
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) selama tiga hari, Jumat hingga Ahad, 17–19 April 2026, di SM Tower Hotel & Convention Hall, Kabupaten Berau. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial dan Tata Kelola Lazismu yang Terintegrasi, Berdampak dan Berkelanjutan di Kalimantan Timur.”
Rakerwil ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah dan Lazismu, mulai dari tingkat wilayah hingga pusat. Ketua Lazismu Pimpinan Pusat, Ahmad Mujadid Rais, hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Ketua PWM Kaltim KH Siswanto, Sekretaris PWM Kaltim Ir. Amir Hady, serta jajaran Forkopimda Berau.
Ketua Lazismu Kaltim, Drs. H. Rusfauzi Hamdi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerwil ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem kelembagaan Lazismu. Ia menegaskan bahwa tantangan pengelolaan zakat ke depan membutuhkan inovasi serta tata kelola yang profesional.
“Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk memastikan Lazismu mampu menjawab kebutuhan umat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua PWM Kaltim, KH Siswanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif kolegial dalam Muhammadiyah. Ia mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti forum dengan serius.
“Keputusan di Muhammadiyah tidak boleh diambil secara sendiri. Semua harus melalui musyawarah mufakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Berau Muhammad Said menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Lazismu. Ia berharap pengelolaan zakat dapat lebih optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi agar penghimpunan dan penyaluran zakat dapat berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Lazismu PP, Ahmad Mujadid Rais, dalam arahannya menjelaskan bahwa penguatan tauhid menjadi dasar utama dalam pengelolaan zakat. Ia juga mengungkapkan rencana besar transformasi Lazismu menjadi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Jika tauhid kuat, maka ibadah kuat, dan dampaknya akan terlihat pada meningkatnya kesadaran zakat,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Rakerwil meliputi pembukaan, sidang komisi, pemaparan materi, hingga penutupan di Pulau Derawan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Lazismu kabupaten/kota, penyerahan sertifikat kompetensi amil, serta donasi simbolis untuk Palestina.
Melalui Rakerwil ini, Lazismu Kaltim diharapkan mampu memperkuat peran sebagai lembaga filantropi yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.(ay.1)



