Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » PENGAPLIKASIAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

PENGAPLIKASIAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
  • visibility 719
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tsabitah Zhafira (202110230311052)

Peran guru di dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah sebagai fasilitor bagi siswanya. Dalam sebuah proses pembelajaran, guru menjelaskan materi dari topik yang dibahas dan para siswa hanya harus menelan apa yang telah diberikan oleh guru. Proses pembelajaran ini disebut sebagai spoon-feeding. Setelah pembelajaran selesai, siswa diberikan evaluasi daya kemampuan mengingat dari apa yang telah disampaikan oleh guru. Evaluasi biasanya berupa ujian dalam bentuk pilihan ganda yang memaksa siswa untuk memorisasi terkait materi yang dijelaskan oleh guru. Manifestasi dari strategi pembelajaran dengan spoon-feeding ini adalah siswa yang hanya kompeten pada bagian permukaan saja tanpa memiliki kemampuan untuk menggali ide-ide lainnya.

Dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan Kaum Tertindas”, Paulo Freire mendefinisikan “sistem bank” pada proses pendidikan lama. Pada “sistem bank” guru merupakan subjek yang berisikan pengetahuan dan kemudian diisikan kepada siswa yang berperan sebagai objek wadah. Dengan sistem ini jelas kurang adanya komunikasi antara guru dan siswa.

Pada dasarnya, dialog adalah unsur terpenting dalam pendidikan untuk membangun interaksi dan koneksi yang kuat antara guru dan siswa. Komunikasi yang seharusnya terjadi antara guru dan siswa menuntut program pendidikan bersifat dialogis. Siswa dianggap hanya perlu menerima apa yang diberikan oleh guru dan tidak aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga tidak terjalinnya interaksi yang hidup antara guru dan siswa. Hal ini juga membuat pengetahuan yang diketahui siswa hanyalah sebuah teori tanpa adanya implementasi dalam kehidupan nyata.

Menurut Freire, proses pembelajaran dengan “sistem bank” merupakan cermin dari penindasan karena hak kebebasan siswa yang telah dirampas, dehumanisasi. Kebebasan untuk berpendapat, kebebasan untuk berbicara, dan kebebasan untuk mengekspresikan ide. Selain itu, praktik “sistem bank” pada pendidikan adalah bentuk dukungan terhadap struktur-struktur penindasan. Kaum tertindas menanggung beban penindasan dan haus akan kebebasan. Namun, bentuk kebebasan yang dilihat oleh kaum tertindas adalah pergantian peran karena adanya keterbatasan persepsi  pada dua peran (yang menindas dan yang tertindas) dan mereka menginternalisasi sebuah gambaran kaum penindas dalam dirinya. Untuk itu dibutuhkan penjelasan kepada kaum tertindas akan situasi mereka.

Dengan tujuan untuk meruntuhkan “sistem bank” yang sudah melekat, Freire mendirikan sistem pendidikan baru. “Pendidikan hadap masalah” menjadikan guru dan siswa sebagai subjek yang membahas satu objek dan berpikir bersama. Dengan sistem yang bersifat dialogis ini, guru dan siswa dapat berkembang secara bersamaan. Guru tidak lagi berperan untuk menyuapi murid, melainkan memberikan pertanyaan sebagai bentuk rangsangan untuk mengasah daya pikir kritis siswa terhadap dirinya sendiri dan dunia.

Sistem pendidikan yang ada di Indonesia kini sudah mengalami perubahan. Student-Centered Learning (SCL) adalah metode pembelajaran yang mulai diterapkan oleh di Indonesia. Metode SCL berpusat pada siswa, dimana guru tidak selalu memberikan penjelasan materi pembelajaran dan siswa tidak selalu menerima apa yang diberikan oleh guru. Metode pembelajaran ini serupa dengan sistem “pendidikan hadap masalah” yang diterapkan oleh Freire.

Dalam penerapannya, metode SCL membuat siswa untuk selalu aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diharapkan bisa mengkritisi pengetahuan melalui penjelasan singkat dari guru dan menggali ide-ide lainnya serta melakukan diskusi dengan guru dan para siswa lainnya. Interaksi antara guru dan siswa membangun adanya interaksi yang hidup, komunikasi. Dengan adanya komunikasi maka akan terbentuk pendidikan yang bersifat dialogis.

Freire menyatakan bahwa objek pada dialog antara guru dan siswa merupakan kodifikasi. Kodifikasi adalah proses penyajian elemen-elemen penuh makna dari situasi tersebut kepada masyarakat. Selain kodifikasi, terdapat pula dekodifikasi yang merupakan proses menafsrikan situasi yang telah dikodofikasi tadi. Hal ini termasuk dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Freire untuk mencapai sistem pendidikan yang dialogis.

Dengan metode SCL siswa juga dilatih untuk melakukan praktik dari teori-teori yang dipelajari sehingga pengetahuan tidak hanya sebatas teori. Menurut Freire, kata adalah inti dari dialog. Kata yang sejati hanyalah kata yang melalui praksis. Praksis adalah perpaduan dari aksi dan refleksi. Kata tanpa refleksi hanyalah sebuah aktivisme, dan tanpa adanya aksi maka hanya akan terjadi verbalisme. Dilakukannya aksi pada proses pembelajaran adalah sebuah implementasi untuk menghindari terjadinya verbalisme.

