Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mendorong Legalitas UMKM: Sertifikasi Halal sebagai Kunci Daya Saing Produk Lokal

Mendorong Legalitas UMKM: Sertifikasi Halal sebagai Kunci Daya Saing Produk Lokal

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PEMALANG – Indy Alfin Faujie, Mahasiswa S1 Bisnis Digital Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga, mendapat kesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 109 UIN Saizu. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tentang pentingnya legalitas usaha, khususnya melalui sertifikasi halal.

Dalam suasana yang akrab dan penuh semangat, edukasi tentang sertifikasi halal menjadi momen yang bermakna. Ilmu yang dibagikan pada kegiatan ini diyakini sebagai investasi sosial, bukan sesuatu yang akan mengurangi, melainkan memperluas manfaatnya. Memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai legalitas usaha adalah langkah kecil yang mampu membawa perubahan besar di tingkat masyarakat akar rumput.

Salah satu hal yang ditekankan dalam materi adalah bahwa sertifikasi halal bukan hanya sekadar simbol keagamaan, melainkan penanda integritas, kualitas, dan kepercayaan terhadap produk. Banyak pelaku UMKM di desa yang belum mengetahui manfaat besar dari sertifikasi ini. Padahal, di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, legalitas dan jaminan mutu menjadi keharusan yang tak bisa diabaikan.

Sertifikasi halal tidak hanya memberikan kenyamanan bagi konsumen Muslim, tetapi juga meningkatkan kredibilitas produk secara umum. Dalam proses jual beli, kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci, dan label halal yang resmi dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dapat menjadi salah satu alasan utama konsumen untuk memilih suatu produk dibandingkan yang lain. Terlebih, dengan semakin terbukanya pasar digital dan ekspor, produk halal menjadi kebutuhan penting di berbagai negara, bukan hanya di Indonesia.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang ragu untuk memulai proses sertifikasi. Banyak yang mengira prosedurnya rumit, biayanya mahal, dan tidak sesuai untuk skala usaha kecil. Dalam kegiatan edukasi ini, dijelaskan secara rinci bahwa saat ini pemerintah telah memberikan kemudahan luar biasa melalui program sertifikasi halal self-declare. Program ini dikhususkan bagi pelaku UMK dan dapat diakses secara gratis, dengan proses yang relatif sederhana.
Para pelaku usaha diajak untuk mengenal platform SIHALAL, sebuah sistem online dari BPJPH yang memfasilitasi pengajuan sertifikasi halal. Prosesnya melibatkan pengisian data usaha, daftar bahan baku dan proses produksi, serta pendampingan oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH). Pendamping ini akan membantu pelaku usaha memahami setiap tahapan hingga sertifikat halal diterbitkan.

Kegiatan ini juga menyoroti manfaat jangka panjang dari legalitas halal. Tidak hanya soal kredibilitas, tetapi juga peluang masuk ke pasar modern seperti supermarket, toko oleh-oleh, dan platform e-commerce besar. Bahkan, produk dengan sertifikasi halal memiliki daya saing tinggi untuk ekspor ke negara-negara yang memiliki standar serupa. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pelaku UMKM, terutama yang ingin mengembangkan usahanya secara lebih profesional.

Sebagai contoh, disampaikan kisah beberapa UMKM yang berhasil mengembangkan produknya berkat adanya sertifikasi halal. Produk yang awalnya hanya dijual secara lokal, kini bisa masuk ke pusat perbelanjaan dan bahkan dikirim ke luar daerah, karena memiliki legalitas yang kuat. Kisah-kisah inspiratif ini membuktikan bahwa sertifikasi halal adalah langkah strategis, bukan sekadar kewajiban administratif.

Dalam sesi tanya jawab, banyak pelaku usaha yang menyampaikan ketertarikannya untuk segera mendaftar. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa proses sertifikasi halal ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dengan dukungan dari pemerintah, pendamping halal, dan komunitas, proses tersebut bisa menjadi mudah dan menyenangkan, apalagi jika dilakukan bersama-sama secara kolektif.

Kegiatan edukasi ini juga menekankan bahwa legalitas usaha adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan bisnis. Sertifikasi halal bukan satu-satunya bentuk legalitas yang harus dimiliki. Para pelaku UMKM juga didorong untuk melengkapi dokumen usaha lainnya seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), dan izin edar lainnya. Semua bentuk legalitas ini bukan untuk membebani, tetapi justru membuka akses lebih luas, termasuk ke berbagai program bantuan, pembinaan, dan kemitraan.

Kelompok 109 KKN UIN Saizu yang menjadi fasilitator kegiatan ini patut diapresiasi karena telah membuka ruang edukasi yang aplikatif bagi masyarakat desa. Peran mahasiswa dalam kegiatan semacam ini membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga tempat membentuk kepekaan sosial dan kontribusi nyata. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM adalah bentuk gotong royong yang perlu terus diperkuat.

