Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
  • visibility 274
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Ikhwan Saifudin*

Pemilihan umum 2024 tinggal sejengkal lagi, esok hari akan menjadi penentu oleh siapa dan seperti apa arah bangsa ini akan dibawa 5 tahun kedepan,  nyatanya pemilu kali ini menjadi sorotan dan tunai kritik dari masyarakat sipil, dinamika serta kontroversi yang mengitarinya menjadi bumbu-bumbu yang mengkhawatirkan bagi proses kewarasan berdemokrasi. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah pemilu masih bisa adil? Atau apakah pemilu riang gembira? Tentu jawabannya akan beragam, tergantung dari sudut pandang pendukung paslon yang mana.

Suara Guru Besar

Akan tetapi kegelisahan akan pesta demokrasi 5 tahunan ini bukan hanya soal pendukung atau para simpatisan semata, melainkan dirasakan betul oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk guru-guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Gelombang kritik dari berbagai universitas ternama melalui mahasiswa, civitas akademika bahkan para guru besar “turun gunung” secara lantang menyuarakan kebingungan mereka terhadap para penyelenggara negara di berbagai lini yang dinilai menyimpang dari prinsip moralitas, demokrasi, kerakyatan serta keadilan sosial, termasuk terjadinya pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sikap netralitas dan menjunjung tinggi etika mendasari dari berbagai tuntutan tersebut, hal ini sebagai respon atas pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didasarkan pada putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Di mana Putusan ini dinilai sarat dengan intervensi politik dan terbukti adanya pelanggaran etika.

Runtuhnya Kenegarawanan

Manuver para pejabat daerah untuk memenangkan paslon tertentu bukanlah hal yang tabu lagi, dukungan mereka begitu gamblang di saat para pemangku jabatan terus menggembar-gemborkan sikap netralitas kepada bawahannya, di saat yang sama berulang kali presiden sendiri mengingatkan kepada ASN untuk bersikap netral dan menjaga kedaulatan rakyat.

Namun berbagai kalangan menyoroti potensi adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilu, baik melalui kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu maupun penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral salah satu paslon. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan munculnya sikap yang tidak mencerminkan kenegarawanan dari seorang presiden bahwa “presiden itu boleh lo berkampanye, presiden itu boleh lo memihak”, di mana beliau mengeluarkan pernyataan tersebut di tempat yang seharusnya steril dari sikap yang mengarah pada kampanye. Parahnya lagi statement tersebut keluar di saat salah satu kontestan pemilu berada di sampingnya yakni Prabowo Subianto.

Dugaan Abuse of power  juga semakin nyata bersamaan dengan deklarasi para menteri yang masih aktif menjabat, mereka dengan terang-terangan mendukung salah satu paslon. padahal undang-undang telah mengatur bagi pejabat publik yang ikut berkampanye maka harus cuti tentunya dengan berbagai syarat yang ketat, termasuk larangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politik.

Dugaan Penyelewengan

Adanya dugaan kecurangan yang masif dan terstruktur memperburuk iklim demokrasi pemilu Indonesia. Dugaan kepada oknum elit politik yang memanfaatkan anggaran negara untuk ambisi politik, baik melalui politisasi program bantuan sosial (bansos), Bantuan sosial yang seharusnya menjadi instrumen untuk membantu masyarakat secara adil dan merata, kini menjadi “bancaan” oleh para politisi.

Penyalahgunaan bansos sebagai alat kampanye politik menimbulkan kekhawatiran, ketidakadilan sosial, konflik kepentingan dan tentunya merusak prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Dugaan penyelewengan juga mengarah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), bagaimana bisa ketua KPU Hasyim Asy’ari dijatuhi “peringatan keras terakhir “ oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena telah melanggar kode etik terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Demokrasi Bukan Memilih Malaikat

Suka tidak suka, menerima atau menolak demokrasi telah menjadi konsensus bersama dalam pemilihan pemimpin, dalam demokrasi tidak ada yang sempurna setiap calon pasti ada kekurangan, namun bukan artinya kita antipati atau menjadi golongan putih namun hak pilih tetap harus ditunaikan karena itu bagian dari tanggung jawab kebangsaan (Haedar Nashir). Bahwa dalam demokrasi kita tidak memilih malaikat, melainkan memilih orang yang  terbaik di antara apa yang tersedia, maka carilah cara agar orang terburuk tidak memimpin (Zainal Arifin Mochtar ).

