Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

Meninjau Ulang Perbedaan Infak dan Sedekah serta Tasarufnya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan penguatan pada aspek sosial. Terbukti bahwa Islam mengajarkan pada umatnya untuk saling tolong-menolong dan saling memberi kepada saudaranya yang kesusahan.

Infak dan sedekah merupakan implementasi dari adanya anjuran saling membantu dan memberi kepada yang membutuhkan. Namun, banyak di kalangan masyarakat yang bingung akan makna dan tasaruf atau pembagian dari tiga amalan tersebut. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli, S.Ag., M.P.I.,  mengupas tuntas makna dan penyaluran daripada dua amalan tersebut.

Yayuli mengawali dengan menjelaskan definisi infak. Secara bahasa, infak berasal dari kata أنفق – ينفق yang berarti mengeluarkan, membelanjakan, dan menafkahkan. Secara istilah, infak berarti perbuatan atau pemberian yang diberikan oleh seseorang untuk menutupi kebutuhan orang lain.

Yayuli menyimpulkan bahwa infak merupakan pengeluaran atau pemberian sesuatu yang secara nilai relatif terbilang lebih tinggi dan harus bersifat material.

“Infak lebih sering terkait dengan pengeluaran sesuatu yang bersifat material untuk tujuan tertentu, seperti infak pembangunan umum atau infak kepada korban bencana,” terangnya Jumat, (17/4).

Yayuli mempertegas bahwa perintah berinfak telah dijelaskan Allah SWT pada QS Al-Baqarah ayat 267:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ۝٢٦٧

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji

Selanjutnya, Yayuli menjelaskan definisi dari sedekah. Secara bahasa sedekah berasal dari bahasa arab Shodaqoh yang berarti benar atau pemberian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan disertai niat untuk mengharap pahala dari Allah SWT.

Jika ditinjau secara hukum, sedekah merupakan amalan sunnah. Namun dalam surah At-Taubah ayat 60 tertulis bahwa sedekah itu hukumnya wajib. Menurut Yayuli, yang dimaksud pada ayat tersebut merupakan kewajiban berzakat dengan menggunakan redaksi sedekah.

“Pada surat At-Taubah ayat 60 tentang kewajiban sedekah itu maksudnya adalah wajib memberikan zakat, yang secara tulisan menggunakan lafadz sedekah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sedekah secara makna luas bukan amalan yang menitikberatkan pada pemberian yang bersifat material, tapi pemberian non material juga termasuk dalam kategori sedekah.

“Dalam konteks Islam, sedekah maknanya lebih luas, tidak hanya yang bersifat material, non material juga dapat disebut sebagai sedekah,” tambahnya.

Yayuli menekankan banyak amalan-amalan sederhana yang masuk dalam kategori sedekah. Seperti hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dzar. Bahkan sebuah senyuman sederhana kepada saudara muslim termasuk dalam kategori sedekah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah,” kata Yayuli mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Dzar.

Kemudian, ia menjelaskan tasaruf atau pendistribusian infak dan sedekah tidak terikat oleh waktu, berbeda dengan zakat yang memiliki waktu pelaksanaan khusus. Ia juga merekomendasikan untuk menyalurkan infak maupun zakat melalui badan atau lembaga amil zakat.

“Hendaknya infak dan zakat itu disalurkan melalui lembaga zakat, seperti Lazismu dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yayuli menegaskan ulang esensi infak dan sedekah. Menurutnya, infak itu diberikan dalam bentuk yang bernilai ekonomis, sedangkan sedekah tidak terbatas pada yang bersifat materi, yang keduanya ditujukan kepada Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat-nikmatnya. (Affiq/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PWM Lampung Tekankan Sinergi ‘Head, Heart, dan Hand’ dalam Penguatan Pendidikan Karakter Guru Muhammadiyah

    Ketua PWM Lampung Tekankan Sinergi ‘Head, Heart, dan Hand’ dalam Penguatan Pendidikan Karakter Guru Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., menyerukan pentingnya integrasi antara kecerdasan, karakter, dan keterampilan dalam diri setiap guru. Hal ini disampaikan Prof. Sudarman saat memberikan Welcoming Speech dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Pendidikan Karakter Regional Lampung. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) […]

  • Arsitektur UMS Segera Buka Program Profesi Arsitektur Februari Mendatang

    Arsitektur UMS Segera Buka Program Profesi Arsitektur Februari Mendatang

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 192
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Solo – Kegiatan Archfest 2024 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuai banyak perhatian pengunjung Solo Paragon Mall. Pada Archfest 2024 ini, Ketua IAI Jawa Tengah Dr. Ar Resza Riskiyanto, S.T., M.T., IAI., menyampaikan proyeksi ke depan terkait dengan lulusan dari Arsitektur. Resza menanyakan, apakah lulusan Program Arsitektur […]

  • Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra (Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta) Disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi digital, pergeseran nilai, dan perubahan struktur ekonomi politik turut mengguncang tatanan dan partisipasi generasi muda. Di tengah pusaran arus perubahan yang begitu cepat, era disrupsi telah menghadirkan beragam tantangan sekaligus peluang bagi berbagai lini kehidupan, termasuk dunia […]

  • Generasi Muda Bijak Kelola Sampah melalui Workshop dan Edukasi TPS 3R di Jimbung

    Generasi Muda Bijak Kelola Sampah melalui Workshop dan Edukasi TPS 3R di Jimbung

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Klaten, 15 Agustus 2026 — KKN AKSARA Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Klaten menggelar Workshop Bijak Kelola Sampah di Balai Desa Jimbung dan TPS 3R Jimbung, Sabtu (15/8). Kegiatan diikuti 30 pemuda-pemudi Dusun Sorobujan dan AMM Jimbung untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pengelolaan sampah. Khannan Rizqi selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa kegiatan […]

  • Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    Musyda Sukses Digelar, IPM Ponorogo Tunjukkan Eksistensinya

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 337
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo kembali berupaya menunjukkan eksistensinya. Dalam rangka pergantian kepengurusan, PD IPM Ponorogo menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) IPM XXIII dengan mengusung tema “Inklusivitas Gerakan Menuju Era Baru IPM Ponorogo Maju dan Berkeadaban”. Bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu, (2-3/3/2024). Selain menjadi sarana pergantian kepengurusan, Musyda kali ini […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kolaborasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih medali emas pada ajang International Youthpreneur Competition (IYC) 2025. Ide yang dikembangkan oleh mereka bergerak dalam bidang aplikasi digital untuk memecahkan masalah gizi, ekonomi lokal, dan food waste. Ide ini dikemas dalam satu aplikasi yaitu Nutreasy. Kolaborasi mahasiswa ini terhimpun dari tiga prodi yakni […]

expand_less