Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID SURAKARTA – Ditengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menawarkan solusi, dengan menggelar Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS.

Kegiatan ini sebagai ajang edukasi kepada mahasiswa agar melek terhadap isu-isu politik dan dinamika pemerintahan di Indonesia. Karena mahasiswa merupakan Agent Of Change, yang tak bisa luput dari isu-isu yang marak, untuk menjadi solusi atas problematika bangsa dan negara.

Dalam Sambutannya, Oyan Sugianto, Selaku ketua panitia, membedah tema yang diusung pada seminar kebangsaan ini “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia”.

Sambutan Ktua Pelaksana Seminar Kebangsaan PK IMM Shabran UMS, Immawan Oyan Sugiyanto

“Revitaslisasi Nilai Kebangsaan sebagai bentuk ikhitar atau upaya untuk terwjudnya eskalasi pemahaman-pemahaman ideologi kebangsaan. Sedangkan Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia untuk memahamkan bahwa pada abad ke-15 ada istilah bahwa politik adalah ilmu tertinggi dari segala ilmu, sehingga banyak kebijakan-kebijakan hukum yang keluar atas dasar kepentingan-kepentingan politik sendiri,” terangnya Rabu, (21/10).

Selaras dengan itu, Ketua Umum PK IMM Pondok Hajjah Nuriah Shabran, Muhammad Fikri Azka, menjelaskan bahwa banyak kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang berdiaspora ke dunia perpolitakan dan pemerintahan, sehingga harus dijadikan teladan dan acuan untuk lebih melek terhadap dunia politik dan dinamika pemerintahan.

“Banyak dari kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang sudah berkecimpung di dunia politik, sehingga bisa berdiaspora di pemerintahan. Maka langkah-langkah ini harus menjadi acuan bagi para kader IMM saat ini, agar lebih melek terhadap dinamika politik dan pemerintahan bangsa ini,” pungkasnya.

Dalam pemaparan materinya, Zia Khakim, S.H., M.H., menyampaikan kritik terhadap kondisi politik di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia masih belum matang. Hal ini sejalan dengan pernyataan Buya Syafi’i Ma’arif yang menilai bahwa ketidakmatangan demokrasi di Indonesia disebabkan oleh kualitas politisi yang belum ideal serta maraknya praktik politisasi agama yang justru merusak nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Zia menegaskan pentingnya keterlibatan langsung generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam dunia politik. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agent of control pengawas jalannya kekuasaan. Dengan terlibat langsung dan berada dekat dengan pusat kekuasaan, maka akses untuk menyuarakan kebenaran akan lebih terbuka dan aspirasi masyarakat bisa lebih mudah didengar.

Zia mencontohkan sosok Din Syamsuddin sebagai tokoh yang aktif mendorong perubahan dengan menempatkan kader-kader umat di posisi strategis melalui program kaderisasi, guna mencetak individu yang berwawasan global dan berdaya saing tinggi.

Senada dengan itu Anas Asy’ari Nasuha, S.H., selaku pemateri yang kedua juga menjelaskan politik hukum di Indonesia sebagai refleksi kebangsaan.

Pemaparan Materi Seminar kebangsaan oleh Zia Khakim, S.H., M.H dan Anas Asy’ari Nasuha, S.H

“Indonesia adalah negara hukum yang artinya ketika kita ingin menumbukan sebuah kebijakan atau menyuarakan suara yang menyangkut hak orang lain ada satu yang paling mahal yaitu tanda tangan karena berfungsi sebagai persetujuan dan bukti otensitas dokumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anas menyampaikan bahwa hukum di Indonesia sering kali tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

“Hukum cenderung lemah terhadap rakyat kecil namun tegas terhadap pihak pemegang kekusaaan. Saya juga menyoroti bahwa banyak kebijakan hukum diwarnai oleh kepentingan politik. Oleh karena itu, menurut saya, aktivis mahasiswa perlu memahami kondisi dan arah politik di Indonesia agar bisa bersikap kritis dan tepat dalam menyikapi berbagai isu,” tutupnya.

