Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Workshop Dampak Perubahan Iklim di Indonesia dan Peran Lazismu, Lazismu dan Madani ajak masyarakat kelola mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang berangkat dari potensi lokal yang ada.

Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tugas untuk memakmurkan bumi. Kewajiban untuk mengurus dan mengelola bumi merupakan sebuah kontribusi untuk keberlansungan hidup generasi selanjutnya. Perubahan iklim sebagai sunatullah adalah bagian takdir yang bisa dibuah melalui langkah mitigasi.

Sopa sebagai Wakil Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyampaikan, dampak perubahan iklim harus disadari dengan sikap bahwa dalam ajaran Islam, takdir perlu dipahami sebagai ikhtiar penuh.

“Takdir bisa dalam arti suatu hal yang bisa diterima dengan ikhlas dan takdir yang bisa dimaknai dengan ikhtiar untuk bisa mengubah agar manusia tidak kehilangan kreatifitasnya,” jelasnya dalam sesi pengantar workshop di Jakarta pada (3/7/24).

Mengenai perubahan iklim, Sopa mengatakan hubungan manusia dengan manusia tidak sekedar manusia dalam makna utuh. Tapi di dalam hubungan manusia dengan manusia juga juga bermakna bagaimana hubungan manusia dengan alam.

“Alam semesta itu untuk manusia. Kerusakan alam yang terjadi juga disebabkan oleh manusia yang berdampak kepada anak cucu kita dan berdampak juga pada pelakunya,” pungkasnya.

Sopa menjelaskan, kesadaran umat Islam tentang perubahan iklim yang dipahami masyarakat sebagai takdir harus dilihat lagi maknanya sebagai sesuatu yang bisa diubah dalam arti bisa dimitigasi.

“Ada proses pencegahan jika sudah diketahui dampaknya,” imbuhnya.

Sebelum Musyawarah Nasional Majelis Tarjih Tahun 2020, sebut Sopa, salah satu topik kajian pra munas adalah tentang salat istisqo dan dan perubahan iklim.

Dia mengatakan, curah hujan yang tidak pasti dan kemarau yang panjang memicu ikhtiar banyak orang untuk melakukan salat istisqo dan doa. Dalam diskusi inilah, sambung Sopa, istilah dosa ekologis itu muncul. Dosa ekologis adalah dosa yang berangkat dari kerusakan alam perbuatan ulah manusia.

“Memahami dosa dan maksiat itu tidak hanya seperti yang kita pahami. Jadi dikaji kembali maka ada istilah dosa ekologis,” papar Sopa.

Baginya, kemarau yang panjang itu sunatullah, maka ia bisa dipelajari dan bisa dihitung secara saintifik. “Dari topik itu berkembang dan menghasilkan produk kajian tarjih berupa Fikih Air dan Fikih Kebencanaan,” sebutnya.

Adapun rumusan dari dokumen produk tarjih tersebut, lanjut Sopa, pada intinya memberikan dasar teologis yang kuat bagi seorang muslim agar bersikap terhadap perubahan iklim. Dimana Fikih Kebencanaan menyajikan suatu sikap bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh dalam merespon perubahan iklim dan dampaknya melalui mitigasi bencana.

“Dari sini sebetulnya bisa menjadi panduan moral dan etik yang akan melahirkan kerangka dasar yuridis. Prinsip universal sebagai kaidah digunakan untuk tolak ukur menyusun regulasi dan membuat program yang konkrit misalnya dalam tata kelola air dan lainnya,” terangnya.

“Dalam hal itu, keterlibatan publik dan penyusunan skala prioritas dalam merespon dampak perubahan iklim sangat signifikan,” tandasnya.

Menanggapi paparan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Giorgio Budi Indrarto selaku Deputy Director Madani Berkelanjutan mengatakan, dari cara pandang umat Islam terhadap perubahan iklim membuat dirinya optimis mitigasi dan adaptasi akan bisa dilakukan.

Kendati demikian, sebut Giorgio, dalam kajian dampak perubahan iklim untuk mengelola mitigasi dan adaptasi ternyata membutuhkan biaya yang sangat tinggi. “Butuh banyak bantuan, masyarakat Indonesia dikenal dermawan apalagi untuk membantu dirinya sendiri,” jelasnya.

Dalam Islam, seperti yang dikutip Giorgio dari Majelis Tarjih dan Tajdid, ada sebuah rambu-rambu yang harus dimaknai. “Misal ketika ingin bicara energi terbarukan, ini penting kita dalami dalam konteks perubahan iklim. Dari sisi halalnya sudah dikaji, tapi dari sisi kebaikannya itu yang perlu digali kembali,” paparnya.

Giorgio menjelaskan bahwa secara zat, sumber-sumber daya alam itu halal. Namun bagaimana cara ia memperolehnya itu yang perlu dikaji lebih dalam. “Saatnya sekarang umat Islam bisa menunjukkan bahwa ini cara kita bertransisi dalam suatu kondisi ke kondisi yang lain. Cara pandangnya harus berbeda dengan negara yang menyajikan suatu kebijakan. Ketika gagal menuju perubahan yang diinginkan maka akan jadi ujian yang besar,” imbuhnya.

