Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kajian Tarjih UMS Bahas Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai Upaya Penyatuan Umat Islam

Kajian Tarjih UMS Bahas Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai Upaya Penyatuan Umat Islam

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menjadi tema sentral dalam Kajian Tarjih yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kajian ini membedah prinsip, syarat, dan parameter KHGT yang telah resmi ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2025 sebagai hasil keputusan Munas Tarjih ke-32 di Pekalongan.

Kajian tersebut mengundang pembicara utama, Ruswa Darsono, S.T., yang menjelaskan bahwa KHGT bertujuan menciptakan keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia dalam sistem kalender hijriah. Hal ini menjadi penting mengingat selama ini perbedaan awal bulan, seperti Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, kerap terjadi di berbagai negara karena perbedaan sistem kalender lokal.

“Dengan KHGT, umat Islam dari Selandia Baru hingga Alaska akan memulai tanggal hijriah yang sama secara global, sebagaimana kalender masehi,” ujar Ruswa yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Ruswa menekankan bahwa KHGT berlandaskan pendekatan ilmiah falakiyah dan menggunakan kriteria hisab dengan parameter geosentris, dengan elongasi minimal 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat. Penggunaan hisab dianggap satu-satunya metode yang memungkinkan penyusunan kalender hingga ratusan tahun ke depan.

Ruswa juga menyinggung latar belakang historis KHGT, yang sudah digagas sejak 1939 oleh Syekh Ahmad Muhammad Syakir, lalu dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Muhammad Ilyas, Nidal Qassoum, Muhammad Audah, dan Jamaluddin Abdul Raziq. Adapun model KHGT yang dipakai Muhammadiyah saat ini mengadopsi hasil pertemuan Turki 2016 yang dihadiri 18 negara termasuk Indonesia.

KHGT juga memuat prinsip bahwa satu bulan tidak boleh lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari. Selain itu, sistem ini tidak memperbolehkan pergantian bulan baru sebelum terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan. Dengan KHGT, problem seperti puasa Arafah yang berbeda dengan waktu wukuf di Arafah diharapkan tidak akan terjadi lagi.

Sebagai bentuk implementasi, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah meluncurkan software KHGT berbasis Python yang kini masih dalam tahap pengembangan.

“Software ini telah menyusun data hingga 300 tahun ke depan, dan nanti akan tersedia untuk berbagai platform termasuk Android, Windows, serta MacOS,” ungkap Ruswa.

Software tersebut mengintegrasikan data hisab falakiyah yang diperoleh dari mesin ephemeris NASA (Skyfield) versi terbaru dan dilengkapi dengan peta interaktif serta parameter validasi seperti garis bujur, elongasi, dan batas wilayah daratan benua Amerika. Dalam waktu dekat, aplikasi ini akan resmi diluncurkan ke publik.

Menurut Ruswa yang juga menjadi pengajar di Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, KHGT bukan hanya soal teknis kalender, tetapi juga bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah untuk mempersatukan umat Islam melalui pendekatan ilmiah dan kesepakatan global. Ia juga mengajak warga Muhammadiyah untuk taat pada keputusan tarjih, meskipun mungkin berbeda dengan pandangan pribadi masing-masing.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa saat ini sudah ada beberapa aplikasi zakat dan kalender ibadah global yang mulai mengadopsi KHGT. Dengan standardisasi ini, kegiatan ibadah seperti puasa Arafah, Idul Fitri, Idul Adha, bahkan zakat, dapat dilakukan serentak secara global.