Desa Banjaranyar sendiri memiliki potensi UMKM yang cukup besar, mulai dari produksi makanan ringan, kerajinan tangan, hingga pertanian olahan. Dengan pemahaman yang tepat tentang legalitas dan sertifikasi halal, potensi-potensi ini bisa dikembangkan lebih jauh untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah pertama telah dimulai melalui kegiatan ini, dan harapannya ke depan semakin banyak pelaku UMKM yang mengambil langkah konkret dalam melegalkan usahanya.

Pengetahuan tentang sertifikasi halal, jika terus disebarluaskan, akan menjadi modal sosial yang sangat penting bagi masyarakat. Tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme dalam berusaha. Edukasi semacam ini harus terus berlanjut, baik melalui program pemerintah, komunitas lokal, maupun peran-peran individu yang peduli.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Banjaranyar ini menjadi bukti bahwa ilmu yang dibagikan dengan tulus akan menemukan jalannya sendiri untuk tumbuh dan berkembang. Tidak perlu menjadi pakar untuk berbagi; cukup memiliki kemauan dan kesadaran bahwa satu langkah kecil bisa memantik perubahan besar.

Terakhir, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada Kelompok 109 KKN UIN Saizu atas ruang dan waktunya dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Melalui kolaborasi semacam ini, harapannya desa-desa di Indonesia akan semakin mandiri dan berdaya, dengan UMKM yang tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga kokoh dalam legalitas dan kepercayaan pasar.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi Belum Berakhir, MCCC Potronayan Kembali Gelar Aksi Edukasi dan Sosialisasi

    Pandemi Belum Berakhir, MCCC Potronayan Kembali Gelar Aksi Edukasi dan Sosialisasi

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 751
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – BOYOLALI,  Berawal dari keresahan terhadap masyarakat yang mulai acuh  pada covid-19, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) ranting Potronayan Boyolali kembali menggelar aksi edukasi dan sosialisasi. Kegiatan yang diinisiasi oleh sekumpulan anak muda ini dimulai sejak Selasa (24/11/20) lalu. Sejumlah relawan yang kurang lebih 10 orang itu tergabung dalam Tim Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) […]

  • UMS dan UMY Gelar Laga Persahabatan Sepak Bola, Perkuat Ikatan Keluarga Antar-Negara

    UMS dan UMY Gelar Laga Persahabatan Sepak Bola, Perkuat Ikatan Keluarga Antar-Negara

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Sore hari yang cerah, mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakoni pertandingan sepak bola bersama mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pertandingan persahabatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Psikologi UMS tersebut hasil dari kolaborasi Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS dengan pihak UMY, pada Minggu, (4/10/2026). Pada babak pertama […]

  • Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    Resepsi Milad Lazismu, Dampak Sinyal Integrasi Data Pengentasan Kemiskinan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID JAKARTA – Belum tuntas mengupas dampak program pemberdayaan, arena gerakan filantropi malah dikabarkan oleh Kemenag RI akan dibuatkan tampilan data visual (dashboard) bersama yang berbasis waktu nyata dalam agenda pengentasan kemiskinan. Badan dan lembaga amil zakat akan bersama-sama menyajikan data itu dari aksi layanannnya. Kendati jalan program pemberdayaannya berbeda-beda, tujuannya sama yaitu pengentasan kemiskinan […]

  • SMP Muhammadiyah Bligo Tebar Apresiasi! Beasiswa Prestasi Senilai Rp3.600.000 Disalurkan untuk Para Juara Hebat

    SMP Muhammadiyah Bligo Tebar Apresiasi! Beasiswa Prestasi Senilai Rp3.600.000 Disalurkan untuk Para Juara Hebat

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bligo – Peningkatkan pemberian beasiswa kepada peserta didik adalah satu dari sekian cara bagaimana investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan berjalan. Bulan Agustus ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi SMP Muhammadiyah Bligo. Sebanyak Rp3.600.000,- telah dikucurkan dalam bentuk Beasiswa Prestasi kepada siswa-siswi terbaik yang telah mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang, baik akademik maupun […]

  • Tapak Suci UMS Gelar Bedah Buku PHIWM, Kompas Moral Generasi Muda Muhammadiyah

    Tapak Suci UMS Gelar Bedah Buku PHIWM, Kompas Moral Generasi Muda Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan bedah buku “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)”, bertempat di Posko Tapak Suci Unit 003 UMS. Kegiatan ini diprakarsai oleh Departemen Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang berkolaborasi dengan Departemen Kesejahteraan Anggota, serta mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Umum […]

  • Menggali Makna Pandu dan Prestasi dalam Ngopi Bang Bersama Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan UMS

    Menggali Makna Pandu dan Prestasi dalam Ngopi Bang Bersama Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan UMS

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Agenda Ngopi Bang (Ngobrol Tipis Bareng Litbang) ke-5 yang diselenggarakan oleh Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kafilah Penuntun Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menarik perhatian para kader dan mahasiswa dengan tema “Pandu dan Prestasi”. Agenda yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2024, ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara nilai-nilai […]

expand_less