“Dalam konteks perubahan iklim ada banyak potensi, seperti fikih air, ini yang kita jadikan sebagai sebuah tantangan dan kita tidak dikatakan sebagai kelompok orang yang menepak air tapi mengenai muka sendiri,”  lanjutnya.

Giorgio menerangkan bahwa Indonesia harus mengejar capaian itu dalam SDGs dan berangkat dari potensi lokal ini aka nada harapan bahwa Lazismu bisa berkolaborasi dengan jaringan Muhammadiyah. Ada Muhammadiyah Climate Changes (MCC) dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH).

“Kita harus sering berdiskusi. Ada kesempatan untuk bertemu dan berkolaborasi tentang apa yang bis akita kerjakan dalam bentuk inovasi sosial,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia Hadad Directur Eksekutif Madani Berkelanjutan menyampaikan, Majelis Tarjih dan Tajdid dengan kajian dan teorinya secara nyata mengajak kita untuk memikirkan dampak dari apa yang kita kerjakan terhadap lingkungan.

“Ini bukan persoalan main-main, dampak perubahan iklim yang kita rasakan sudah sangat terasa. Dan takdir harus bisa diubah, tidak bisa membiarkan praktik yang mengabaikan kelestarian lingkungan yang dampaknya akan dirasakan anak cucu kita. Kita tidak boleh meninggalkan bumi dan lingkungan yang sulit dihuni oleh anak cucu kita karena dampak perubahan iklim,” paparnya.

Mitigasi perubahan iklim, sebut Nadia Hadad, sudah menjadi misi Madani Berkelanjutan dalam mendorong dan membantu pemerintah untuk melaksanakan kewajiban itu.

“Negara harus mengeluarkan kebijakan yang melestarikan lingkungan, Namun kebijakan itu belum mengarah ke sana dan belum maksimal,” tuturnya.

Nadia Hadad juga mengajak publik bersama masyarakat untuk menyadari dan melakukan upaya yang lebih jelas dan berdampak untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sadar bahwa masih ada yang belum bisa melestarikan lingkungan seperti yang disampaikan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid,” tutupnya.

Kontributor : Tim Media Lazismu PP Muhammadiyah

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MILAD ‘AISYIYAH KE 104, PDA KUTAI KARTANEGARA REKAT PERSATUAN DENGAN TA’AWUN SOSIAL   

    MILAD ‘AISYIYAH KE 104, PDA KUTAI KARTANEGARA REKAT PERSATUAN DENGAN TA’AWUN SOSIAL  

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 912
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Kutai Kartanegara – Masih dalam rangka peringatan Milad ‘Aisyiyah ke 104, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kutai Kartangera melaksanakan kegiatan Ta’awun Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk menggairahkan dan menggembirakan ummat dalam beramal sholeh, meningkatkan kepedulian sosial untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran umat. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kutai Kartanegara Dra. Hj. Siti Afshohah mengungkapkan bahwa […]

  • Satu-Satunya PTS, LPM Pabelan UMS Menang 2 Gold Winner di Ajang SPS Award 2025

    Satu-Satunya PTS, LPM Pabelan UMS Menang 2 Gold Winner di Ajang SPS Award 2025

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dalam ajang Indonesia Student Media Awards (ISMA) yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat pada tahun 2025. LPM Pabelan berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi kategori Gold Winner untuk Best Student Magazine dan Best Student Social […]

  • Les petites histoires des grands gagnants d’Igobet Casino

    Les petites histoires des grands gagnants d’Igobet Casino

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Igobet Casino est une plateforme de jeux en ligne qui a su se démarquer sur le marché grâce à une expérience de jeu exceptionnelle et à des histoires inspirantes de ses grands gagnants. L’une des plus grandes attractions de ce casino est sa capacité à transformer la vie de ses joueurs, offrant des gains impressionnants […]

  • Puluhan Tahun Konsisten, Pengajian PRM Sidomulyo Terus Hidupkan Dakwah

    Puluhan Tahun Konsisten, Pengajian PRM Sidomulyo Terus Hidupkan Dakwah

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pengajian pekanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidomulyo kembali dilaksanakan pada Selasa malam (13/1/2026) di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi dakwah Muhammadiyah yang telah berlangsung secara konsisten selama puluhan tahun. Pengajian diikuti jamaah Muhammadiyah Anggana dan masyarakat sekitar, serta dilaksanakan rutin setiap malam Rabu antara waktu Maghrib dan […]

  • 90 Days of Cashback at Gambiva Casino: Concrete Data from a UK Player

    90 Days of Cashback at Gambiva Casino: Concrete Data from a UK Player

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Cashback promotions are a major draw for UK casino players https://gambivaa.eu/. They provide a bit of a safety net for those bad days. But what do you really get from them over the extended period? One UK player at Gambiva Casino chose to determine. They tracked every stake, loss, and cashback credit for three full […]

  • POMNAS XIX 2025: Pencak Silat di UMS Jadi Cabor dengan Peserta Terbanyak

    POMNAS XIX 2025: Pencak Silat di UMS Jadi Cabor dengan Peserta Terbanyak

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memasuki hari kedua, Rabu (24/9), cabang olahraga (cabor) pencak silat pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025 semakin ketat. Pertandingan yang digelar sejak Selasa (23/9) hingga Jumat (26/9) ini berlangsung di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Technical Delegate (TD) Pencak Silat POMNAS 2025, Dr. […]

expand_less