Harapan diadakannya seminar kebangsaan yang dilaksanakan pada Selasa (21/10) itu, agar para mahasiswa, yang sejatinya adalah seorang aktivis, tidak buta akan dunia politik. Karena dengan memahami dunia politik kita bisa tahu kebijakan-kebijakan nyeleneh yang dibuat oleh pemerintah, dan tugas kita sebagai mahasiswa adalah meluruskan kebijakan tersebut. (Farhan/Adi/Humas).

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daurah Tahfidz Al-Qur’an LPPIK UMS: Mahasantri I’dad Pondok Shabran UMS Tasmi 5 Juz Bil Ghaib

    Daurah Tahfidz Al-Qur’an LPPIK UMS: Mahasantri I’dad Pondok Shabran UMS Tasmi 5 Juz Bil Ghaib

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran, 22-23 Juli 2024 – Acara puncak Daurah Tahfidz LPPIK UMS sejak kemarin di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran disambut dengan kegembiraan dan kekhusyukan. Para mahasantri I’dad memulai sesi Tasmi 5 Juz sekali duduk tahap II dengan membaca Juz 3, 4, 5, 6, dan 7 Al-Quran. Peserta Tasmi pada kesempatan […]

  • UM Bandung Gelar Seminar Teknologi Bisnis Digital, Dorong Mahasiswa Kembangkan Kewirausahaan

    UM Bandung Gelar Seminar Teknologi Bisnis Digital, Dorong Mahasiswa Kembangkan Kewirausahaan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan Seminar dan Pameran Teknologi Bisnis Digital di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus ini, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, pada Kamis (12/12/2024). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Prodi Teknik Industri UM Bandung dan PT Ebelajar Semesta Raya. Seminar […]

  • Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KUDUS- Selama tiga hari penuh di Bumi Perkemahan Taman Sardi, kegiatan Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon (HW) Qobilah Umar Hasyim Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara berlangsung dengan semangat kebersamaan dan pembinaan karakter. Mengusung tema “Anderpati Qobilah: Fastabiqul Khairat, Kreativitas, dan Solidaritas”, acara ini dimulai pada Selasa – Kamis, 30 September – 2 […]

  • Workshop Penguatan Kelembagaan Desa Wisata oleh Tim PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY

    Workshop Penguatan Kelembagaan Desa Wisata oleh Tim PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 264
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Tim PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY mengadakan Workshop Penguatan Kelembagaan Desa Wisata Kalurahan Guwosari yang berlangsung di Wisata Banjaran Kalurahan Gowasari. Latar belakang Workshop ini dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata di Kalurahan Guwosari. Oleh karena itu, dapat memastikan adanya keberlanjutan dalam mengimplementasikan rencana pengembangan pariwisata. Tujuan ini juga mencakup pencapaian […]

  • Tuhan, Izinkan Aku Pacaran!

    Tuhan, Izinkan Aku Pacaran!

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.702
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Rezti Maharani*   Virus satu ini bukan main-main belaka. Begitu beranjak remaja. Dapat menyerang siapa saja. Sampai mabuk asmara dibuatnya. Momen indah kala berdua dengannya. Dia menyatakan cinta. Tanpa embel-embel, aku mengatakan “IYA!”. Hari itu, dia mengucap janji. Setia sampai mati. Katanya, kita nikah nanti. Jantung semakin tak karuan. Waktu tak ingin disia-siakan. […]

  • Kritik Karl Marx (Materialisme): Menggugat Mahalnya Biaya Kuliah (UKT) dan Membela Kaum Lemah

    Kritik Karl Marx (Materialisme): Menggugat Mahalnya Biaya Kuliah (UKT) dan Membela Kaum Lemah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Oleh: Abdullah Tsaqif Imtiyazi Kader PK IMM Shabran Kenaikan harga UKT yang kian melonjak mahal di berbagai perguruan tinggi pada waktu lalu menuai banyak kritik. Majalah Tempo.co menyebutkan bahwa pada awal tahun 2025, berbagai mahasiswa di sejumlah kampus ramai melakukan demonstrasi atas kenaikan biaya UKT. Melonjaknya biaya perkuliahan membuat banyak mahasiswa yang tidak mampu semakin […]

expand_less