Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KOPIMU Hadir di Kopdar SUMU Jabar: Wujud Nyata Industrialisasi dari Hulu ke Hilir

KOPIMU Hadir di Kopdar SUMU Jabar: Wujud Nyata Industrialisasi dari Hulu ke Hilir

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH. ID, JABAR – Semangat membangun ekosistem usaha yang maju menjadi salah satu pesan utama dalam Kopdar SUMU Jawa Barat 2026. Acara ini digelar di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, pada Ahad (9/8). Sekitar 150 pengusaha dan pelaku ekonomi Muhammadiyah dari berbagai wilayah Jawa Barat hadir dan sepakat menjadikan industrialisasi sebagai jalan menuju kemakmuran.

Salah satu produk usaha yang tampil dalam acara ini adalah KOPIMU. Kehadirannya menjadi contoh nyata bagaimana gagasan industrialisasi itu bisa diwujudkan.

KOPIMU: Dari Kopi Petani Menjadi Produk Bernilai Tambah

KOPIMU adalah brand kopi yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem bisnis SUMU Bogor Raya. KOPIMU bukan sekadar merek kopi. Lebih dari itu, KOPIMU ingin membangun rantai nilai kopi yang lengkap — mulai dari petani, pengolahan, roasting, pengemasan, distribusi, pemasaran, sampai membuka pasar yang lebih luas.

Selama ini, salah satu masalah komoditas pertanian Indonesia adalah petani lebih banyak menjual bahan mentah dengan nilai tambah yang kecil. KOPIMU ingin mengubah pola ini.

Kopi dari berbagai daerah diolah menjadi produk jadi dengan merek sendiri, standar kualitas, kemasan menarik, dan strategi pemasaran yang langsung menyasar konsumen. Dengan begitu, nilai ekonominya tidak berhenti di perdagangan biji kopi mentah (green bean), tapi terus bertambah lewat proses pengolahan di dalam negeri.

Cara ini sejalan dengan semangat Kopdar SUMU Jabar, yaitu membangun rantai nilai yang utuh dari hulu sampai hilir.

“KOPIMU kami bayangkan bukan sekadar brand kopi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana ekosistem usaha dapat dibangun. Ada petani di hulu, ada pengolahan, ada industri roasting, ada packaging, distribusi, komunitas sebagai pasar, sampai peluang ekspor di hilir,” ujar Muad anggota tim KOPIMU.

KOPIMU dan Cita-Cita Industrialisasi Muhammadiyah

Tema besar Kopdar SUMU Jabar adalah “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia”. Tema ini sangat berkaitan dengan arah pengembangan KOPIMU.

Pimpinan SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, mengatakan bahwa industrialisasi adalah “eskalator” yang bisa mengangkat masyarakat menuju kemakmuran. Ia juga menekankan pentingnya pengusaha Muhammadiyah menjadi pelaku utama dalam industrialisasi, bukan hanya penonton.

KOPIMU ingin menjadi salah satu contoh kecil dari mimpi besar ini: mendorong komoditas lokal menjadi industri nasional yang bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.

KOPIMU tidak berhenti pada urusan jual-beli kopi. Lebih jauh, KOPIMU ingin membangun ekosistem yang melibatkan banyak pihak: petani, roastery, UMKM, komunitas, reseller, distributor, lembaga keuangan, hingga pasar ekspor. Dengan begitu, setiap pihak dalam rantai ini punya peran dan peluang ekonomi masing-masing.

Komunitas sebagai Kekuatan Pasar

Salah satu kekuatan utama yang ingin dikembangkan KOPIMU adalah basis komunitas Muhammadiyah.

Muhammadiyah memiliki jaringan organisasi, amal usaha, komunitas, kader, pelaku UMKM, dan anggota yang tersebar di banyak wilayah. Potensi besar ini bisa menjadi kekuatan pasar jika dikelola dalam ekosistem bisnis yang sehat dan profesional.

Karena itu, KOPIMU menggunakan pendekatan _community-driven market_ — komunitas tidak hanya menjadi pembeli, tapi juga bisa berperan sebagai reseller, mitra distribusi, agen, atau bagian dari rantai bisnis.

Semakin besar pasar KOPIMU, semakin besar pula kebutuhan bahan baku. Semakin besar kebutuhan bahan baku, semakin terbuka peluang bagi petani dan pengolah kopi. Semakin besar volume produksi, semakin efisien pula proses industri dan distribusinya. Inilah rantai nilai yang ingin dibangun KOPIMU.

Bukan Sekadar Kopi, Tapi Model Ekosistem

Membangun industri tidak cukup hanya dengan membuat produk. Dibutuhkan pasar, modal, teknologi, produksi, distribusi, sumber daya manusia, dan kolaborasi.

Karena itu, KOPIMU dijadikan salah satu _proof of concept_ atau uji coba dari model bisnis SUMU Bogor Raya. Model ini mengedepankan empat pendekatan: _market driven_ (mengikuti kebutuhan pasar), _asset light_ (tidak membebani modal pada aset besar), kolaboratif, dan terintegrasi dengan rantai pasok.

