Mahasiswa Gizi UMS Raih Gold Medal dan Favorite Poster di Mandalika Essay Competition 9
- account_circle Choiril Amirah Farida
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih medali emas dan penghargaan Favorite Poster dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 9 yang diselenggarakan di Lombok pada 24–26 Oktober 2026. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovasi beras analog SUBEKA berbahan dasar umbi suweg dan bekatul.
Inovasi tersebut mengangkat potensi pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat untuk mendukung diversifikasi pangan sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih beragam dan sehat.
Tim yang terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi UMS ini diketuai Poppy Aureliana Riadita, dengan anggota Syifa Alicia Arka Aisyah dan Ulla Aulia Izaty. Dalam kompetisi kategori pangan tersebut, mereka didampingi dosen Aan Sofyan, S.Pt., M.Pd., M.Sc.
Karya berjudul “BERAS SUBEKA (Suweg-Bekatul): Inovasi Beras Analog Berbasis Pangan Lokal sebagai Langkah Menuju Diversifikasi Pangan yang Lebih Sehat” tersebut berangkat dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok, sementara Indonesia memiliki beragam potensi pangan yang dapat dikembangkan.
“Kemudian melihat tren terhadap pangan umbi-umbian mulai meningkat, tim tertarik untuk mengangkat potensi umbi suweg yang kurang dimanfaatkan secara optimal, serta bekatul yang merupakan hasil samping pengolahan padi yang menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai pangan bernilai tambah,” kata Poppy, Senin (2/11/2026).
Potensi kedua bahan tersebut kemudian dituangkan dalam konsep inovasi beras analog SUBEKA. Umbi suweg dan bekatul dipilih sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan untuk menghadirkan alternatif pangan lokal dengan nilai tambah.
Dalam persiapan mengikuti MEC 9, tim melakukan kajian literatur mengenai potensi umbi suweg dan bekatul sebagai bahan baku pangan alternatif. Kajian tersebut menjadi dasar untuk merumuskan konsep inovasi yang relevan dengan kebutuhan diversifikasi pangan.
Poppy mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi tim adalah merumuskan konsep inovasi yang memiliki dasar ilmiah sekaligus menawarkan potensi pengembangan yang jelas. Tim perlu melakukan kajian lebih mendalam agar gagasan beras analog dapat diintegrasikan dengan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia.
Meski demikian, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi tim untuk bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Raihan dua penghargaan dalam satu kompetisi juga menjadi motivasi untuk mengembangkan inovasi SUBEKA lebih lanjut.
“Kedepannya kami berharap Beras SUBEKA tidak hanya berhenti di konsep inovasi saja tetapi dapat dikembangkan menjadi produk beras analog yang nyata dan dapat dilakukan uji coba lebih lanjut. Sehingga beras SUBEKA berpeluang menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang mendukung diversifikasi pangan di Indonesia,” pungkas Poppy. (Maysali/Humas)
Editor: Choiril Amirah
- Penulis: Choiril Amirah Farida
