Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

Merefleksikan Disrupsi Dalam Perjalanan Masa Remaja Menuju Kedewasaan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aulia Azzahra, Mahasiswa Sarjana Pendidikan Agama Islam UM Metro

Umumnya, manusia pada masa peralihan dari remaja menuju kedewasaan adalah masa di mana kita mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam cara berpikir. Di masa inilah kita mulai terombang-ambing oleh pikiran kita sendiri. Pada masa ini pula, lingkungan dan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan seseorang. Terkadang, pengaruh lingkungan yang kurang sehat serta kurangnya dukungan dari keluarga terdekat.

Hal inilah yang sering membuat seseorang menjadi ragu pada dirinya sendiri, bahkan hingga meragukan keyakinan dan keagamaannya. Lalu, apakah hal ini merupakan sesuatu yang lumrah dialami oleh para remaja? Tentu saja, hal ini sangat wajar terjadi.

Ketika kita mulai menyadari bahwa kita berada di lingkungan yang kurang baik bagi diri kita, dan hati kita pun tergerak untuk menjauhinya ,namun terkadang kita merasa takut akan kesulitan mencari teman baru, atau khawatir akan dicemooh oleh orang lain. Oleh sebab itu, di sinilah kita membutuhkan kesadaran yang disertai keinginan yang kuat, agar mampu melepaskan diri dari lingkungan yang tidak membawa kebaikan, lalu segera berusaha mencari lingkungan baru yang mampu menjadikan diri kita semakin lebih baik.

Di masa peralihan ini, peran keluarga merupakan hal yang sangat krusial. Pada usia seperti ini, sangat dibutuhkan adanya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua ,agar anak merasa aman, memiliki rasa percaya kepada orang tuanya, sehingga ia pun lebih mudah dan berani untuk meluapkan segala isi hatinya.

Namun, bagaimanakah kenyataannya saat ini? Mungkin zaman dahulu tidaklah sama seperti zaman sekarang, di mana akses terhadap ilmu pengetahuan, termasuk cara mendidik anak, sudah begitu mudah didapatkan. Terkadang kita merasa bahwa cara mendidik orang tua kita ternyata belum sejalan dengan jiwa kita yang lahir dan tumbuh di era modern ini.

Kita sebagai Generasi Z, hatinya terasa begitu peka dan mudah tersentuh, bahkan bisa merasa terluka oleh ucapan-ucapan yang seolah-olah menghakimi atau sekadar memerintah tanpa penjelasan.

Di sisi lain, kita pun patut menyadari ,bisa jadi orang tua kita pun dahulu dibesarkan dan dididik dengan cara yang keras oleh kakek dan nenek kita. Oleh karena itu, besar kemungkinan orang tua kita pun belum sepenuhnya sembuh dari luka masa lalu yang tanpa mereka sadari, terbawa dan seolah-olah “diwariskan” ke dalam cara mereka mendidik anak-anaknya saat ini.

Di sinilah letak kedewasaan kita, kita sebagai generasi yang hidup di zaman yang lebih terbuka, sudah sepatutnya berusaha lebih dahulu untuk memahami keadaan dan latar belakang orang tua kita, serta perlahan menyampaikan pemahaman kepada mereka dengan tutur kata yang lembut dan cara yang paling baik.

Pada masa remaja, lingkungan pertemanan juga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap proses pertumbuhan menuju kedewasaan. Pada umumnya, remaja cenderung lebih sering mendengarkan pendapat teman-temannya dibandingkan nasihat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengenal dengan siapa saja anaknya bergaul, bahkan mengetahui sedikit latar belakang atau cara pandang teman-temannya.

Di dalam kehidupan keluarga, sering kali timbul perbedaan pendapat antara anak dan orang tua. Oleh sebab itu, budaya bermusyawarah di dalam rumah sangatlah perlu untuk dibiasakan. Sebab, melalui musyawarah inilah anak merasa didengar dan dihargai pendapatnya. Dan apabila keputusan yang diambil ternyata belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan anak, ia pun akan lebih mudah memahami dan menerima keputusan yang telah disepakati bersama. Secara tidak langsung, kebiasaan bermusyawarah ini akan membentuk karakter diri seseorang, bahwa kita wajib mendengarkan pendapat orang lain, serta betapa pentingnya saling menghargai meskipun pendapat kita berbeda satu sama lain.

