Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kajian Tafsir UMS Bahas Tugas Kekhalifahan Manusia Melalui Surah Al-Baqarah Ayat 30–39

Kajian Tafsir UMS Bahas Tugas Kekhalifahan Manusia Melalui Surah Al-Baqarah Ayat 30–39

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Kajian Tafsir Online dengan menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th. Pada kesempatan ini, ia mengupas secara mendalam rangkaian ayat 30–39 Surah Al-Baqarah, yang menjadi dasar teologis penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Mengawali penjelasan pada ayat 30, Rha’in menggambarkan sikap para malaikat ketika Allah memberitakan rencana penciptaan manusia. Para malaikat mempertanyakan potensi manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah.

“Para malaikat bukan menolak, tapi mereka heran sekaligus khawatir terhadap makhluk yang memiliki kecenderungan merusak. Namun Allah menjawab jelas bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui malaikat,” paparnya Minggu, (16/11).

Ia juga menekankan bahwa Allah memberitahu malaikat bukan dalam rangka meminta persetujuan.

Pemateri Kajian Tafsir UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.

“Ini penting. Allah tidak meminta izin. Sejak awal Adam sudah ditakdirkan menjadi penghuni bumi, bukan sekadar makhluk surga,” tegasnya.

Karena itu, manusia sejak penciptaannya memang diarahkan untuk menjadi khalifah, makhluk yang memakmurkan, menjaga, dan bertanggung jawab atas bumi.

Pada ayat 31–33, Rha’in memaparkan peran ilmu sebagai fondasi utama kekhalifahan. Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruh benda sebagai simbol anugerah intelektual.

“Pondasi segala hal adalah ilmu. Manusia diberi daya cipta, daya kreasi, akal, dan kemampuan memahami sesuatu. Inilah yang menjadikan manusia layak memikul amanah besar,” ungkapnya.

Karena itu, menurutnya, hubungan khalifah dan ilmu tidak dapat dipisahkan: semakin tinggi ilmu, semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul manusia.
Ayat 34 menjadi penanda munculnya kesombongan pertama dalam sejarah, yaitu penolakan Iblis untuk sujud kepada Adam.

“Iblis enggan karena kesombongan. Ini bukan sekadar kisah, tetapi peringatan bahwa kekhalifahan bukan simbol kemuliaan yang membuat manusia boleh menyombongkan diri. Khalifah justru pelayan yang memberi kebermanfaatan,” tutur Rha’in.

Berlanjut pada ayat 35–36, ia menguraikan kehidupan Adam dan Hawa di surga yang penuh kelapangan, namun Allah memberikan satu larangan untuk tidak mendekati pohon khuldi. Godaan setan membuat keduanya tergelincir dan turun ke bumi sebagai bagian dari skenario ilahi.

Pemaparan materi oleh Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.

Rha’in menambahkan, “Ayat ini juga menegaskan bahwa kehidupan manusia itu ada di bumi. Manusia tidak diciptakan untuk planet lain.”

Ayat 37 menjadi titik balik ketika Allah mengajarkan Adam cara bertaubat dengan kalimat-kalimat khusus. Rha’in membacakan doa tersebut secara lengkap:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ia menegaskan bahwa doa itu adalah pengakuan manusia bahwa dirinya dapat berbuat salah namun tetap memiliki jalan pulang.

“Inilah bentuk kasih sayang Allah. Kesalahan Adam bukan akhir, karena Allah sendiri mengajarkan cara untuk kembali,” ujarnya.

Pada ayat 38, Rha’in menjelaskan bahwa siapa pun yang mengikuti petunjuk Allah akan terbebas dari rasa takut maupun kesedihan.

“Allah tidak membiarkan manusia berjalan tanpa arah. Petunjuk itu diberikan agar kita tetap teguh dan tidak tersesat,” jelasnya.

Terakhir, ayat 39 menjadi penutup rangkaian ini dengan penegasan tentang pentingnya syukur atas keimanan.

“Ayat ini mengingatkan bahwa orang beriman harus bersyukur karena petunjuk itu menyelamatkan. Mereka yang menolaknya akan menanggung konsekuensinya baik di dunia maupun akhirat,” tutupnya.

Kajian yang digelar pada Sabtu, (15/11) itu diakhiri dengan ajakan agar umat memahami kembali misi kekhalifahan sebagai amanah besar: memanfaatkan ilmu, menjaga bumi, menebar kebermanfaatan, dan selalu kembali pada petunjuk Allah dalam menjalani kehidupan. (Adi/Humas).

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Hipertensi pada Lansia, Mahasiswa UMS Kembangkan Teh Kaya Antioksidan dari Rosella dan Apel

    Cegah Hipertensi pada Lansia, Mahasiswa UMS Kembangkan Teh Kaya Antioksidan dari Rosella dan Apel

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menghadirkan inovasi teh herbal berbahan dasar bunga rosella dan apel yang kaya antioksidan. Produk ini dikembangkan sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia melalui program Penelitian dan Pengabdian ke pada Masyarakat Ormawa (PPO) tahun 2025. Kelima mahasiswa tersebut yakni Dirhayuni Anggun Sisrah, […]

  • KH. Agus Sukaca: Tauhid Adalah Ruh yang Menyatukan Seluruh Gerakan Muhammadiyah

    KH. Agus Sukaca: Tauhid Adalah Ruh yang Menyatukan Seluruh Gerakan Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Samarinda – Di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi Muhammadiyah memasuki abad kedua, penguatan ideologi gerakan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Pesan itulah yang mengemuka dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Kalimantan Timur, dr. KH. Agus Sukaca, M.Kes., Sabtu (18/7/2026) di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Mengangkat tema […]

  • MPM PWM Kaltim Salurkan 4.000 Bibit Buah untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Sangkulirang

    MPM PWM Kaltim Salurkan 4.000 Bibit Buah untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Sangkulirang

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat dengan menyalurkan 4.000 bibit tanaman buah di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren At Tanwir Sangkulirang pada Ahad, 8 Februari 2026. Bibit buah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua PWM Kaltim […]

  • UMS Sambut Mahasiswa Internasional Lewat Welcoming Orientation 2025

    UMS Sambut Mahasiswa Internasional Lewat Welcoming Orientation 2025

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Welcoming Orientation bagi mahasiswa internasional pada 27–28 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Induk Siti Walidah dan menjadi agenda rutin untuk menyambut serta mengenalkan lingkungan kampus, nilai, dan budaya akademik kepada para mahasiswa asing. Acara dibuka oleh Wakil Rektor […]

  • SUMU Malang Raya x PM Malang Raya Gelar Mini Soccer untuk Perkuat Silaturahmi dan Budaya Sehat

    SUMU Malang Raya x PM Malang Raya Gelar Mini Soccer untuk Perkuat Silaturahmi dan Budaya Sehat

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Batu – Dalam upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antar kader, Pemuda Muhammadiyah Lowokwaru bersama Pemuda Muhammadiyah Kota Batu dan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya menggelar kegiatan mini soccer di J-Best Mini Soccer, Kota Batu, pada Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan dan kebersamaan antar pemuda Muhammadiyah dari berbagai […]

  • KUHP Nasional dan KUHAP Berlaku, Bentuk Reformasi Total?

    KUHP Nasional dan KUHAP Berlaku, Bentuk Reformasi Total?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional mulai Januari 2026 menandai babak baru sistem hukum pidana Indonesia. Namun, implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang diproyeksikan mendukung KUHP baru masih menyisakan pertanyaan, apakah perubahan ini benar-benar mencerminkan reformasi total atau sekadar koreksi terhadap sistem lama? Dosen Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah […]

expand_less