Apakah Pemilu Riang Gembira ?

Dalam konteks ini, pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan sulit rasanya disebut sebagai pesta demokrasi yang riang gembira atau demokrasi yang adil untuk semua. Lebih tepatnya, pemilu yang cacat akan moralitas ditunggangi berbagai kepentingan oleh sekelompok golongan yang haus dengan kekuasaan.

Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa pemilu yang sesungguhnya meriah adalah yang bersih, adil, ber-etika dan memenuhi prinsip-prinsip demokrasi yang genuine.

Meskipun terdapat berbagai kekurangan dan tantangan, harapan akan pemilu yang damai dan berintegritas tetap harus dijaga. Masyarakat, lembaga pemantau pemilu, dan pihak terkait lainnya perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan transparan, adil, dan bebas dari kecurangan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi merupakan usaha-usaha kolektif yang harus terus dijaga dan dikawal sehingga menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi demokrasi di tanah air.

*penulis adalah alumni PC IMM Sukoharjo

Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPKSDI Gelar Rakornas 2025: Transformasi Perkaderan di Era Society 5.0

    MPKSDI Gelar Rakornas 2025: Transformasi Perkaderan di Era Society 5.0

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jogyakarta, 21 Oktober 2025 – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 pada 24-26 Oktober 2025 atau bertepatan dengan 2-4 Jumadil Awal 1447 H di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini menjadi ajang strategis bagi sekitar 200 pengurus MPKSDI dari berbagai wilayah di Indonesia […]

  • SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X: MUHAMMADIYAH MEMBANGUN PERADABAN

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 355
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah di DIY dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang terutama pendidikan, sosial, kesehatan dan kebudayaan. Hal ini disampaikan pada saat menerima audiensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (28/12). Pertemuan yang berlangsung dengan akrab dan penuh […]

  • Mahasantri Pengabdian Pondok Shabran UMS Terangi Dakwah di Komunitas Mualaf Kepulauan Mentawai

    Mahasantri Pengabdian Pondok Shabran UMS Terangi Dakwah di Komunitas Mualaf Kepulauan Mentawai

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUMATRA BARAT – Dakwah Islam di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, berjalan dalam keterbatasan. Namun semangat para dai muda Muhammadiyah tak pernah padam. Di tengah kondisi alam yang menantang dan akses yang terbatas, mereka terus berikhtiar menanamkan nilai-nilai Islam di tengah komunitas mualaf dengan cara yang bijak, membumi, dan penuh keteladanan. Para dai yang tergabung […]

  • Ratusan Peserta Ikuti BIM-BALI Conference, BIM University Dorong Inovasi Global

    Ratusan Peserta Ikuti BIM-BALI Conference, BIM University Dorong Inovasi Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 258 peserta ambil bagian dalam konferensi internasional Bali International Meeting on Business, Advanced Engineering, and Leadership Sustainability Impact (BIM-BALI) yang diselenggarakan oleh Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University), Kamis (30/4/2026). Dari jumlah tersebut, 111 peserta hadir secara luring di kampus BIM University, sementara 147 lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. […]

  • Dosen Keperawatan UMY Gelar Pelatihan Manajemen Kesehatan di Pondok Pharianwittaya Thailand

    Dosen Keperawatan UMY Gelar Pelatihan Manajemen Kesehatan di Pondok Pharianwittaya Thailand

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, THAILAND – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kegiatan pemberdayaan diri dan kesehatan bagi santri, bertempat di sekolah Pharianwittaya Thailand selatan.  Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 47 santri laki-laki dan perempuan. Tujuan kegiatan pengabdian ini menitikberatkan pada kemampuan dalam memelihara kesehatan baik fisik, mental maupun […]

  • UMS dan Unismuh Makassar Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap PTMA

    UMS dan Unismuh Makassar Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap PTMA

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran sebagai kampus rujukan nasional bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Hal ini diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ke UMS pada Kamis (16/10), yang bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan dan berbagi strategi pengelolaan di bidang penerimaan mahasiswa baru serta administrasi akademik. Pertemuan ini […]

expand_less