Metode SCL menjadi sebuah perubahan utama yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk mengubah struktur masyarakat. Seperti yang dikatakan Freire tentang teori dialogik dan antidialogiknya, sistem pendidikan harus bersifat kooperatif. Teori dialogik berarti adanya kesatuan dari pimpinan kepada masyarakat dalam rangka menjunjung kebebasan dengan melakukan perombakan struktur untuk membangun kesatuan demi kebebasan. Berbeda dengan teori antidialogik, manusia dikuasai untuk tunduk dan pasif sehingga tetap pada kondisi tertindas dengan memecah belah untuk menjaga status quo

Namun, apakah metode SCL benar-benar diaplikasikan secara baik dan benar di dalam pendidikan di Indonesia? Apakah dapat berpengaruh ke arah yang lebih positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia? Karena pada penerapannya, metode SCL sering disalahartikan oleh beberapa pihak. Siswa seringkali dibiarkan untuk bebas tanpa pengawasan dan tidak berarah sehingga siswa tidak dapat mengetahui mana yang benar dan yang salah. Dengan metode SCL, siswa tetap membutuhkan bimbingan dari seorang guru untuk mengawasi limitiasi-limitasi dan memberikan arahan yang tepat serta untuk memberikan penjelasan yang berisfat merangsang bagi para siswa untuk mereka dapat mengkritisi suatu hal.

Adapun di sisi lain dari mendapatkan feedback yang positif dan memiliki tujuan yang baik, beberapa orang tidak terlalu senang dengan diterapkannya metode SCL. Menurut beberapa orang tersebut, metode SCL hanya akan membuat guru makan gaji buta. Freire menyatakan bahwa ada beberapa orang yang memiliki perasaan (fear of freedom) atau “takut akan kebebasan.” Menurut orang-orang dengan perasaan ini, kesadaran kritis merupakan bentuk keanarkisan. Perubahan yang cukup signifikan pada pengaplikasian metode SCL dari pendidikan sebelumnya membuat beberapa orang khawatir akan dampak buruk yang kemungkinan akan terjadi. kepada penerus bangsa walaupun pada realitanya metode ini dapat mencapai sebuah kebebasan dan kemandirian.

Dengan demikian, apakah sebenarnya metode SCL di Indonesia sudah diterapkan dengan baik? Atau apakah menjadi malapetaka bagi pendidikan Indonesia karena beberapa masyarakatnya yang cenderung takut dan tidak toleransi terhadap suatu perubahan walaupun untuk kebaikan bersama?

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PD IPM dan LazisMu PPU Membuka Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina

    PD IPM dan LazisMu PPU Membuka Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 492
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Penajam – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina terus memakan korban jiwa. Sejak dimulai pada 7 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Palestina dalam laman resminya mengabarkan, jumlah korban di Gaza mencapai 5.791 martir, termasuk 2.360 anak-anak, 1.292 perempuan, dan 295 lansia. Sementara itu 16.297 warga menderita luka-luka. Kondisi tersebut diperparah dengan bantuan yang tertahan di […]

  • Secercah Harapan Di Balik Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Qur’an Di Ponpes Al-Ihsan

    Secercah Harapan Di Balik Penyaluran Wakaf Mushaf Al-Qur’an Di Ponpes Al-Ihsan

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 996
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Tempurejo – Bulan Ramadhan tahun ini dijadikan momentum Ponpes Al-Ihsan Muhammadiyah untuk menggiatkan program menghafal al-Qur’an. Seperti yang kita ketahui bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan. Oleh karenanya segenap pengurus Ponpes al-Ihsan menggunakan momentum ini untuk menyelenggarakan Rumah Tahfidz. Kegiatan ini dijalankan untuk kesekian kalinya, setelah lama vakum. Rencananya akan digelar selama […]

  • JANGAN SEBUT KATROL NILAI ADIL

    JANGAN SEBUT KATROL NILAI ADIL

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Oleh : Fahri Friyanda (Mahasiswa Prodi PAI UMS) Pernahkah anda merasa nilai raport tinggi. Tapi sebenarnya tidak begitu paham dengan materinya. Atau, pernahkah anda melihat raport anak yang selalu tinggi nilainya. Lalu bertanya, nak apa yang kamu dapatkan dari mata pelajaran ini. Mereka tidak bisa menjawab dengan baik. Bahkan kebingungan dan diam tidak bisa menjawab. […]

  • BENTUK GENERASI HIZBUL WATHAN, SD MUJITU GELAR PERKEMAHAN CERIA

    BENTUK GENERASI HIZBUL WATHAN, SD MUJITU GELAR PERKEMAHAN CERIA

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Mojokerto – Kegiatan perkemahan Ceria Pandu Hizbul Wathan yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 17 Surabaya (Mujitu) di bumi perkemahan Wana Wisata Dlundung, Trawas, Mojokerto, berjalan dengan lancar. Perkemahan Ceria Pandu Hizbul Wathan yang dihelat SD Mujitu pada Jumat-Sabtu, 1-2 Desember 2023 ini bertujuan untuk menempa keimanan, keilmuan, kedisiplinan, dan mentalitas kepemimpinan guna membentuk generasi berkemajuan melalui […]

  • Silaturahmi P2T UMS Tekankan Kebersamaan dan Kesehatan, Siapkan Agenda Aplikatif Berbasis Praktik

    Silaturahmi P2T UMS Tekankan Kebersamaan dan Kesehatan, Siapkan Agenda Aplikatif Berbasis Praktik

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. SURAKARTA – Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program pembinaan bagi para anggota purna tugas. Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga […]

  • Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 320
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok, Grogol, Sukoharjo melaksanakan pengajian rutin ramadhan bekerjasama dengan LazisMu Sukoharjo sekaligus agenda membagi santunan dan sembako di Masjid Al-Amin Pondok. Pengajian ini bertajuk “Merajut Ukhuwah Islamiyah di Bulan Ramadhan” ‘Aisyiyah Pondok Grogol memiliki agenda rutin pengajian yang dilaksanakan pada tiap ahad. Pengajian kali ini di Masjid Al-Amin, Pondok, […]

expand_less