Mahasiswa PLP 2 UMS Soroti Kreativitas Siswa dalam Fortasi, Ekstrakurikuler, dan Bazar Jadi Magnet Peserta Didik Baru
KABARMUH.ID, KARTASURA – Rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah melalui berbagai penampilan ekstrakurikuler dan bazar kreatif. Dalam kegiatan ini, sebanyak 23 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berpartisipasi sekaligus mengamati secara langsung dinamika kehidupan sekolah.
Mahasiswa PLP tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Teknik Informatika, dan Pendidikan Jasmani. Masing-masing mahasiswa membawa kompetensi yang beragam dalam mendukung kegiatan di sekolah. Mahasiswa Pendidikan Biologi berkontribusi dalam pembelajaran berbasis sains dan lingkungan. Pendidikan Agama Islam mendukung pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Sementara Pendidikan Teknik Informatika memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, sedangkan Pendidikan Jasmani berperan dalam pengembangan aktivitas fisik, sportivitas, dan pembentukan karakter melalui kegiatan olahraga.
FORTASI Kenalkan Budaya dan Lingkungan Sekolah
Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) merupakan kegiatan orientasi yang diselenggarakan pada awal tahun ajaran untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta berbagai program yang ada di SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura.
FORTASI dikemas secara edukatif dan interaktif melalui berbagai rangkaian kegiatan, penampilan ekstrakurikuler, serta bazar yang dikelola secara langsung oleh siswa. Berbagai ekstrakurikuler, di antaranya Hizbul Wathan, Tapak Suci, Panahan, Seni Tari, Seni Musik, English Club, menampilkan demonstrasi kemampuan terbaik mereka di hadapan peserta didik baru.

Selain itu, bazar yang menghadirkan aneka makanan, minuman, dan hasil kreativitas siswa turut memeriahkan suasana. Beragam penampilan dan aktivitas interaktif tersebut berhasil menarik perhatian peserta didik baru karena memberikan gambaran secara langsung mengenai kehidupan sekolah serta berbagai wadah untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri selama menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura.
Mahasiswa PLP Belajar dari Kehidupan Sekolah
Bagi mahasiswa PLP UMS, keterlibatan dalam kegiatan Fortasi menjadi pengalaman yang berharga untuk memahami kehidupan sekolah secara menyeluruh. Tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di kelas, mahasiswa juga belajar mengenai pengelolaan kegiatan kesiswaan, pembentukan karakter peserta didik, serta pentingnya membangun lingkungan belajar yang positif sejak hari pertama siswa memasuki sekolah.
Selama pelaksanaan PLP, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melaksanakan praktik mengajar sekaligus melakukan observasi terhadap karakteristik peserta didik. Melalui interaksi langsung dengan warga sekolah, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi bekal penting sebagai calon pendidik.
Pesan Kepala Sekolah untuk Mahasiswa PLP
Kepala SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura, Muhammad Rifqi Nugroho, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa PLP 2 memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menjalankan praktik mengajar.
“Menjadi guru bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga menanggung beban moral sebagai pendidik dan suri teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, jagalah tingkah laku dan kedisiplinan selama melaksanakan PLP 2. Meskipun kegiatan ini merupakan bagian dari proses latihan, laksanakanlah dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan kesempatan ini untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal menjadi pendidik di masa depan,” ujar Rifqi.
Kreativitas Jadi Pengalaman Berharga
Salah satu mahasiswa PLP 2 UMS, Mariya, mengungkapkan bahwa kegiatan Fortasi memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya kreativitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Menurutnya, penampilan ekstrakurikuler dan bazar tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi media efektif untuk membangun rasa percaya diri, mempererat interaksi antar siswa, serta mengenalkan berbagai wadah pengembangan minat dan bakat yang tersedia di sekolah.
Program PLP 2 FKIP UMS merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dunia persekolahan secara langsung. Selain melaksanakan praktik mengajar, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas sekolah agar mampu memahami budaya akademik, manajemen sekolah, serta pembinaan karakter peserta didik.
Melalui program ini, FKIP UMS berkomitmen mencetak calon pendidik yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Editor: Muhammad Farhan



