Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KOPIMU Hadir di Kopdar SUMU Jabar: Wujud Nyata Industrialisasi dari Hulu ke Hilir

KOPIMU Hadir di Kopdar SUMU Jabar: Wujud Nyata Industrialisasi dari Hulu ke Hilir

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH. ID, JABAR – Semangat membangun ekosistem usaha yang maju menjadi salah satu pesan utama dalam Kopdar SUMU Jawa Barat 2026. Acara ini digelar di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, pada Ahad (9/8). Sekitar 150 pengusaha dan pelaku ekonomi Muhammadiyah dari berbagai wilayah Jawa Barat hadir dan sepakat menjadikan industrialisasi sebagai jalan menuju kemakmuran.

Salah satu produk usaha yang tampil dalam acara ini adalah KOPIMU. Kehadirannya menjadi contoh nyata bagaimana gagasan industrialisasi itu bisa diwujudkan.

KOPIMU: Dari Kopi Petani Menjadi Produk Bernilai Tambah

KOPIMU adalah brand kopi yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem bisnis SUMU Bogor Raya. KOPIMU bukan sekadar merek kopi. Lebih dari itu, KOPIMU ingin membangun rantai nilai kopi yang lengkap — mulai dari petani, pengolahan, roasting, pengemasan, distribusi, pemasaran, sampai membuka pasar yang lebih luas.

Selama ini, salah satu masalah komoditas pertanian Indonesia adalah petani lebih banyak menjual bahan mentah dengan nilai tambah yang kecil. KOPIMU ingin mengubah pola ini.

Kopi dari berbagai daerah diolah menjadi produk jadi dengan merek sendiri, standar kualitas, kemasan menarik, dan strategi pemasaran yang langsung menyasar konsumen. Dengan begitu, nilai ekonominya tidak berhenti di perdagangan biji kopi mentah (green bean), tapi terus bertambah lewat proses pengolahan di dalam negeri.

Cara ini sejalan dengan semangat Kopdar SUMU Jabar, yaitu membangun rantai nilai yang utuh dari hulu sampai hilir.

“KOPIMU kami bayangkan bukan sekadar brand kopi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana ekosistem usaha dapat dibangun. Ada petani di hulu, ada pengolahan, ada industri roasting, ada packaging, distribusi, komunitas sebagai pasar, sampai peluang ekspor di hilir,” ujar Muad anggota tim KOPIMU.

KOPIMU dan Cita-Cita Industrialisasi Muhammadiyah

Tema besar Kopdar SUMU Jabar adalah “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia”. Tema ini sangat berkaitan dengan arah pengembangan KOPIMU.

Pimpinan SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, mengatakan bahwa industrialisasi adalah “eskalator” yang bisa mengangkat masyarakat menuju kemakmuran. Ia juga menekankan pentingnya pengusaha Muhammadiyah menjadi pelaku utama dalam industrialisasi, bukan hanya penonton.

KOPIMU ingin menjadi salah satu contoh kecil dari mimpi besar ini: mendorong komoditas lokal menjadi industri nasional yang bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.

KOPIMU tidak berhenti pada urusan jual-beli kopi. Lebih jauh, KOPIMU ingin membangun ekosistem yang melibatkan banyak pihak: petani, roastery, UMKM, komunitas, reseller, distributor, lembaga keuangan, hingga pasar ekspor. Dengan begitu, setiap pihak dalam rantai ini punya peran dan peluang ekonomi masing-masing.

Komunitas sebagai Kekuatan Pasar

Salah satu kekuatan utama yang ingin dikembangkan KOPIMU adalah basis komunitas Muhammadiyah.

Muhammadiyah memiliki jaringan organisasi, amal usaha, komunitas, kader, pelaku UMKM, dan anggota yang tersebar di banyak wilayah. Potensi besar ini bisa menjadi kekuatan pasar jika dikelola dalam ekosistem bisnis yang sehat dan profesional.

Karena itu, KOPIMU menggunakan pendekatan _community-driven market_ — komunitas tidak hanya menjadi pembeli, tapi juga bisa berperan sebagai reseller, mitra distribusi, agen, atau bagian dari rantai bisnis.

Semakin besar pasar KOPIMU, semakin besar pula kebutuhan bahan baku. Semakin besar kebutuhan bahan baku, semakin terbuka peluang bagi petani dan pengolah kopi. Semakin besar volume produksi, semakin efisien pula proses industri dan distribusinya. Inilah rantai nilai yang ingin dibangun KOPIMU.

Bukan Sekadar Kopi, Tapi Model Ekosistem

Membangun industri tidak cukup hanya dengan membuat produk. Dibutuhkan pasar, modal, teknologi, produksi, distribusi, sumber daya manusia, dan kolaborasi.

Karena itu, KOPIMU dijadikan salah satu _proof of concept_ atau uji coba dari model bisnis SUMU Bogor Raya. Model ini mengedepankan empat pendekatan: _market driven_ (mengikuti kebutuhan pasar), _asset light_ (tidak membebani modal pada aset besar), kolaboratif, dan terintegrasi dengan rantai pasok.

Lewat KOPIMU, SUMU Bogor Raya ingin menguji bagaimana kekuatan komunitas bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi. Jika model ini berhasil, pendekatan yang sama bisa dikembangkan untuk komoditas dan produk lainnya.

