Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Mengatasi Kegelisahan Jiwa melalui Takziyatun Nafs

Mengatasi Kegelisahan Jiwa melalui Takziyatun Nafs

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nabila Putri Riansyah dan Nurlis Sifaun Nisa 

Manusia adalah makhluk sempurna dan mulia dengan segala kelebihan  dan kemampuan mereka masing-masing dari makhluk lainnya, namun dari kelebihan dan kemampuanya itu manusia juga tidak luput dari keterbatasan dan kelemahan, sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak mungkin terhindari dari permasalahan yang silih berganti mewarnai kehidupan.

Membersihkan dan menyucikan tubuh merupakan kewajiban bagi manusia,semua ketidak sucian menimbulkan penyakit, seperti tidak teraturnya pekerjaan sistem fisik yang bisa menimbulkan kegelisahan.

Dikalangan para sufi, jiwa (Nafs) adalah kelembutan (Lathifat) bersifat keutuhan (Rabbaniyyah). Jiwa diciptakan oleh Allah disaat jasad belum bersifat suci dan bersih untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengetahui akan tuhanya, tetapi setelah roh bersatu dengan jasad barulah ia mengetahui akan adanya selain allah maka dari itu manusia perlu di didik, dilatih dan dibersihkan agar manusia dapat mengetahui bahwa berdekatan dengan Allah.

Para sufi berpendapat bahwa jiwa merupakan sumber perbuatan buruk dan dosa padahal awalnya jiwa itu suci dan dekat dengan allah, namun setelah bersatu dengan tubuh jiwa berubah menjadi nafs dan memiliki kesadaran serta potensi untuk melakukan perbuatan baik maupun buruk, yang akibatnya jiwa tersebut bisa saja teralihkan oleh kenikmatan duniawi sehingga lupa dengan perintah-perintah allah, itulah sebabnya mengapa perlu dilakukan penyucian jiwa.

Takziyatun nafs yaitu proses menyucikan jiwa dari kotoran-kotoran lahir dan batin, takziyatun nafs juga ditujukan untuk mengembalikan fitrah manusia baik fitrah tauhid, fitrah iman, islam dan ihsan, yang mana jika setelah kita melakukan takziyatun nafs akan berdampak positif baik pada perilaku, tingkah laku dan lisan kita.

Ditengah tuntutan kesibukan di era modern,dalam kegiatan sehari-harinya tak jarang satu individu pernah atau bahkan sering mengalami kegelisahan entah perasaan gelisah karena ada suatu pekerjaan yang belum terselesaikan maupun kegelisahan saat hendak melakukan kegiatan.

Terdapat satu solusi yang bisa diterapkan dalam mengatasi kegelisahan yaitu dengan cara takziyatun nafs, yaitu proses menyucikan jiwa dari kotoran-kotoran lahir dan batin yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada allah guna mencapai ketenangan. Berikut Metode Takziyatun Nafs yang bisa dilakukan untuk mengatasi kegelisahan jiwa ada 3 yaitu:

Takhalli (langkah pertama yaitu usaha mengosongkan diri atau menjauhkan diri dari kemaksiatan duniawi dan melenyapkan dorongan hawa nafsu karena hawa nafsu itulah yang menjadi penyebab utama dari segala sifat yang tidak baik contoh menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak baik: Mengikuti pengajian, membaca buku agama, bersedekah, melakukan ibadah sunah seperti sholat tahajud dan sholat duha), maka takziyatun nafs melalui takhalli ini dalam ketenangan jiwa, yakni penyucian jiwa pertama ini yakni niat meninggalkan atau mengosongkan dari jiwa yang tidak baik untuk urusan dunia saja, kemudian akan diisi dengan sifat atau kebiasaan-kebiasaan baik.

