Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Merefleksikan Hidup Guna Mencapai Tujuan

Merefleksikan Hidup Guna Mencapai Tujuan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 449
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ibnu Masngud

Apa yang dicari?
Bumi ini diwarnai dengan aneka aktivitas manusia beserta dinamikanya. Setiap manusia memiliki kepentingan yang mendorongnya untuk bertindak. Karena kepentingan manusia berbeda satu dengan yang lainnya tidak jarang tindakan itu merugikan satu sama lain. Dari situlah lahir berbagai problematika tanpa ujung yang memenuhi kehidupan dunia. Namun apa sebenarnya yang manusia cari dari berbagai aktivitasnya yang tidak jarang membawa masalah bagi dunia.

Imam Ibnu Hazm (994-1064 M) menyatakan bahwa inti dari segala macam aktivitas manusia di dunia kembali pada satu tujuan yang hendak digapai, beliau menyebutnya dengan طرد الهم Thard al-Hamm (menghindari atau menolak kesedihan). Pemahaman terbaliknya berarti mencari kebahagiaan.

Apa yang disampaikan oleh Imam Ibnu Hazm merupakan satu hal yang menjadi titik temu antara seluruh manusia apapun latar belakang kehidupan mereka. Diantara manusia ada yang menemukan kebahagiaan dalam kebanggaan atas kedudukannya, atau dalam tumpukan harta kekayaannya, bisa juga dalam keberhasilan menjalakan keyakinannya.

Demikian beragam cara pandang manusia yang melahirkan aktivitas beragam pula. Memang setiap orang bisa menemukan kebahagiaan dengan caranya masing-masing, namun tidak jarang ada yang terjebak dengan kebahagiaan semu yang justru pada akhirnya mendatangkan penyesalan dan kesedihan.

Selayaknya manusia lebih memprioritaskan kebahagian jangka panjang, terlebih bagi yang percaya akan adanya hari akhirat. Bahkan dalam pandangan Epikuros (341-270 SM), manusia perlu mengorbankan kebahagiaan jangka pendek untuk mendapat bahagia yang lebih besar dan jangka panjang.

Bagaimana untuk bahagia?
Mencukupi Kebutuhan
Sebelum membahas bagaimana cara untuk bahagia, penting untuk diketahui pula sebab-sebab yang dapat mendatangkan kesedihan. Diantara faktor umum yang melahirkan kesedihan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan. Telah maklum bahwa manusia beraktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, namun dalam konteks ini sementara manusia sering salah paham atau tidak memahami kebutuhannya secara utuh.

Manusia adalah makhluk yang terdiri dari tiga dimensi, jasmaniyah, aqliyah dan ruhaniyah. Masing-masing memiliki kebutuhan yang perlu ditunaikan, namun tidak sedikit manusia yang hanya fokus pada kebutuhan jasmani saja. Bahkan memandang kebutuhan jasmani sebagai kebutuhan puncak diatas yang lainnya. Ada yang beribadah dengan motif agar dimudahkan rizkinya semata, ada pula yang menuntut ilmu untuk mendapat perkerjaan dengan penghasilan yang menjajikan.

Aktivitas seperti berolahraga, minum dan makan adalah contoh dari kebutuhan jasmaniyah. Beribadah dan bersosialisasi masuk dalam kebutuhan ruhaniyah. Sedangkan contoh dari kebutuhan aqliyah adalah berbagai kegiataan keilmuan seperti membaca dan meneliti. Ketiga kebutuhan itu saling kait mengait sehingga ada satu aktivitas yang bisa memenuhi lebih dari satu kebutuhan sekaligus. Seperti mengikuti majelis ilmu misalnya yang dapat memenuhi kebutuhan ruhaniyah dan aqliyah, jika tersedia konsumsi maka tiga kebutuhan terpenuhi sekaligus. Agar tercapai kebahagian paripurna maka ketiga kebutuhan tersebut perlu dipenuhi secara simultan tanpa mengabaikan salah satunya.

