakala saudara belajar fiqih, maka fiqih itu berbicara tentang tata kelola shalat yang sifatnya amaliyah, manakala saudara berbicara tentang iman atau akidah, maka iman dan akidah itu berbicara tentang S.O.P kita berkeyakinan kepada Tuhan tetapi satu yang paling tinggi, manakala kita berbicara tentang tazkiyatun nufus, maka kita sedang berbicara bagaimana kita membuat satu sistem prosedural di dalam menata hati qolbu dan nurani kita,” tutup beliau.

Kontributor: Siti Kamaria

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Manhaj hingga Praktik Dakwah, Majelis Tabligh PDM Banyumas Bekali Mubaligh Sambut Ramadhan 1447 H

    Dari Manhaj hingga Praktik Dakwah, Majelis Tabligh PDM Banyumas Bekali Mubaligh Sambut Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Sokaraja–Banyumas || Menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Tabligh PDM Banyumas meneguhkan manhaj dakwah dan semangat tajdid melalui Pembekalan Mubaligh dan Imam Masjid Muhammadiyah Tahun 2026 yang digelar di Masjid At-Tajdiid Kampus II UMP, Jumat–Sabtu (30–31 Januari 2026). Agenda tersebut diikuti lebih dari 130 peserta yang merupakan perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan […]

  • Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah nasional. Tim debat UMS yang terdiri dari Afrah Khoeronnisa (Prodi Bisnis Digital) dan Sintia Nafisa Munawaroh (Prodi Ilmu Komunikasi kelas internasional), dengan dosen pendamping lomba Qanita Masykuroh, S.S., M.Hum., berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025 yang […]

  • Dosen Teknik Mesin UMS Berdayakan Petani Jamur Tiram Desa Krajan dengan Inovasi Produksi Baglog Mandiri

    Dosen Teknik Mesin UMS Berdayakan Petani Jamur Tiram Desa Krajan dengan Inovasi Produksi Baglog Mandiri

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim dosen dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bersama kelompok pembudidaya jamur tiram Krajatani di Desa Krajan, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Ketua tim pengabdian, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., mengungkapkan program ini merupakan bagian dari hibah pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kolaborasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih medali emas pada ajang International Youthpreneur Competition (IYC) 2025. Ide yang dikembangkan oleh mereka bergerak dalam bidang aplikasi digital untuk memecahkan masalah gizi, ekonomi lokal, dan food waste. Ide ini dikemas dalam satu aplikasi yaitu Nutreasy. Kolaborasi mahasiswa ini terhimpun dari tiga prodi yakni […]

  • Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan seminar online kesehatan dalam rangka memperingati hari kusta sedunia sekaligus meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai kusta. Seminar yang terlaksana pada Senin (26/1) mengangkat […]

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan, EdutabMu Batch II Adakan Monev di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, EdutabMu Batch II Adakan Monev di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung – Monitoring dan evaluasi (monev) Program Edutabmu Batch II dilaksanakan di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada hari Kamis, 25 April 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Mr. P. Ming Wong (Vice President of Government and Global Partnership at Enuma Inc), Mr. C.D Liang (Director, Development The Head Foundation), Dr. Drs, Kasiyarno, B.A., […]

expand_less