Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Rendi Nanda Saputra (Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta)

Disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi digital, pergeseran nilai, dan perubahan struktur ekonomi politik turut mengguncang tatanan dan partisipasi generasi muda. Di tengah pusaran arus perubahan yang begitu cepat, era disrupsi telah menghadirkan beragam tantangan sekaligus peluang bagi berbagai lini kehidupan, termasuk dunia gerakan mahasiswa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sebagai Organisasi Perkaderan, Gerakan Sosial, dan Gerakan dakwah, tentu tidak bisa lepas dari dampak perubahan zaman. Perkaderan merupakan jantung dari organisasi mahasiswa. Perkaderan bukan hanya berbicara soal regenerasi melainkan sebuah agenda besar dalam mempersiapkan regenerasi yang tangguh dimasa yang akan mendatang.

Era disrupsi menuntut organisasi perkaderan seperti IMM untuk melakukan adaptasi yang signifikan dalam metode perkaderannya. Model perkaderan konvensional yang terjadi di masa lalu agaknya perlu dievaluasi dan di reformulasi agar tetap mampu menjawab kebutuhan zaman. Tulisan sederhana ini berupaya mengulas bagaimana kondisi perkaderan IMM hari ini dan apa langkah yang perlu diambil IMM kedepan terkhusus dalam lingkup perkaderan.

Esensi Perkaderan IMM

Termaktub dalam sistem perkaderan ikatan bahwa perkaderan IMM diarahkan pada terciptanya sumber daya insani yang memiliki kapasitas akademik yang memadai sesuai dengan perkembangan dan kebutuhuan zaman. Disaat yang bersamaan harus berakhlakul karimah dengan proyeksi sikap individual yang mandiri, bertanggungjawab dan memiliki komitmen perjuangan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar.

Proses perkaderan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dirancang sebagai mekanisme transformasi ideologis yang terstruktur, terukur dan tersistematis. Mencakup aspek pembinaan dan pengembangan kader secara holistic baik dalam kerangka pemikiran ideologis maupun kapasitas manajerial. Pada tataran implementatif, proses tersebut diharapkan berfungsi sebagai upaya regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan, memastikan adanya alih pengetahuan dan estafet kepemimpinan di semua jenjang struktur organisasi.

Secara sederhana, aksentuasi perkaderan IMM adalah pada pembinaan dan Pendidikan seorang kader sehingga mampu menjadi seorang anak panah Muhammadiyah yang siap dilesatkan kemanapun tempatnya. Sehingga seorang kader memiliki spesifikasi keilmuan dan kemampuan soft skill yang mumpuni untuk menjawab beragam persoalan zaman.

Problematika Perkaderan IMM

Sebagai organisasi perkaderan yang terus berjalan tentu memiliki kendala dalam pelaksanaannya. Menurut hemat penulis terdapat beberapa probematika IMM terkhusus sebagai organisasi perkaderan diantaranya,

Pertama, Menurunnya minat mahasiswa terhadap organisasi perkaderan. Maraknya konten media sosial yang viral dan banyak membahas mengenai sisi gelap organisasi seperti senioritas dll merupakan salah satu sebab minat kepada organisasi perkaderan menurun. Disisi lain anggota atau kader harus senantiasa sabar dan berproses dalam setiap langkah yang diambil. Secara sederhana organisasi perkaderan tidak memberikan sesuatu yang instan tapi menitih kesabaran, keluwesan dalam membina isan dalam organisasi. Hal ini seakan bertolak belakang terhadap generasi hari ini yang ingin serba cepat dan instan.

Kedua, Generasi yang cenderung profit/money oriented. Tidak bisa dipungkiri sebagai manusia harus memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup. Begitupun seorang kader juga harus memenuhi kebutuhan dasarnya. Ber IMM tidak digaji karena kerja-kerja yang dilakukan adalah kerja pengabdian. Hal tersebut merupakan salah satu problematika perkaderan IMM hari ini.

Ketiga, Sistem Perkaderan yang Konservatif. Perkaderan yang konservatif dimaksudkan sebagai sistem yang kolot dan kurang pembaharuan. Di saat yang bersamaan sistem perkaderan yang masih mengedepankan “ Kultur lama” tanpa mengetahui esensi dan substansi masih terjadi di beberapa pimpinan di IMM. Seiring perkembangan zaman yang semakin maju IMM harus bisa beradaptasi terkhusus pada sistem perkaderannya. Sistem perkaderan yang disuguhkan harus adaptif dan relevan dengan konteks zaman.

