BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyah

Menyemai Harapan di MI MULA: Ketika Yayasan, Guru dan Wali Murid Bersatu pada Upacara Bendera HUT RI ke-81

Kabarmuh.ID, LABUHAN PAGI — Suasana halaman Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 09 Labuhan pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih yang berkibar gagah di udara segar pesisir, ratusan pasang mata mungil menatap khidmat ke arah tiang bendera. Senin (17/8/2026), upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia digelar penuh haru, ketulusan, dan semangat kolaborasi yang mendalam.

Acara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Suasana kebersamaan terasa sangat kental karena upacara kali ini melibatkan seluruh elemen madrasah secara langsung. Para Bapak dan Ibu Guru MI MULA mengambil peran penuh dedikasi sebagai petugas upacara, sementara alunan lagu-lagu kebangsaan membumbung tinggi dari barisan paduan suara yang dibawakan oleh pengurus Ikatan Wali Murid Madrasah (Ikwama). Bertindak sebagai pembina upacara yakni Bapak Afid Ali dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Labuhan.

Dalam amanatnya yang menyentuh hati, Bapak Afid Ali menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah, jajaran guru, serta pengurus Ikwama yang telah bekerja keras menyelenggarakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-81 ini.

Beliau memantik imajinasi dan mimpi anak-anak dengan pandangan jauh ke depan. Bapak Afid Ali mengajak para siswa untuk senantiasa mengenang dan mengambil pelajaran berharga dari jasa serta pengorbanan para pahlawan bangsa. Berkat perjuangan suci merekalah, generasi hari ini dapat menghirup udara kemerdekaan dengan lapang.

“Dalam mengisi kemerdekaan ini, jagalah api semangat belajar kalian. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi penerus perjuangan bangsa. Sebab tidak ada yang tahu, mungkin 20 hingga 30 tahun yang akan datang, di antara murid-murid MI MULA yang berdiri di halaman ini, ada yang ditakdirkan menjadi insinyur hebat, dokter dermawan, guru mulia, hingga pejabat publik yang amanah,” tutur Bapak Afid Ali membakar semangat para murid.

Kepala MIM 09 Labuhan, Bapak Ma’in, S.HI, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas kelancaran upacara spesial ini. Menurutnya, menyatukan guru, orang tua murid (Ikwama), yayasan, dan seluruh siswa dalam satu barisan khidmat merupakan nikmat yang luar biasa.

“Ini adalah nikmat luar biasa dalam mewujudkan sinergitas nyata untuk membangun madrasah yang lebih baik di masa mendatang. Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dikdasmen & PNF PRM Labuhan, pengurus Ikwama, serta Bapak/Ibu guru yang berpartisipasi aktif dengan dedikasi tinggi demi suksesnya acara ini,” ujar Ma’in penuh rasa bangga.

Pentingnya Generasi Muda Mengisi Kemerdekaan

Mengisi kemerdekaan bagi generasi muda, khususnya para murid Madrasah Ibtidaiyah, bukan lagi tentang mengangkat senjata di medan perang, melainkan bertarung melawan kebodohan dan rasa malas. Pada momen peringatan HUT RI ke-81 ini, kesadaran akan pentingnya menuntut ilmu harus terus ditanamkan sejak dini. Setiap lembar halaman buku yang dibaca dan setiap soal yang diselesaikan merupakan wujud nyata pengorbanan modern untuk menjaga agar panji-panji kemerdekaan tetap berkibar tinggi di tengah tantangan zaman.

Selain tekad belajar yang kuat, pembentukan karakter dan akhlak mulia menjadi benteng utama dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Para siswa dituntut untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa kepedulian sosial, kedisiplinan, dan integritas yang tinggi. Menghargai keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, serta berbakti kepada orang tua dan guru adalah langkah konkrit dalam melanjutkan cita-cita luhur para pendiri bangsa demi melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas.

Sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memfasilitasi potensi anak-anak bangsa menuju era Indonesia Emas. Dengan memupuk rasa cinta tanah air dan semangat pantang menyerah di bangku madrasah, para murid sedang disiapkan untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang di masa depan. Kemerdekaan yang telah diraih dengan pertumpahan darah ini akan menemukan makna seutuhnya ketika generasi penerus berhasil membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju, beradab, dan bermartabat di mata dunia.

Melalui momentum bersejarah ini, mari bersama-sama memperkuat kolaborasi dan dedikasi dalam mendidik generasi penerus agar api semangat kemerdekaan tak pernah padam di hati para siswa MI MULA.

Penulis: Marmulik Hidayah

Editor: Muhammad Farhan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button