Kajian Tarjih ini telah terlaksana secara daring melalui platform Zoom pada Selasa (8/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin yang digelar BPSDM UMS untuk meningkatkan literasi keislaman civitas academica, khususnya dalam isu-isu tarjih kontemporer. (Yusuf/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Wujudkan AIK Unggul, LPPIK UMS Kembali Menyelenggarakan Pembekalan Fasilitator Baitul Arqam Studi Islam 1

    Komitmen Wujudkan AIK Unggul, LPPIK UMS Kembali Menyelenggarakan Pembekalan Fasilitator Baitul Arqam Studi Islam 1

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 457
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta, Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) mendukung penuh terwujudnya Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi kampus yang unggul dan mencerahkan. Oleh sebab itu catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus dapat diimplementasikan dengan maksimal. Adapun di antara catur dharma yang menjadi ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) ialah Al-Islam dan kemuhammadiyahan (AIK). LPPIK terus […]

  • Gedung Dakwah Muhammadiyah Umar Hasyim Blimbingrejo Jadi Pusat Kemeriahan Lomba Senam dan Cipta APE se-Kabupaten Jepara

    Gedung Dakwah Muhammadiyah Umar Hasyim Blimbingrejo Jadi Pusat Kemeriahan Lomba Senam dan Cipta APE se-Kabupaten Jepara

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara, (18 Oktober 2025) — Gedung Dakwah Muhammadiyah Umar Hasyim Blimbingrejo menjadi pusat kemeriahan kegiatan Lomba Senam Anak Bustanul Athfal dan Lomba Cipta Alat Permainan Edukatif (APE) yang digelar dalam rangka Milad TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) ke-106 dan Milad IGABA ke-28. Acara yang berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) ini diikuti oleh 28 lembaga TK […]

  • Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

    Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Rafli Ramadhan, Kader IPM DKI Jakarta/Peserta PKPTMU PP IPM Dalam berbagai literatur ilmu sosial dan keagamaan, keikhlasan sering disebut sebagai inti dari nilai moral tertinggi dalam beramal. Ikhlas beramal bukan hanya menjadi tuntutan spiritual, tetapi juga dasar etis dalam praktik keilmuan dan sosial. Nilai ini tampak nyata dalam perjalanan pengabdian Dr. Budi […]

  • PWM Kaltim: “Wisuda UMKT Ke-13, Momentum Dakwah Pendidikan Muhammadiyah yang Berkemajuan”

    PWM Kaltim: “Wisuda UMKT Ke-13, Momentum Dakwah Pendidikan Muhammadiyah yang Berkemajuan”

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Samarinda — Gelaran Wisuda ke-13 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) di Convention Hall Sempaja, Selasa (14/10/2025), tidak sekadar menandai kelulusan para mahasiswa. Di mata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, peristiwa ini adalah momentum dakwah yang menghidupkan kembali semangat keilmuan dan pengabdian dalam tubuh persyarikatan.   Dalam sambutannya, KH. Siswanto, Ketua PWM Kaltim, menyampaikan rasa […]

  • Seminar Nasional dan Kajian Akbar Meriahkan IQT Fair XII 2026, Usung Semangat Membaca Sejarah Membentuk Generasi Berakal

    Seminar Nasional dan Kajian Akbar Meriahkan IQT Fair XII 2026, Usung Semangat Membaca Sejarah Membentuk Generasi Berakal

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle M Nur Isholattudin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SURAKARTA – Seminar Nasional dan Kajian Akbar menjadi rangkaian puncak kegiatan IQT Fair XII 2026 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Gedung Graha 58 Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini mengangkat tema “Membaca Sejarah, Membentuk Generasi Berakal: Kuasa, Keadilan, dan Akar Perpecahan”. Acara IQT Fair-XII merupakan ajang kompetisi Al-Qur’an dan […]

  • Pakar Geofisika Geografi UMS Dorong Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana

    Pakar Geofisika Geografi UMS Dorong Tata Ruang Berbasis Risiko Bencana

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga oleh cara manusia menata ruang dan wilayah. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Annisa Trisnia Sasmi, S.Si., M.T., menegaskan pentingnya penataan ruang berbasis tingkat kerawanan bencana wilayah untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian material di masa depan. Menurutnya, kawasan […]

expand_less