Dari Jawa Barat Menuju Pasar Nasional dan Global

Kehadiran KOPIMU dalam Kopdar SUMU Jabar juga menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa produk Muhammadiyah tidak harus berhenti di pasar komunitas saja.

Produk berbasis komunitas harus punya ambisi untuk tumbuh menjadi *brand nasional*, bahkan menembus pasar global. Karena itu, pengembangan KOPIMU tidak hanya diarahkan untuk pasar retail dalam negeri. Penguatan kualitas produk, standardisasi, kapasitas produksi, kemasan, distribusi, dan kesiapan ekspor menjadi bagian dari rencana jangka panjang.

Perjalanan KOPIMU bisa digambarkan sebagai sebuah alur transformasi:

*Petani → Komoditas → Pengolahan → Roastery → Brand → Distribusi → Komunitas → Pasar Nasional → Ekspor*

Rantai inilah yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Sebuah Mimpi yang Sedang Dimulai

Kopdar SUMU Jabar menegaskan bahwa industrialisasi membutuhkan kolaborasi dan penggabungan kekuatan ekonomi. Forum ini juga menjadi ruang bagi para pengusaha untuk memperkenalkan usahanya, membangun jaringan, dan membuka peluang kerja sama.

Di tengah semangat ini, KOPIMU hadir membawa mimpi yang sederhana namun besar: kopi Indonesia tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah, diberi nilai tambah, dibangun menjadi brand, dan hasilnya bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.

KOPIMU mungkin baru langkah kecil. Namun dari langkah kecil inilah diharapkan lahir ekosistem yang besar — ekosistem di mana petani mendapat pasar yang lebih baik, UMKM mendapat peluang usaha, komunitas mendapat ruang untuk berkolaborasi, industri mendapat skala yang lebih besar, dan produk Indonesia punya jalan menuju pasar global.
Industrialisasi bukan hanya soal membangun pabrik.

Industrialisasi adalah tentang membangun rantai nilai, menciptakan nilai tambah, membuka kesempatan, dan mengajak sebanyak mungkin orang untuk naik bersama menuju kemakmuran.

Dan bagi KOPIMU, inilah makna dari “Industrialisasi Jadi Eskalator Menuju Kemakmuran.”

Kontributor: Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FK UMS Resmi Ajukan Pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer

    FK UMS Resmi Ajukan Pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) resmi mengajukan pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS Sp.KKLP) pada Selasa (30/9), melalui Sistem Informasi Kelembagaan (SIAGA) Kementerian Pendidikan Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung program akselerasi pemenuhan dan distribusi dokter spesialis-subspesialis yang digagas pemerintah sesuai […]

  • PMB UMS 2026 Sukses Lampaui Target 8 Ribu Mahasiswa Baru

    PMB UMS 2026 Sukses Lampaui Target 8 Ribu Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (29/8/2026) pukul 15.00 WIB. Target 8 ribu mahasiswa baru telah terpenuhi. Direktur Direktorat Akademik dan Admisi Dr. Triyono, S.E., M.Si., menjelaskan sebanyak 8.098 calon mahasiswa telah melakukan registrasi per Sabtu sore. Sementara jumlah pendaftar per Sabtu siang ini […]

  • UMS Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah, Perkuat Inklusi Ekonomi Warga Muhammadiyah

    UMS Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah, Perkuat Inklusi Ekonomi Warga Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah yang digelar pada Selasa (18/11) di Edutorium UMS. Agenda ini diselenggarakan oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, UMS, serta Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah bagi pemuda, perempuan, […]

  • PPK Ormawa IMM FIK UMS Kembangkan Inovasi Olahan Alpukat untuk Pemberdayaan Masyarakat

    PPK Ormawa IMM FIK UMS Kembangkan Inovasi Olahan Alpukat untuk Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melatih masyarakat Desa Musuk, Boyolali, mengolah buah dan daun alpukat menjadi produk bernilai ekonomi berupa selai buah alpukat dan teh daun alpukat, Sabtu (11/7/2026), di Balai Desa Musuk. Ketua PPK Ormawa IMM […]

  • SMP Muhammadiyah 1 Anggana Buka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    SMP Muhammadiyah 1 Anggana Buka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 77
    • 0Komentar

    SMP Muhammadiyah 1 Anggana resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkemajuan yang berada di Kecamatan Anggana ini mengajak para lulusan sekolah dasar untuk bergabung dan tumbuh bersama dalam lingkungan pendidikan Islami, modern, dan berkarakter. Kepala Sekolah Saryono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah siap menyambut peserta didik baru dengan penuh […]

  • Ribuan Jamaah Ikut Salat Idulfitri di Edutorium UMS, Seruan Istikamah Menguat

    Ribuan Jamaah Ikut Salat Idulfitri di Edutorium UMS, Seruan Istikamah Menguat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH, ID. SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar salat Idulfitri di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (20/3). Ribuan jamaah tampak memadati halaman Edutorium UMS sejak pukul 6 pagi. Adapun para jamaah terdiri atas tenaga kependidikan UMS, mahasiswa, dan masyarakat umum. Khatib salat Id, Yayuli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan kepada umat terkait makna Idulfitri sebagai […]

expand_less