Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
  • visibility 277
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Ikhwan Saifudin*

Pemilihan umum 2024 tinggal sejengkal lagi, esok hari akan menjadi penentu oleh siapa dan seperti apa arah bangsa ini akan dibawa 5 tahun kedepan,  nyatanya pemilu kali ini menjadi sorotan dan tunai kritik dari masyarakat sipil, dinamika serta kontroversi yang mengitarinya menjadi bumbu-bumbu yang mengkhawatirkan bagi proses kewarasan berdemokrasi. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah pemilu masih bisa adil? Atau apakah pemilu riang gembira? Tentu jawabannya akan beragam, tergantung dari sudut pandang pendukung paslon yang mana.

Suara Guru Besar

Akan tetapi kegelisahan akan pesta demokrasi 5 tahunan ini bukan hanya soal pendukung atau para simpatisan semata, melainkan dirasakan betul oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk guru-guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Gelombang kritik dari berbagai universitas ternama melalui mahasiswa, civitas akademika bahkan para guru besar “turun gunung” secara lantang menyuarakan kebingungan mereka terhadap para penyelenggara negara di berbagai lini yang dinilai menyimpang dari prinsip moralitas, demokrasi, kerakyatan serta keadilan sosial, termasuk terjadinya pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sikap netralitas dan menjunjung tinggi etika mendasari dari berbagai tuntutan tersebut, hal ini sebagai respon atas pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didasarkan pada putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Di mana Putusan ini dinilai sarat dengan intervensi politik dan terbukti adanya pelanggaran etika.

Runtuhnya Kenegarawanan

Manuver para pejabat daerah untuk memenangkan paslon tertentu bukanlah hal yang tabu lagi, dukungan mereka begitu gamblang di saat para pemangku jabatan terus menggembar-gemborkan sikap netralitas kepada bawahannya, di saat yang sama berulang kali presiden sendiri mengingatkan kepada ASN untuk bersikap netral dan menjaga kedaulatan rakyat.

Namun berbagai kalangan menyoroti potensi adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilu, baik melalui kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu maupun penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral salah satu paslon. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan munculnya sikap yang tidak mencerminkan kenegarawanan dari seorang presiden bahwa “presiden itu boleh lo berkampanye, presiden itu boleh lo memihak”, di mana beliau mengeluarkan pernyataan tersebut di tempat yang seharusnya steril dari sikap yang mengarah pada kampanye. Parahnya lagi statement tersebut keluar di saat salah satu kontestan pemilu berada di sampingnya yakni Prabowo Subianto.

Dugaan Abuse of power  juga semakin nyata bersamaan dengan deklarasi para menteri yang masih aktif menjabat, mereka dengan terang-terangan mendukung salah satu paslon. padahal undang-undang telah mengatur bagi pejabat publik yang ikut berkampanye maka harus cuti tentunya dengan berbagai syarat yang ketat, termasuk larangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politik.

Dugaan Penyelewengan

Adanya dugaan kecurangan yang masif dan terstruktur memperburuk iklim demokrasi pemilu Indonesia. Dugaan kepada oknum elit politik yang memanfaatkan anggaran negara untuk ambisi politik, baik melalui politisasi program bantuan sosial (bansos), Bantuan sosial yang seharusnya menjadi instrumen untuk membantu masyarakat secara adil dan merata, kini menjadi “bancaan” oleh para politisi.

Penyalahgunaan bansos sebagai alat kampanye politik menimbulkan kekhawatiran, ketidakadilan sosial, konflik kepentingan dan tentunya merusak prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Dugaan penyelewengan juga mengarah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), bagaimana bisa ketua KPU Hasyim Asy’ari dijatuhi “peringatan keras terakhir “ oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena telah melanggar kode etik terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Demokrasi Bukan Memilih Malaikat

Suka tidak suka, menerima atau menolak demokrasi telah menjadi konsensus bersama dalam pemilihan pemimpin, dalam demokrasi tidak ada yang sempurna setiap calon pasti ada kekurangan, namun bukan artinya kita antipati atau menjadi golongan putih namun hak pilih tetap harus ditunaikan karena itu bagian dari tanggung jawab kebangsaan (Haedar Nashir). Bahwa dalam demokrasi kita tidak memilih malaikat, melainkan memilih orang yang  terbaik di antara apa yang tersedia, maka carilah cara agar orang terburuk tidak memimpin (Zainal Arifin Mochtar ).

Apakah Pemilu Riang Gembira ?

Dalam konteks ini, pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan sulit rasanya disebut sebagai pesta demokrasi yang riang gembira atau demokrasi yang adil untuk semua. Lebih tepatnya, pemilu yang cacat akan moralitas ditunggangi berbagai kepentingan oleh sekelompok golongan yang haus dengan kekuasaan.

Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa pemilu yang sesungguhnya meriah adalah yang bersih, adil, ber-etika dan memenuhi prinsip-prinsip demokrasi yang genuine.

Meskipun terdapat berbagai kekurangan dan tantangan, harapan akan pemilu yang damai dan berintegritas tetap harus dijaga. Masyarakat, lembaga pemantau pemilu, dan pihak terkait lainnya perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan transparan, adil, dan bebas dari kecurangan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi merupakan usaha-usaha kolektif yang harus terus dijaga dan dikawal sehingga menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi demokrasi di tanah air.

*penulis adalah alumni PC IMM Sukoharjo

Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWM Kalsel beri Apresiasi! PRM Indrasari-Sekumpul Terima Penghargaan sebagai Ranting Unggulan

    PWM Kalsel beri Apresiasi! PRM Indrasari-Sekumpul Terima Penghargaan sebagai Ranting Unggulan

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarmasin – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Indrasari-Sekumpul terpilih sebagai sebagai ranting unggulan di Kalimantan Selatan. terpilihnya PRM Indrasari-sekumpul ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh perwakilan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada kegiatan puncak Milad Muhammadiyah Ke-111 tingkat Wilayah di Banjarmasin pada Sabtu (13/01) di […]

  • KABAR GEMBIRA! PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN BUKA PENERIMAAN MAHASANTRI BARU!

    KABAR GEMBIRA! PONDOK HAJJAH NURIYAH SHABRAN BUKA PENERIMAAN MAHASANTRI BARU!

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 961
    • 0Komentar

    PENERIMAAN MAHASANTRI BARU PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN KADER ULAMA PONDOK MUHAMMADIYAH HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2022/2023 (Khusus Putra) KABARMUH.COM, Surakarta – Siapa yang tak kenal dengan Pondok Muhammadiyah yang satu ini. Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pondok Shabran UMS) merupakan program pengkaderan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja […]

  • Penguatan Literasi Melalui Gerakan MENTARI (Muhammadiyah Membaca Setiap Hari)

    Penguatan Literasi Melalui Gerakan MENTARI (Muhammadiyah Membaca Setiap Hari)

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TASIKMALAYA – Dalam upaya serius meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk lingkungan akademik yang unggul, sebuah inisiatif kolaboratif yang signifikan telah diluncurkan. Kegiatan ini, yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 22 November 2025, merupakan hasil kerja sama strategis yang digawangi oleh beberapa pilar utama dalam organisasi Muhammadiyah Jawa Barat: LPP (Lembaga Pengembangan Pesantren), LBSO (Lembaga Budaya, Seni, […]

  • HARI GURU NASIONAL : MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH PONOROGO BERI APRESIASI SD/MI DALAM PENERAPAN P5

    HARI GURU NASIONAL : MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH PONOROGO BERI APRESIASI SD/MI DALAM PENERAPAN P5

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 331
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo mengadakan upacara dalam rangka memperingati hari guru nasional di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (25/11). Menariknya,  terdapat tiga SD/MI Muhammadiyah yang meraih tiga terbaik dalam Penerapan Proyek Penguatan Profil belajar Pancasila (P5). Para pemenang tersebut berasal dari MIM 7 Sidoarjo Pulung sebagai terbaik ketiga, selanjutnya terbaik kedua […]

  • Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 268
    • 3Komentar

    Oleh: Alfin Nur Ridwan Hidup adalah pilihan. Mungkin kalimat singkat itu pernah terdengar di telinga kita baik dari teman, orang lain, ataupun dari quotes-quotes yang berseliweran di media sosial. Jika dicermati lebih lanjut kalimat tersebut memanglah memiliki makna yang mendalam dan mempunyai arti penting jika diimplementasikan dalam kehidupan. Karena dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai […]

  • Dzikir dalam Tasawuf: Terapi Psikospiritual untuk Meredakan Kecemasan

    Dzikir dalam Tasawuf: Terapi Psikospiritual untuk Meredakan Kecemasan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Oleh: Qonitah Tsabitah Azmi dan Shifa Salsabilah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka Perkembangan zaman ini, masyarakat mulai dihadapi dengan persoalan yang kompleks, baik persoalan yang berkaitan dengan pribadinya, keluarga, pekerjaan, maupun permasalahan lainnya. Permasalahan ini akhirnya membuat munculnya rasa pesimis dan takut dalam menghadapi kehidupan. Tak hanya itu, manusia juga seringkali mengalami kecemasan akibat diri […]

expand_less