Terus melangkah menuju tujuan
Hidup ini merupakan sebuah perjalan waktu tanpa henti menuju kematian dan pertemuan dengan Allah SWT, hanya ada dua kemungkinan, bahagia atau sengsara. Selain memerlukan pemenuhan kebutuhan, tiga dimensi yang ada dalam diri manusia juga merupakan anugerah Allah SWT yang memiliki berbagai macam potensi.

Di sisi lain, untuk hidup bahagia manusia perlu menentukan tujuan yang jelas. Setelah tujuan ditetapkan, maka perlu menyusun langkah-langkah konkret untuk menggapai tujuan itu. Potensi yang dimiliki adalah bekal perjalanan agar bisa sampai pada tujuan. Selain potensi dalam diri, ada juga bekal lain di luar dirinya yang harus dikelola sebaik mungkin, ia adalah waktu. Waktu juga merupakan pemberian Allah SWT yang menjadi bekal utama manusia menuju tujuannya.

“Manusia adalah susunan hari-hari, setiap berlalu satu harinya maka hilanglah sebagian dari dirinya” – Imam Al-Hasan Al-Bashri (641-728 M)

Dalam melangkah mencapai tujuan hidup ada kriteria ataupun kompetensi yang harus digapai agar seseorang pantas mendapat apa yang dituju. Tentu kriteria-kriteria tersebut tidak sedikit, sebagai contoh seorang yang ingin menjadi mufassir maka ia perlu mempelajari berbagai disiplin ilmu yang tidak sedikit.

Karena waktu yang merupakan bekal itu terbatas, maka seseorang harus semaksimal mungkin berusaha agar aktivitasnya tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan menuju tujuan. Dengan demikian diharapkan seseorang dari waktu ke waktu semakin dekat dengan apa yang ia tuju. Aristoteles pernah berkata “engkau adalah apa yang engkau lakukan secara berulang-ulang”.

Sangat wajar jika rasa jenuh itu datang, tidak mengapa berhenti sebentar atau berpaling ke aktivitas lain, namun pastikan tetap dalam jalur kebaikan. Allah SWT menyediakan beraneka macam jalan kebaikan agar jika manusia “bosan” dengan satu kebaikan maka ia dapat sementara melakukan kebaikan dalam bentuk lain tanpa harus terjerumus dalam aktivitas buruk.

Semua pihak berhak bahagia
Setelah manusia menentukan tujuan maka ia akan terdorong untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Jika demikian maka setiap aktivitas yang dilakukan akan sarat dengan kepentingan pribadinya. Dari sini aktivitas seseorang tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain, oleh karenanya sangat diperlukan aturan bersama yang mampu mengontrol tindakan manusia agar bahagia dapat dirasakan oleh semua pihak.

Dari sini kita perlu aturan yang bebas dari kepentingan individu maupun golongan. Sangat kecil kemungkinan manusia dapat membuat aturan yang bebas kepentingan, maka yang harus membuatnya adalah pihak yang sama sekali tidak memiliki kepentingan dan kebutuhan, dan satu-satunya pihak yang tidak mempumyai kebutuhan maupun kepentingan hanyalah Allah SWT. فمن تبع هداي فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون (maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati) al-Baqarah ayat 38.

Kesimpulan
Dari uraian di atas paling tidak ada tiga hal yang dapat ditempuh untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dan menyeluruh. Pertama memenuhi kebutuhan baik aqliyah, jasmaniyah maupun ruhaniyah secara simultan. Kedua menentukan tujuan hidup beserta langkah-langkah konkretnya dan menlangkah dengan mengoptimalkan potensi dan bekal utamanya. Ketiga Mengikuti aturan Allah SWT dalam melaksanakan point pertama dan kedua agar bahagia yang didapat adalah yang hakiki dan tidak merenggut hak bahagia pihak-pihak lain. Allahu A’lam, La Haula Wala Quwwata Illa Billah.


