Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan penguatan pada aspek sosial. Terbukti bahwa Islam mengajarkan pada umatnya untuk saling tolong-menolong dan saling memberi kepada saudaranya yang kesusahan.

Infak dan sedekah merupakan implementasi dari adanya anjuran saling membantu dan memberi kepada yang membutuhkan. Namun, banyak di kalangan masyarakat yang bingung akan makna dan tasaruf atau pembagian dari tiga amalan tersebut. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli, S.Ag., M.P.I.,  mengupas tuntas makna dan penyaluran daripada dua amalan tersebut.

Yayuli mengawali dengan menjelaskan definisi infak. Secara bahasa, infak berasal dari kata أنفق – ينفق yang berarti mengeluarkan, membelanjakan, dan menafkahkan. Secara istilah, infak berarti perbuatan atau pemberian yang diberikan oleh seseorang untuk menutupi kebutuhan orang lain.

Yayuli menyimpulkan bahwa infak merupakan pengeluaran atau pemberian sesuatu yang secara nilai relatif terbilang lebih tinggi dan harus bersifat material.

“Infak lebih sering terkait dengan pengeluaran sesuatu yang bersifat material untuk tujuan tertentu, seperti infak pembangunan umum atau infak kepada korban bencana,” terangnya Jumat, (17/4).

Yayuli mempertegas bahwa perintah berinfak telah dijelaskan Allah SWT pada QS Al-Baqarah ayat 267:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ۝٢٦٧

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji

Selanjutnya, Yayuli menjelaskan definisi dari sedekah. Secara bahasa sedekah berasal dari bahasa arab Shodaqoh yang berarti benar atau pemberian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan disertai niat untuk mengharap pahala dari Allah SWT.

Jika ditinjau secara hukum, sedekah merupakan amalan sunnah. Namun dalam surah At-Taubah ayat 60 tertulis bahwa sedekah itu hukumnya wajib. Menurut Yayuli, yang dimaksud pada ayat tersebut merupakan kewajiban berzakat dengan menggunakan redaksi sedekah.

“Pada surat At-Taubah ayat 60 tentang kewajiban sedekah itu maksudnya adalah wajib memberikan zakat, yang secara tulisan menggunakan lafadz sedekah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sedekah secara makna luas bukan amalan yang menitikberatkan pada pemberian yang bersifat material, tapi pemberian non material juga termasuk dalam kategori sedekah.

“Dalam konteks Islam, sedekah maknanya lebih luas, tidak hanya yang bersifat material, non material juga dapat disebut sebagai sedekah,” tambahnya.

Yayuli menekankan banyak amalan-amalan sederhana yang masuk dalam kategori sedekah. Seperti hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dzar. Bahkan sebuah senyuman sederhana kepada saudara muslim termasuk dalam kategori sedekah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah,” kata Yayuli mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Dzar.

Kemudian, ia menjelaskan tasaruf atau pendistribusian infak dan sedekah tidak terikat oleh waktu, berbeda dengan zakat yang memiliki waktu pelaksanaan khusus. Ia juga merekomendasikan untuk menyalurkan infak maupun zakat melalui badan atau lembaga amil zakat.

“Hendaknya infak dan zakat itu disalurkan melalui lembaga zakat, seperti Lazismu dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yayuli menegaskan ulang esensi infak dan sedekah. Menurutnya, infak itu diberikan dalam bentuk yang bernilai ekonomis, sedangkan sedekah tidak terbatas pada yang bersifat materi, yang keduanya ditujukan kepada Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat-nikmatnya. (Affiq/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening KABAR (Kajian Bareng) dengan tema “Muda Beriman Muda Bertaqwa: Kun Mumtazaan Fii Ramadhan” pada Kamis (27/2/2025). Acara yang berlangsung di Masjid Fadhlurrahman Kampus 1 UMS, ini menjadi ajang pembukaan rangkaian kajian yang akan rutin digelar setiap […]

  • 650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    650 Pesilat Tapak Suci Balikpapan Siap Menjadi Generasi Unggul dan Beriman

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan — Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 042 Kota Balikpapan sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) selama dua hari, 10–11 Mei 2025. Mengangkat tema “Mewujudkan Ksatria Muslim yang Berakhlak Mulia, Beriman, Nasionalis, dan Berwawasan Global”, kegiatan ini melibatkan 650 peserta yang terdiri dari 357 putra dan 293 putri. Kegiatan […]

  • Expo Panoramma FEB UMS Tampilkan Inovasi Bisnis Mahasiswa Gen Z

    Expo Panoramma FEB UMS Tampilkan Inovasi Bisnis Mahasiswa Gen Z

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan expo kewirausahaan bertajuk Panoramma (Pasar Inovasi Rancangan Mahasiswa Manajemen). Acara dilaksanakan pada Senin & Selasa, 2 & 3 Juni di Lapangan Psikologi Kampus 2 UMS. Acara ini menjadi ajang tahunan untuk menampilkan produk inovatif hasil rancangan mahasiswa […]

  • Mahasiswa Magister PAI UMS, Luncurkan Buku “Falsafah Pendidikan Akhlak” di Ponpes Muhammadiyah Qursains

    Mahasiswa Magister PAI UMS, Luncurkan Buku “Falsafah Pendidikan Akhlak” di Ponpes Muhammadiyah Qursains

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Fahrul Rozi, S.Pd., sukses meluncurkan karya terbarunya berjudul “Falsafah Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih: Jalan Menuju Transformasi Manusia” di Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Qursains, Wonogiri. Acara launching ini dirangkaikan dengan Kajian Bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngadirojo, yang dihadiri santri, walisantri, serta para […]

  • Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ananda Nurmaulydina (202110230311027) Pendidikan merupakan wadah yang sangat penting yang menjadi titik pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Jika berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana […]

  • Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Perlu Roadmap Jangka Panjang

    Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Perlu Roadmap Jangka Panjang

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 80
    • 0Komentar

      SAMARINDA – Penguatan gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak hanya memerlukan potensi dan peluang usaha, tetapi juga keberanian melakukan evaluasi dan autokritik terhadap berbagai kelemahan yang masih ada. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, dalam kegiatan Pengajian Ramadan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Jumat (7/3/2026). Dalam pemaparannya, […]

expand_less