Keempat, Agenda Perkaderan yang itu-itu aja. Kerap kali agenda perkaderan di IMM hanya sebatas turunan dari tahun sebelumnya tanpa adanya modifikasi dan pembaharuan-pembaharuan. Yang penulis maksud disini bukan pada serangkaian agenda perkaderan utama ataupun khusus, namun agenda perkaderan pendukung. Pada dasarnya IMM tidak dilepaskan dari perkaderan karena perkaderan merupakan essensi dari IMM itu sendiri. Artinya agenda perkaderan pendukung harus disesuaikan disetiap level kepemimpinan. Akhirnya sesuai dengan kebutuhan kader hari ini.

Perkaderan IMM di Era Disrupsi

Era disrupsi secara sederhana merupakan periode dimana terjadi perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh inovasi, terutama teknologi digital, yang mengubah tatanan, sistem, dan cara hidup manusia secara fundamental. Hal tersebut berdampak kepada organisasi perkaderan salah satunya yakni IMM.

Disrupsi membawa dampak multidimensi bagi kader IMM. Disatu sisi perkembangan teknologi dan perubahan sosial memberikan peluang untuk memperluas inovasi gerakan. Seperti pemanfaatan media digital dalam agitasi propaganda, dakwah, dll. Kemudian memperluas jejaring dan kolaborasi serta peningkatan kapasitas melalui literasi dan agenda yang bersifat online.

Namun disisi lain, disrupsi berpotensi mengikis nilai-nilai fundamental dalam tubuh ikatan. Seperti misalnya melemahnya pemahaman ideologis akibat informasi yang terfragmentasi, menurunnya keterlibatan dalam kegiatan secara langsung “offline”, serta tantangan dalam merawat konsistensi kaderisasi.

IMM dan Masa Depan Perkaderan

IMM adalah organisasi yang besar dan diakui oleh khayalak ramai. Namun pertanyaanya apa yang bisa kita perbuat untuk merawat dan menjaga nilai-nilai luhur yang ada didalamnya?. Maka setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat organisasi yang berusia 61 tahun ini terkhusus dalam dimensi perkaderan diantaranya

Pertama, Pendalaman mengenai ideologi. Ideologi merupakan fondasi awal dalam ber IMM, maka mau tidak mau kader IMM harus memahami ideologi. Sebab ideologi akan mengantarkan kader dalam jenjang yang lebih luas dan keberpihakan yang kuat terhadap kaum-kaum yang terpinggirkan.

Kedua, Rekontekstualisasi perkaderan dengan konteks zaman. Peradaban semakin maju dan canggih disaat yang bersamaan pula perkaderan IMM harus disesuaikan dengan kebutuhan seorang kader. Sehingga IMM hadir sebagai organisasi yang bisa mewadahi minat dan bakat seorang kader tanpa menghilangkan esensi didalamnya.

Ketiga, Menjalin relasi dan jejaring menuju ranah professional. Kader IMM secara tidak langsung dituntut untuk memiliki spesialisasi dalam bidang masing-masing entah ekonomi, hukum, politik, dsb. Pimpinan harus bisa menjalin kerjasama dengan ranah professional dengan tujuan mengantarkan kader-kadernya menuju spesialisasi dan kompetensi yang mumpuni dalam bidang masing-masing. Harapannya IMM mampu dirasakan manfaatnya bagi khayalak ramai terkhusus diranah tersebut

Keempat, Melahirkan agenda yang konkret dalam menjawab problematika sosial. Sebagai manifestasi atas nilai trilogi IMM harus bisa memotret bagaimana keadaan sosial yang terjadi serta permasalahan apa yang sedang dialami. Tentu melalui tahap analisis dan melahirkan agenda konkret yang mampu berdampak pada mahasiswa secara khusus dan masyarakat secara umum. Akhirnya IMM hadir untuk membawa keberdampakan bagi sekitar tidak sekdar organisasi yang memiliki label besar semata.

Kelima, Mempersiapkan instruktur yang kompeten dan ahli. Instruktur merupakan jantung dalam perkaderan itu sendiri. Instruktur dituntut untuk memahami banyak ilmu pengetahuan dan dianggap sebagai orang mampu menerjemahkan ideologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun disisi lain instruktur juga manusia dan memiliki keterbatasan. Maka dari itu perlu spesialisasi keilmuan atau keahlian dalam diri instruktur. Tentu dalam mempersiapkan tenaga instruktur yang ahli perlu kesabaran, ketekunan, dan kegigihan dalam perjalanannya. Harapannya instruktur bisa menjadi Uswatun Khasanah sebagaimana yang tertulis dalam falsafah perkaderan secara tindak, tanduk, dan lakunya dalam ber IMM.