Sebagaimana kisah Al-luqman yang diabadikan dalam Al-quran :

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ
“Dan kami perintah kan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang bapak dan ibu”

Luqman menasihati anaknya agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berbuat baik, menghormati dan mentaaati kereka.

Seorang anak memiliki kewajiban untuk mentaati perintah orang tuanya selama perintah tersebut dalam kebaikan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Jika orang tua memerintah kan sesuatu yang tidak baik, maka anak boleh menolak, namun penolakannya harus dengan cara yang sopan, lemah lembut, dan tetap menghormati orang tuanya.

Bukan kah hal ini begitu sulit dilakukan ? Bagi kita, menjalankan sesuatu yang tertnyata tidak sejalan dengan keinginan hati kita sering kali terasa berat. Namun, kita perlu meyakini di dalam hati bahwa orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, meskipun pada saat ini kita belum sepenuhnya mengerti makna di balik setiap nasihat dan arahan yang mereka berikan.

Yakin lah, suatu saat nanti kita akan memahaminya, sebab tidak semua hal harus kita pahami saat ini juga, terkadang kita membutuhkan waktu agar mendaptkan pemahaman yang lebih luas,lebih mendalam, dan lebih bijaksana.

Kesabaran, kejujuran, serta akhlak yang mulia, semuanya bukanlah sifat yang lahir secara mendadak atau seketika. Sebaliknya, sifat-sifat yang mulia itu terlahir dan terbentuk melalui sebuah proses yang tentunya tidaklah mudah, penuh perjuangan, dan perlahan ditempa seiring dengan perjalanan kita menuju kedewasaan.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan Training of Trainer Eco Bhinneka “Masifikasi Eco Bhinneka: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan”

    Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan Training of Trainer Eco Bhinneka “Masifikasi Eco Bhinneka: Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan”

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah telah meluncurkan program Training of Trainer (TOT) Eco Bhinneka, salah satu program lanjutan dan penguatan dari gerakan Green Nasyiah dengan pendekatan lintas iman, inklusif, dan kolaboratif, pada hari Sabtu (26 Juli 2025). Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi dan aksi lingkungan, tetapi juga menempatkan perempuan, terutama […]

  • Tingkatkan Pemahaman Siswa, Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan Inovasi Peta Interaktif di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

    Tingkatkan Pemahaman Siswa, Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan Inovasi Peta Interaktif di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA — Pembelajaran Geografi kini tak lagi sebatas menghafal teori. Melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menerapkan inovasi pembelajaran kreatif dan interaktif di SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta. Inovasi tersebut diusung oleh tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan […]

  • HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    HMP IQT UMS Gelar Grand Opening Kajian Bareng Sambut Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening KABAR (Kajian Bareng) dengan tema “Muda Beriman Muda Bertaqwa: Kun Mumtazaan Fii Ramadhan” pada Kamis (27/2/2025). Acara yang berlangsung di Masjid Fadhlurrahman Kampus 1 UMS, ini menjadi ajang pembukaan rangkaian kajian yang akan rutin digelar setiap […]

  • UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Asosiasi Sentral Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta konsorsium LPPM PTMA menyelenggarakan kegiatan Workshop Pelatihan Deskripsi Permohonan Paten Kamis, (29/1). Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta dari seluruh […]

  • Pendidikan Menurut Paulo Freire

    Pendidikan Menurut Paulo Freire

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Oleh : Indri Awy Prathiwi (202110230311008) Saat ini Indonesia sedang sampai pada titik menentukan berhasil atau tidaknya cita-cita yang terkandung dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. Yaitu cita- cita untuk memajukan kesejahteraan Bersama, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Namun meskipun sudah berdiri selama 76 tahun Pendidikan di Indonesia masihlah kurang dan perlu banyak […]

  • KKNMAS Kelompok 89 Gelar Penyuluhan Stop Kenakalan Remaja di SMPN 06 Tualang

    KKNMAS Kelompok 89 Gelar Penyuluhan Stop Kenakalan Remaja di SMPN 06 Tualang

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKNMAS) kelompok 89 melaksanakan penyuluhan bertema “Stop Kenakalan Remaja” di SMP Negeri 06 Tualang, Desa Maredan Barat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 siswa kelas VIII yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Dalam penyuluhan tersebut, Alfina Damayanti ( Mahasiswa dari universitas Muhammadiyah Surakarta), salah satu […]

expand_less