Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar’i” pada Selasa, (18/11).

Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai/talak. Karena persoalan gugatan cerai ini menjadi persoalan yang paling tinggi pada majelis pengadilan agama.

Narasumber Kajian Tarjih Online UMS, Yayuli, S.Ag., M.Pd

Yayuli mengawali kajian dengan mengutip pertanyaan yang diajukan pada Majelis Tarjih & Tajdid mengenai “Hukum istri meminta cerai tanpa alasan yang syari atau atas dasar tidak ada rasa cinta terhadap sang suami, padahal pernikahan sudah berjalan selama 7 tahun dan dikarunia 3 anak”.

Menanggapi hal itu, ia membawa hadits Rasulullah SAW dari Anas bin Malik RA.

“Jika seorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya.”

Yayuli menerangkan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang menyempurnakan separuh agama. Dalam menjalankan kehidupan pernikahan harus dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang.

Kemudian, ia menyebutkan ciri-ciri pasangan yang baik untuk menemani kehidupan dalam berumah tangga, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah. Ada 4 ciri-ciri wanita yang baik , diantaranya adalah:

1. Wanita yang berpotensi memberikan keturunan yang banyak lagi menyayanginya;

2. Jika dilihat bisa membuat bahagia;

3. Jika diperintah dia menurutinya;

4. Jika suaminya tidak ada, dia menjaga harta suaminya dan menjaga dirinya.

Yayuli mengulas kembali masalah mengenai istri tidak bisa mencintai suaminya. Hal itu perlu dikaji kembali, apakah penyebab ketiadaan cinta istri terhadap suami disebabkan karena selingkuh, atau ketiadaan rasa cinta terhadap suami disebabkan atas dasar tidak adanya perhatian seorang suami.

Jika memahami surat Al-Baqarah: 233, terdapat kewajiban seorang suami memberikan kelayakan rumah tangga.

وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ

Artinya: Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.

“Maka, jika suami tidak bisa memberi kelayakan rumah tangga akan ada ketimpangan antara suami dan istri, sehingga menyebabkan terkikisnya kecintaan istri terhadap suami.” tuturnya.

Yayuli juga menceritakan, bahwa masalah gugatan perceraian sudah pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kisah Zainab binti Jahsu yang mengadu kepada Rasulullah ingin menceraikan suaminya.

Dalam kesempatan itu juga, Yayuli mengutip sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus terkait dibolehkannya cerai. Namun Allah tidak menyukai perceraian.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا مُعَرِّفٌ عَنْ مُحَارِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحَلَّ اللهُ شَيْئًا أَبْغَضَ إِلَيْهِ مِنْ الطَّلَاقِ

“Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus, bahwa cerai dalam islam itu dibolehkan, namun, Allah membenci hal tersebut” ungkapnya.

Selanjutnya, Yayuli menerangkan ketika tumbuh rasa ketidak cocokan sampai menimbulkan perselisihan antara suami dan istri. Sebelum mengambil jalan perceraian, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak.

“Sebelum mengambil keputusan untuk bercerai, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak dengan menunjuk juru damai dari masing-masing keluarga” terangnya.

Menutup kajian kali ini, ia memberikan pandangan Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah atas masalah ini. Majelis Tarjih & Tajdid berpendapat bahwa proses perceraian harus melalui proses sidang pengadilan agama.

“Hal itu, sejalan dengan pasal 39 UUD 1 1974 tentang perkawinan dan pasal 65 UU 9 1989 tentang keadilan agama, bahwa perceraian hanya bisa dilakukan di sidang pengadilan agama,” pungkasnya. (Affiq/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu ‘Afifah, Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Di era media sosial yang serba cepat ini, tak butuh waktu lama bagi seseorang untuk merasa “dekat” dengan selebritas idolanya. Hanya dengan membuka Instagram atau TikTok, kita bisa tahu artis favorit kita sedang makan apa, liburan ke mana, bahkan sedang curhat soal masalah pribadinya. Batas […]

  • Permudah Pendaftar Luar Jawa, UMS Gelar Tes Pendaftaran Daring Besok

    Permudah Pendaftar Luar Jawa, UMS Gelar Tes Pendaftaran Daring Besok

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan tes pendaftaran daring bagi calon mahasiswa asal luar Pulau Jawa. Program tersebut menjadi strategi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai penjuru Tanah Air. Ketua Biro Administrasi Akademik UMS Dr. Triyono, S.E., M.Si., mengatakan tes tersebut akan digelar besok Sabtu, 26 Juli 2025. Sasaran […]

  • UAD AKAN ADAKAN SHALAT IDUL FITRI DI LAPANGAN BOLA

    UAD AKAN ADAKAN SHALAT IDUL FITRI DI LAPANGAN BOLA

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 311
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi terlewati baik kemuliaan dan keutamaannya. Hari raya ini menjadi sebuah kenikmatan bagi umat Islam yang tidak dapat diukur dengan suatu apapun. Kebahagiaan bertemu dengan Ramadhan tahun 1445 H ini termasuk nanti bertemu dengan hari raya idul fitri, dan semua itu karena kehendak Allah SWT. Hari raya […]

  • IMM DKI Jakarta Sebut Kunjungan Paus Fransiskus Merupakan Sejarah bagi Bangsa Indonesia

    IMM DKI Jakarta Sebut Kunjungan Paus Fransiskus Merupakan Sejarah bagi Bangsa Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 212
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Menyambut kunjungan Paus Fransiskus yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 September 2024 di Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kunjungan bersejarah ini dan menegaskan bahwa kunjungan Paus ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia. Ketua Umum DPD IMM DKI Jakarta, Lutfiadi, mengungkapkan, […]

  • Akan Kau Bawa Kemana Hidupmu?

    Akan Kau Bawa Kemana Hidupmu?

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 315
    • 1Komentar

    Oleh: Fathimah Khoirun Nisa “sebuah renungan di zaman penuh distraksi menuju akhirat” Adakalanya dalam hidup ini kita didatangkan dengan kekosongan, keheningan, dan tanda tanya tentang hidup ini, baik ketika dengan banyak orang, maupun hanya kita seorang, bahkan dalam kekosangan tersebut terkadang kita menanyakan pada diri sendiri “mau apa aku sebenanya”, “apa yang aku cari”, atau […]

  • Kopdargab BikersMu Korwil Jawa Timur ke 6, Sekaligus Baksos dan Pengukuhan BikersMu Chapter TulungAgung

    Kopdargab BikersMu Korwil Jawa Timur ke 6, Sekaligus Baksos dan Pengukuhan BikersMu Chapter TulungAgung

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pemberangkatan peserta touring oleh Ustadz Kusnadi Ikhwani dan Abah Sutrimo (Pengurus LPCPRM PP Muhammadiyah dan Ta’mir Masjid Al Fattah). Gelaran Kopdar Gabungan (Kopdargab) VI BikersMu Korwil Jawa Timur di Tulungagung pada (9–10/52026) tidak hanya menjadi ajang berkumpul para rider Muhammadiyah, tetapi juga menghadirkan rangkaian agenda yang sarat nilai dakwah, sosial, organisasi, hingga kepedulian lingkungan. Mengusung semangat […]

expand_less