Lewat KOPIMU, SUMU Bogor Raya ingin menguji bagaimana kekuatan komunitas bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi. Jika model ini berhasil, pendekatan yang sama bisa dikembangkan untuk komoditas dan produk lainnya.

Dari Jawa Barat Menuju Pasar Nasional dan Global

Kehadiran KOPIMU dalam Kopdar SUMU Jabar juga menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa produk Muhammadiyah tidak harus berhenti di pasar komunitas saja.

Produk berbasis komunitas harus punya ambisi untuk tumbuh menjadi *brand nasional*, bahkan menembus pasar global. Karena itu, pengembangan KOPIMU tidak hanya diarahkan untuk pasar retail dalam negeri. Penguatan kualitas produk, standardisasi, kapasitas produksi, kemasan, distribusi, dan kesiapan ekspor menjadi bagian dari rencana jangka panjang.

Perjalanan KOPIMU bisa digambarkan sebagai sebuah alur transformasi:

*Petani → Komoditas → Pengolahan → Roastery → Brand → Distribusi → Komunitas → Pasar Nasional → Ekspor*

Rantai inilah yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Sebuah Mimpi yang Sedang Dimulai

Kopdar SUMU Jabar menegaskan bahwa industrialisasi membutuhkan kolaborasi dan penggabungan kekuatan ekonomi. Forum ini juga menjadi ruang bagi para pengusaha untuk memperkenalkan usahanya, membangun jaringan, dan membuka peluang kerja sama.

Di tengah semangat ini, KOPIMU hadir membawa mimpi yang sederhana namun besar: kopi Indonesia tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah, diberi nilai tambah, dibangun menjadi brand, dan hasilnya bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.

KOPIMU mungkin baru langkah kecil. Namun dari langkah kecil inilah diharapkan lahir ekosistem yang besar — ekosistem di mana petani mendapat pasar yang lebih baik, UMKM mendapat peluang usaha, komunitas mendapat ruang untuk berkolaborasi, industri mendapat skala yang lebih besar, dan produk Indonesia punya jalan menuju pasar global.
Industrialisasi bukan hanya soal membangun pabrik.

Industrialisasi adalah tentang membangun rantai nilai, menciptakan nilai tambah, membuka kesempatan, dan mengajak sebanyak mungkin orang untuk naik bersama menuju kemakmuran.

Dan bagi KOPIMU, inilah makna dari “Industrialisasi Jadi Eskalator Menuju Kemakmuran.”

Kontributor: Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemateri, Rizqi Maulana selaku Ketua Bidang PIP PD IPM Jepara

    Lawan Rendahnya Minat Baca, PD IPM Jepara Luncurkan Komunitas Literasi “Lentera Aksara”

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Jepara mengambil langkah progresif dalam memajukan dunia literasi di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran komunitas literasi bertajuk “Lentera Aksara” yang digelar di SMK Muhammadiyah Keling, Sabtu (7/3/2026). Mengusung semangat “Pelajar Aspiratif, Pelajar Inklusif”, peluncuran ini tidak sekadar seremoni. Acara langsung dimeriahkan […]

  • Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    Terlalu Ngefans Sama Artis Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu ‘Afifah, Mahasiswa Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Di era media sosial yang serba cepat ini, tak butuh waktu lama bagi seseorang untuk merasa “dekat” dengan selebritas idolanya. Hanya dengan membuka Instagram atau TikTok, kita bisa tahu artis favorit kita sedang makan apa, liburan ke mana, bahkan sedang curhat soal masalah pribadinya. Batas […]

  • Santri Al-Mujahidin Kembali Cetak Prestasi!

    Santri Al-Mujahidin Kembali Cetak Prestasi!

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Setelah Fahri, kabar bahagia kembali datang dari siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin, Balikpapan. Kali ini, 3 santri pondok pesantren Al-Mujahidin berhasil menjuarai lomba keagamaan tingkat kota. Ananda Rama Hidayat, Ananda Tasya Andini Putri, dan Ananda Andi Rezti Maharani. Nama ketiganya keluar sebagai juara 1 lomba adzan, juara 3 lomba kaligrafi, […]

  • MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    MOSAIC dan PP Muhammadiyah Resmikan Panel Surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sijunjung — Muslim for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (2/8/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sedekah Energi, yang kali ini mengusung tema “Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya.” Program […]

  • Kementerian UMKM Soroti Peran Inkubator Bisnis di Kampus, UMS Siap Perkuat Kolaborasi

    Kementerian UMKM Soroti Peran Inkubator Bisnis di Kampus, UMS Siap Perkuat Kolaborasi

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Alumni Entrepreneur Summit 2026 di Ruang Seminar Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan alumni, mahasiswa, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan […]

  • Pencerdasan di Bulan Ramadhan, IMM Shabran UMS Gelar Kantin Bu Hajjah

    Pencerdasan di Bulan Ramadhan, IMM Shabran UMS Gelar Kantin Bu Hajjah

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS menyelenggarakan kegiatan Kajian Rutin dua bulanan Pondok Hajjah Nuriyah Shabran (Kantin Bu Hajjah). Kegiatan tersebut diadakan pada hari Selasa sore, 12 Maret 2024, bertepatan di Masjid Ma’had Abu Bakar UMS. Acara yang dilaksanakan dalam […]

expand_less