Catatan Akhir

Perkaderan IMM di era disrupsi adalah tentang menemukan keseimbangan antara memelihara tradisi dan menerima inovasi. Tantangan kedepan mungkin akan semakin kompleks, namun hal itulah yang membuat IMM tetap berjalan dan beradaptasi tanpa kehilangan ruhnya. Selama masih ada komitmen untuk terus belajar, bertumbuh, dan berproses niscaya perkaderan IMM akan tetap terawat dengan baik.

“IMM tidak hanya sekedar organisasi semata, Melainkan gerakan pencerahan yang harus menyala di setiap zaman”

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCM) Sugio Menggelar Kegiatan Seminar dan Pelatihan Storytelling dan Video Production

    Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCM) Sugio Menggelar Kegiatan Seminar dan Pelatihan Storytelling dan Video Production

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCM) Sugio menggelar kegiatan Seminar dan Pelatihan Storytelling dan Video Production yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Sugio pada Ahad, 2 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Majelis Pustaka dan Informasi dan Digitalisasi (MPID) PDM Lamongan yakni Bhentar Andreas dan Bagus Pribadi. Acara berjalan dengan khidmat diikuti […]

  • Keistimewaan Istighfar, Lebih dari sekedar Memohon Ampun

    Keistimewaan Istighfar, Lebih dari sekedar Memohon Ampun

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Oleh: Amtsal Ajhar Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Setiap manusia tidak luput dari yang namanya dosa, sebagai umat Islam mesti sadar untuk mengurangi dosa tersebut dengan memohon ampun kepada Allah dan banyak-banyak membaca istighfar. Istighfar merupakan salah satu kalimat istimewa dalam Islam. Istighfar adalah kalimat yang memiliki keutamaan dan manfaat bagi yang terus melafalkannya. […]

  • Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

    Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Oleh: Khosiyatika, S.Pd., M.Pd   Di tengah berbagai inovasi dan pendekatan pendidikan, satu hal mendasar sering terlupakan: pendidikan sejatinya adalah relasi. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan manusia yang hadir untuk menumbuhkan manusia lain. Di sinilah love language guru menemukan maknanya. Bahasa cinta guru tidak selalu berupa kata-kata lembut, tetapi tercermin dari cara ia memperlakukan […]

  • Kunjungi Pondok Modern Subulussalam Muhammadiyah Kota Tegal, Ketua LPP PWM Jateng Gelorakan Semangat Kaderisasi

    Kunjungi Pondok Modern Subulussalam Muhammadiyah Kota Tegal, Ketua LPP PWM Jateng Gelorakan Semangat Kaderisasi

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tegal – Pondok Modern Muhammadiyah Subulussalam Kota Tegal adalah satu-satunya pesantren Muhammadiyah di kota bahari tersebut. Pesantren yang dirintis ustadz Imamuddin dan PCM Margadana Kota Tegal telah berdiri 5 tahun lalu mengasuh 90 santriwan dan 16 santriwati (Ahad, 10/9/2023) Pesantren yang terletak di ujung barat Kota Tegal mempunyai lahan lebih dari 3000 meter dengan […]

  • Jaring Calon 2 Pimpinan Pesantren Unggul: PCM Bumiayu Gelar Seleksi untuk 16 Kader Terbaik

    Jaring Calon 2 Pimpinan Pesantren Unggul: PCM Bumiayu Gelar Seleksi untuk 16 Kader Terbaik

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu, Brebes – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu menyelenggarakan seleksi terbuka calon Badan Pembina Pesantren (BPP) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu dan calon Mudir Pontren Muhammadiyah (PontrenMu) Al-Kautsar di kompleks MBS Bumiayu. Kegiatan ini diikuti oleh 16 tokoh Muhammadiyah dari Brebes Selatan, sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan kepemimpinan profesional di lingkungan pesantren, Ahad […]

  • Halal Bihalal 1447 H ITBM-BIM Bali Perkuat Solidaritas dan Budaya Kerja Profesional Berbasis Keikhlasan

    Halal Bihalal 1447 H ITBM-BIM Bali Perkuat Solidaritas dan Budaya Kerja Profesional Berbasis Keikhlasan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 0
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Edutrend.id – Denpasar, 1 April 2026 – Dalam nuansa hangat pasca-Idulfitri 1447 H, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM–BIM Bali) menggelar kegiatan Halal Bihalal yang melibatkan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan kampus. Selain sebagai tradisi saling memaafkan, […]

expand_less