Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mengukir Harapan dan Integritas: Perjalanan SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan dalam Dunia Pendidikan

Mengukir Harapan dan Integritas: Perjalanan SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan dalam Dunia Pendidikan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Najib Maulana Alfikri, Aktivis Muhammadiyah

Di sudut timur Pulau Kalimantan, tepatnya di Sangatta Selatan, berdiri sebuah sekolah yang menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah—sebuah gerakan Islam modern yang sejak awal menjadikan pendidikan sebagai poros utama dakwah dan inovasi sosial. Dari semangat itulah, lahir SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan, sebuah institusi yang kini menjadi pelita ilmu dan karakter di jantung Sangatta Selatan. Bukan arsitekturnya yang megah, melainkan cita-cita dan maknanya yang agung. Sebuah sekolah yang tidak hanya mengajarkan angka dan huruf, tetapi juga akhlak dan iman.

Pendirian sekolah ini diprakarsai oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kutai Timur, yang melihat pentingnya kehadiran lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di kawasan tersebut. Kini, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan dasar Islam terpadu, mengusung semangat berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah. Pada awal berdirinya, sekolah ini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi fasilitas, sumber daya manusia, maupun jumlah peserta didik. Namun, berkat kerja keras para pendiri, dukungan warga Muhammadiyah, serta semangat juang para guru, sekolah ini mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Seiring dengan perkembangan sekolah, kini hadir seorang pemimpin yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dan memiliki komitmen terhadap dunia pendidikan. Abdul Azis Hasyim adalah pemimpin dengan hati dan visi yang kuat. Dengan pengalaman mumpuni di dunia pendidikan, beliau memahami bahwa seorang nakhoda pendidikan tidak hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga harus menjadi inspirasi bagi guru dan siswa. Di bawah kepemimpinannya, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang kokoh dan nilai-nilai keislaman.

Lebih dari sekadar kurikulum yang terpaku pada angka dan nilai, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan menghidupkan kembali proses pembelajaran yang humanis dan komprehensif. Anak-anak diajak untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, mengeksplorasi potensi kreatif, serta menumbuhkan empati terhadap sesama dan lingkungan. Nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam menjadi dasar etis yang kuat dan diintegrasikan ke dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern. Keberadaan sekolah ini menjadi respons nyata terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan kepemimpinan dan guru-guru yang berdedikasi, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan berkomitmen menjadi pelita yang menerangi masa depan anak-anak, sekaligus menumbuhkan cinta tanah air dan tanggung jawab sosial.

Setiap anak yang belajar di sini tidak hanya dipersiapkan menjadi insan akademis yang unggul, tetapi juga pribadi yang berintegritas, bertakwa, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Dalam kerangka besar pendidikan Muhammadiyah, sekolah ini menegaskan bahwa ilmu tanpa akhlak adalah kosong, dan iman tanpa pengetahuan adalah buta. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan menjadi saksi perjalanan sebuah bangsa yang terus melangkah, berani bermimpi, dan gigih berjuang demi mewujudkan generasi emas yang membanggakan.

Pendidikan karakter di SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan bukanlah konsep abstrak. Ia hidup dalam aktivitas harian siswa: dari salam yang diajarkan sejak pagi, budaya antre di kantin, shalat dhuha yang dibiasakan, tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan, hafalan Al-Qur’an, hingga kerja sama dan empati dalam kegiatan kelompok. Nilai yang sering ditekankan kepada siswa adalah: “Adab lebih tinggi daripada ilmu.” Dengan itu, para siswa memahami bahwa sepintar apa pun seseorang, jika tidak memiliki adab yang baik, maka ia tidak akan berguna. Setiap tindakan kecil diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi cerdas tidaklah berarti tanpa menjadi pribadi yang baik.

