Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan penguatan pada aspek sosial. Terbukti bahwa Islam mengajarkan pada umatnya untuk saling tolong-menolong dan saling memberi kepada saudaranya yang kesusahan.

Infak dan sedekah merupakan implementasi dari adanya anjuran saling membantu dan memberi kepada yang membutuhkan. Namun, banyak di kalangan masyarakat yang bingung akan makna dan tasaruf atau pembagian dari tiga amalan tersebut. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli, S.Ag., M.P.I.,  mengupas tuntas makna dan penyaluran daripada dua amalan tersebut.

Yayuli mengawali dengan menjelaskan definisi infak. Secara bahasa, infak berasal dari kata أنفق – ينفق yang berarti mengeluarkan, membelanjakan, dan menafkahkan. Secara istilah, infak berarti perbuatan atau pemberian yang diberikan oleh seseorang untuk menutupi kebutuhan orang lain.

Yayuli menyimpulkan bahwa infak merupakan pengeluaran atau pemberian sesuatu yang secara nilai relatif terbilang lebih tinggi dan harus bersifat material.

“Infak lebih sering terkait dengan pengeluaran sesuatu yang bersifat material untuk tujuan tertentu, seperti infak pembangunan umum atau infak kepada korban bencana,” terangnya Jumat, (17/4).

Yayuli mempertegas bahwa perintah berinfak telah dijelaskan Allah SWT pada QS Al-Baqarah ayat 267:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ۝٢٦٧

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji

Selanjutnya, Yayuli menjelaskan definisi dari sedekah. Secara bahasa sedekah berasal dari bahasa arab Shodaqoh yang berarti benar atau pemberian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan disertai niat untuk mengharap pahala dari Allah SWT.

Jika ditinjau secara hukum, sedekah merupakan amalan sunnah. Namun dalam surah At-Taubah ayat 60 tertulis bahwa sedekah itu hukumnya wajib. Menurut Yayuli, yang dimaksud pada ayat tersebut merupakan kewajiban berzakat dengan menggunakan redaksi sedekah.

“Pada surat At-Taubah ayat 60 tentang kewajiban sedekah itu maksudnya adalah wajib memberikan zakat, yang secara tulisan menggunakan lafadz sedekah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sedekah secara makna luas bukan amalan yang menitikberatkan pada pemberian yang bersifat material, tapi pemberian non material juga termasuk dalam kategori sedekah.

“Dalam konteks Islam, sedekah maknanya lebih luas, tidak hanya yang bersifat material, non material juga dapat disebut sebagai sedekah,” tambahnya.

Yayuli menekankan banyak amalan-amalan sederhana yang masuk dalam kategori sedekah. Seperti hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dzar. Bahkan sebuah senyuman sederhana kepada saudara muslim termasuk dalam kategori sedekah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah,” kata Yayuli mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Dzar.

Kemudian, ia menjelaskan tasaruf atau pendistribusian infak dan sedekah tidak terikat oleh waktu, berbeda dengan zakat yang memiliki waktu pelaksanaan khusus. Ia juga merekomendasikan untuk menyalurkan infak maupun zakat melalui badan atau lembaga amil zakat.

“Hendaknya infak dan zakat itu disalurkan melalui lembaga zakat, seperti Lazismu dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yayuli menegaskan ulang esensi infak dan sedekah. Menurutnya, infak itu diberikan dalam bentuk yang bernilai ekonomis, sedangkan sedekah tidak terbatas pada yang bersifat materi, yang keduanya ditujukan kepada Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat-nikmatnya. (Affiq/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Texplorum, Smartfren Community, dan PP GPMB Nasional Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa UIN Jakarta tentang IoT dan Karir Digital

    Kolaborasi Texplorum, Smartfren Community, dan PP GPMB Nasional Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa UIN Jakarta tentang IoT dan Karir Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2024 – Dalam rangka mendorong literasi digital dan kesiapan mahasiswa menghadapi revolusi industri 4.0, Texplorum berkolaborasi dengan Smartfren Community dan PP GPMB Nasional menggelar seminar bertajuk “IT For Career: Transforming Ambitions Into Reality”. Acara yang berlangsung di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini menghadirkan narasumber ternama dan dihadiri […]

  • REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    Oleh : Anggi Nofinta Dwi Woro (202110230311045) Buku “Pendidikan Kaum Tertindas” ini merupakan hasil dari pengamatan Freire selama enam tahun dalam pengasingan politik. Freire telah menganalisis peran “penyadaran” untuk mewujudkan terciptanya pendidikan yang membebaskan manusia. Agar dapat membebaskan diri, kaum tertindas harus menghilangkan ketakutannya akan kebebasan terlebih dahulu melalui usaha penyadaran. Tanpa hal tersebut, kaum […]

  • Lazismu Tuntaskan Save Our School Pascagempa Bandung, Wamen Dikdasmen Resmikan Kembali Ruang Kelas Baru SMP Muhammadiyah 3 Kertasari

    Lazismu Tuntaskan Save Our School Pascagempa Bandung, Wamen Dikdasmen Resmikan Kembali Ruang Kelas Baru SMP Muhammadiyah 3 Kertasari

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Apakah masih ingat dengan sekolah menengah pertama Muhammadiyah 3 Kampung Neglasari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung yang tedampak gempa bumi pada September 2024 ? Pasca-gempa saat itu, gedung tempat kegiatan belajar mengajar alami kerusakan cukup serius. Lazismu dan MDMC bergerak cepat melakukan tanggap darurat bersama warga setempat. Barulah kemudian pada November […]

  • UMS Dorong Dosen Raih Beasiswa LPDP: Jalan Menuju S3 Kian Terbuka

    UMS Dorong Dosen Raih Beasiswa LPDP: Jalan Menuju S3 Kian Terbuka

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan lanjutan bagi para dosen. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah mendorong dosen bergelar magister untuk segera melanjutkan studi doktoral dengan memanfaatkan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em […]

  • Berjuang Seharian, Tim Futsal SMP Muhmmadiyah 3 Al Mujahidin Raih Juara 3

    Berjuang Seharian, Tim Futsal SMP Muhmmadiyah 3 Al Mujahidin Raih Juara 3

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 326
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Tim Futsal SMP Muhammadiyah 3 Al Mujahidin berhasil meraih Juara 3 pada Kompetisi All Stars Cup 2024 Tingkat SMP/MTs se Balikpapan yang digelar oleh Universitas Mulia di Balikpapan Sports Center (BSC) pada Ahad (21/01/24). Kompetisi All Stars Cup 2024 kali ini diikiti oleh 17 Tim yang dibagi menjadi 5 grub. Tim Futsal […]

  • Turnamen Nasional 1 Tapak Suci UMS, Begini Persiapan Atlet yang Berlaga di Kategori Seni

    Turnamen Nasional 1 Tapak Suci UMS, Begini Persiapan Atlet yang Berlaga di Kategori Seni

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Kategori Seni menjadi perhatian tersendiri dalam Turnamen Nasional 1 Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berlangsung 27-30 Januari 2025. Pencak Silat sebagai seni bela diri asli Indonesia terpancar dari setiap gerakan atlet Tapak Suci yang memperagakan jurus-jurus andalan. Dalam Turnamen Nasional 1 Tapak Suci UMS yang berlangsung di Edutorium KH Ahmad […]

expand_less