Tahalli (setelah selesai proses pembersihan dari menjauhkan diri terhadap hawa nafsu dunia maka tahap selanjutnya ialah mengisi kembali jiwa-jiwa yang bersih dengan sifat-sifat terpuji, melakukan kebiasaan yang jarang dilakukan dan mengganti kebiasaan baru yang baik contohnya seperti berzikir dengan menyebut allah dalam sehari semalam hingga 5000 kali sesuai dengan ketentuanya, kemudian dzikir dzikir lainya sesuai tahapanya).

Tajalli (dari proses tahalli dengan jiwa yang sudah terisi dengan sifat-sifat terpuji dan organ tubuh yang sudah terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, maka agar hasil yang di peroleh tidak berkurang  perlu dilakukan  rasa ketuhanan, satu kebiasaan yang dilakukan dengan rasa kecintaanya terhadap Allah yang mendalam dan menumbuhkan rasa rindu kepadanya, contohnya : bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah, ikhlas dalam menjalani kehidupan) dan para sufi berpendapat bahwa untuk mencapai tingkatan kesempurnaan jiwa itu hanya dengan satu jalan yaitu cinta kepada allah dan memperdalam rasa kecintaan terhadapnya. Dengan kesucian jiwa ini, barulah akan terbuka jalan untuk mencapai tuhan.

Dari uraian diatas dapat kita ambil kesimpulannya bahwa kegelisahan dapat diatasi dengan cara takziyatun nafs, karena takziyatun nafs merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kegelisahan, namun dalam melakukan takziyatun nafs juga diperlukan komitmen dan ketekunan agar individu dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) Tahun 2025. Pelaksanaan program tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia pada Desember 2025. Capaian ini merupakan kelanjutan […]

  • Dukung Pembangunan Daerah, UMS dan Wonogiri Sepakat Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Dukung Pembangunan Daerah, UMS dan Wonogiri Sepakat Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memperpanjang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi momentum penting bagi UMS untuk melanjutkan kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Wonogiri. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan dalam sambutannya bahwa […]

  • Saad Ibrahim: Dakwah Digital Jadi Media Efektif di Era Globalisasi

    Saad Ibrahim: Dakwah Digital Jadi Media Efektif di Era Globalisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, MA, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan keniscayaan dalam dakwah di era globalisasi. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Akademi Dai Digital Muhammadiyah Batch 3 yang diselenggarakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa (23/9). Dalam sambutannya, Saad Ibrahim menyebutkan bahwa […]

  • LAZISMU Lampung Dukung Aisyiyah Cadre Camp 2026 dengan Hadiah Utama Rp5 Juta

    LAZISMU Lampung Dukung Aisyiyah Cadre Camp 2026 dengan Hadiah Utama Rp5 Juta

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; TULANG BAWANG BARAT – LAZISMU Wilayah Lampung memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Aisyiyah Cadre Camp 2026 yang mengusung tema “Kader Bergerak, Kepemimpinan Berdampak”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat–Ahad, (7–9/08/2026), bertempat di Kompleks PKU Muhammadiyah Tulang Bawang Barat. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kader dan pengembangan program yang berdampak, LAZISMU Wilayah Lampung memberikan Paket Hadiah Utama […]

  • IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    IMMortal Journey IMM FAI UAD: Semangat yang Tak Terbendung di Tengah Terik Kauman

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Hari itu, 27 April 2025 adalah hari yang terik. Matahari memancar dengan sengit, mengalirkan panas yang hampir tak tertahankan. Namun, di tengah terik yang membakar, puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) tak sedikit pun mengendurkan semangat. Mereka tengah mengikuti IMMortal Journey, sebuah program kerja […]

  • Penuntun Kafilah Se-Indonesia Pererat Silaturahmi dan Koordinasi Nasional

    Penuntun Kafilah Se-Indonesia Pererat Silaturahmi dan Koordinasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta, 15 April 2026 — Kafilah Penuntun Hizbul Wathan Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta menginisiasi kegiatan Silaturahmi Kafilah Penuntun Se-Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu (15/4/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum awal untuk membangun komunikasi dan koordinasi antar Penuntun Kafilah di seluruh Indonesia. Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam […]

expand_less