Pendidikan di sekolah ini adalah proses pemanusiaan. Bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan jiwa. Anak-anak tidak dipaksa menjadi seragam, melainkan difasilitasi untuk berkembang sesuai potensi dan karakter masing-masing. Mereka disiapkan bukan hanya untuk sukses dalam pembelajaran, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang memiliki nurani dan menjaga integritas di tengah dunia yang terus berubah. Walau dengan keterbatasan fasilitas, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh kemewahan teknologi, melainkan oleh nilai, ketulusan, dan keteladanan. Dari Sangatta Selatan, suara pendidikan sederhana ini menggema hingga ke cakrawala Indonesia. Menunjukkan bahwa membangun negeri bukan hanya tugas kota-kota besar, tetapi juga tanggung jawab desa dan sekolah-sekolah kecil yang diam-diam menyiapkan para penjaga masa depan. SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan bukan sekadar sekolah, tetapi janji yang sedang ditepati untuk Indonesia.

Selain konsep pendidikan yang diterapkan, SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan juga selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi orang tua dan masyarakat sekitar. Wali murid tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi sebagai mitra aktif dalam membentuk masa depan anak-anak. Melalui forum parenting, kegiatan komite sekolah, hingga keterlibatan dalam program-program sekolah, hubungan antara guru dan orang tua tumbuh dalam semangat saling percaya dan mendukung. Kegiatan keagamaan, gotong royong lingkungan, bazar amal, hingga program sosial seperti bantuan kepada dhuafa dan korban bencana menjadi jembatan keterlibatan masyarakat. Sekolah juga senantiasa membuka diri terhadap masukan dari tokoh masyarakat dan organisasi lokal demi memastikan bahwa proses pendidikan tetap relevan, kontekstual, dan membumi. Sinergi yang terjalin di SD Muhammadiyah 1 Sangatta Selatan menjadi bukti bahwa pendidikan yang kuat tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dirajut bersama.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wayang Climen Meriahkan Milad ke-67 FKIP UMS

    Wayang Climen Meriahkan Milad ke-67 FKIP UMS

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merayakan Milad ke-67 dengan  nuansa seni dan budaya. Pentas Wayang Climen, wayang cilik dengan lakon Babad Alas Wonomarto, menjadi suguhan utama yang menarik perhatian sivitas akademika, dosen, mahasiswa yang diselenggarakan pada, Kamis (18/9) bertempat di Auditorium Moh. Djazman Kampus I UMS. Pementasan ini […]

  • IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    IMM FKIP UMS Dorong Pembangunan Berkelanjutan melalui Program Kalibuntung Resilien di Desa Carikan, Klaten

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana. Program tersebut diluncurkan di Balai Desa Carikan, […]

  • Dari Media ke Dunia, PCNA Grogol Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Kader Muda

    Dari Media ke Dunia, PCNA Grogol Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Kader Muda

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menggelar pelatihan jurnalistik bertajuk Upgrading Skill esp. 1: “Dari Media, ke Dunia” pada Ahad (20/4/2025). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol, dengan menghadirkan Najihussalam, Pimpinan Redaksi kabarmuh.id, sebagai pemateri. Pelatihan ini mengangkat tema penulisan berita, dengan tujuan meningkatkan keterampilan literasi […]

  • DPP IMM Tetapkan Kota Malang sebagai Tuan Rumah Tanwir XXXIII

    DPP IMM Tetapkan Kota Malang sebagai Tuan Rumah Tanwir XXXIII

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) resmi mengumumkan bahwa Kota Malang, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Tanwir XXXIII IMM. Keputusan ini berdasarkan penetapan dalam rapat pleno DPP IMM yang tertuang dalam nomor surat keputusan XXV/A-1/2025. Tanwir kali ini mengangkat tema “Energi Kolekif untuk Negeri”, forum ini merupakan permusyawaratan […]

  • Hadiri World Physiotherapy Congress, Delegasi UMS Perkuat Jejaring Global

    Hadiri World Physiotherapy Congress, Delegasi UMS Perkuat Jejaring Global

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sejumlah dosen dan mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), terpilih untuk mengikuti World Physiotherapy Congress 2025 di Tokyo, Jepang, 29-31 Mei 2025. Delegasi UMS yang bertolak ke Tokyo, adalah Dr. Umi Budi Rahayu, S.S.T.FT., M.Kes., Taufik Eko Susilo, S.Fis., M.Sc., Tiara Fatmarizka, S.Fis, M.Sc., Dwi Rosella Komala Sari, S.Fis., M.Fis., […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kebutuhan layanan fisioterapi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan dan perawatan fisik. Namun, akses terhadap layanan ini masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan. Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Sm art and Intelligent of Self […]

expand_less