Muhammad Ibnu Masngud, Ketua Bidang Riset Pengembangan Keilmuan HMP IQT UMS 2023


Sumber: Makna Kehidupan; Refleksi dan Harapan

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Pesan Penting Kyai Irzal untuk Para Pengasuh pada Pengukuhan Mudir Ponpes MBS KH Mas Mansur

    3 Pesan Penting Kyai Irzal untuk Para Pengasuh pada Pengukuhan Mudir Ponpes MBS KH Mas Mansur

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 212
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Pengukuhan Mudir Pondok Pesantren MBS KH Mas Mansur berlangsung khidmat di Kampus Ponpes MBS, Kota Pekalongan, Ahad (29/09/2024). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Ketua LPP PWM Jawa Tengah, PDM dan PDA Kota Pekalongan, serta anggota DPRD dan Kemenag Kota Pekalongan. Juga turut hadir pengurus […]

  • BikersMu Chapter Purworejo Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Dakwah Kreatif Berbasis Komunitas Bikers Muhammadiyah

    BikersMu Chapter Purworejo Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Dakwah Kreatif Berbasis Komunitas Bikers Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PURWOREJO- Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) kembali memperluas jaringan dakwahnya, Ahad (30/11/2025) BikersMu Chapter Purworejo, Jawa Tengah, resmi dikukuhkan dalam gelaran bertajuk Pengukuhan dan Raihlah Dakwah yang berlangsung di kawasan wisata Rahayu River Tubing, Padureso, Kebumen. Kegiatan yang memadukan nuansa religius, persaudaraan, dan wisata alam ini diikuti oleh 27 personel pengurus BikersMu Chapter Purworejo. Susunan […]

  • Pondok Shabran Gelar Rapat Sosialisasi, Warga dan Pimpinan UMS Kompak Dukung Renovasi

    Pondok Shabran Gelar Rapat Sosialisasi, Warga dan Pimpinan UMS Kompak Dukung Renovasi

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar “Rapat Sosialisasi dan Dukungan Pembangunan Pondok Shabran UMS” pada Jum’at (5/9) bakda Ashar, bertempat di Ruang Seminar Pondok Shabran, Desa Makam Haji, Kartasura. Acara yang berlangsung pukul 15.30-17.15 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UMS, tokoh agama dan masyarakat, pimpinan Muhammadiyah, alumni, serta […]

  • SUMU Bogor Raya Gelar Musyawarah Kerja Perdana, Rintis Koperasi Syariah SUMU -Pengusaha Muhammadiyah

    SUMU Bogor Raya Gelar Musyawarah Kerja Perdana, Rintis Koperasi Syariah SUMU -Pengusaha Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bogor — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya menggelar Musyawarah Kerja Perdana pada Ahad, 4 Januari 2026, di ruang meeting PT Mandalaya Energy Indonesia, Bogor. Kegiatan ini menandai dimulainya konsolidasi pengusaha Muhammadiyah di wilayah Bogor Raya sekaligus langkah awal pendirian Koperasi Syariah SUMU (Sukses Usaha Mulia). Musyawarah tersebut dihadiri jajaran pengurus dan pelaku usaha […]

  • Perilaku Anak, Tanggung Jawab Siapa? Mengurai Kesalahpahaman antara Rumah dan Sekolah

    Perilaku Anak, Tanggung Jawab Siapa? Mengurai Kesalahpahaman antara Rumah dan Sekolah

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Oleh: Pristila Putri, Mahasiswa Magister Psikologi UMS Dalam dunia pendidikan, seringkali muncul persepsi bahwa segala perilaku salah anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jika anak mereka bermasalah, itu karena pengasuhan atau pengajaran di sekolah kurang baik. Padahal, pendidikan anak adalah proses yang melibatkan dua lingkungan utama: rumah […]

  • Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini: Mahasiswa KKN 11 UIN Syekh Wasil Kediri Sosialisasikan Moderasi Beragama dan Anti-Bullying di SDN Padangan 1

    Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini: Mahasiswa KKN 11 UIN Syekh Wasil Kediri Sosialisasikan Moderasi Beragama dan Anti-Bullying di SDN Padangan 1

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KEDIRI – Mahasiswa Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri membawa misi besar dalam program Asta Protas Kemenag Berdampak melalui sosialisasi bertajuk “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan”. Kegiatan yang menitikberatkan pada poin Moderasi Beragama dan Pencegahan Bullying bagi siswa SDN Padangan 1, Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini dirancang secara interaktif untuk membentuk […]

expand_less