Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
  • visibility 278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Ikhwan Saifudin*

Pemilihan umum 2024 tinggal sejengkal lagi, esok hari akan menjadi penentu oleh siapa dan seperti apa arah bangsa ini akan dibawa 5 tahun kedepan,  nyatanya pemilu kali ini menjadi sorotan dan tunai kritik dari masyarakat sipil, dinamika serta kontroversi yang mengitarinya menjadi bumbu-bumbu yang mengkhawatirkan bagi proses kewarasan berdemokrasi. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah pemilu masih bisa adil? Atau apakah pemilu riang gembira? Tentu jawabannya akan beragam, tergantung dari sudut pandang pendukung paslon yang mana.

Suara Guru Besar

Akan tetapi kegelisahan akan pesta demokrasi 5 tahunan ini bukan hanya soal pendukung atau para simpatisan semata, melainkan dirasakan betul oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk guru-guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Gelombang kritik dari berbagai universitas ternama melalui mahasiswa, civitas akademika bahkan para guru besar “turun gunung” secara lantang menyuarakan kebingungan mereka terhadap para penyelenggara negara di berbagai lini yang dinilai menyimpang dari prinsip moralitas, demokrasi, kerakyatan serta keadilan sosial, termasuk terjadinya pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sikap netralitas dan menjunjung tinggi etika mendasari dari berbagai tuntutan tersebut, hal ini sebagai respon atas pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didasarkan pada putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Di mana Putusan ini dinilai sarat dengan intervensi politik dan terbukti adanya pelanggaran etika.

Runtuhnya Kenegarawanan

Manuver para pejabat daerah untuk memenangkan paslon tertentu bukanlah hal yang tabu lagi, dukungan mereka begitu gamblang di saat para pemangku jabatan terus menggembar-gemborkan sikap netralitas kepada bawahannya, di saat yang sama berulang kali presiden sendiri mengingatkan kepada ASN untuk bersikap netral dan menjaga kedaulatan rakyat.

Namun berbagai kalangan menyoroti potensi adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilu, baik melalui kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu maupun penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral salah satu paslon. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan munculnya sikap yang tidak mencerminkan kenegarawanan dari seorang presiden bahwa “presiden itu boleh lo berkampanye, presiden itu boleh lo memihak”, di mana beliau mengeluarkan pernyataan tersebut di tempat yang seharusnya steril dari sikap yang mengarah pada kampanye. Parahnya lagi statement tersebut keluar di saat salah satu kontestan pemilu berada di sampingnya yakni Prabowo Subianto.

Dugaan Abuse of power  juga semakin nyata bersamaan dengan deklarasi para menteri yang masih aktif menjabat, mereka dengan terang-terangan mendukung salah satu paslon. padahal undang-undang telah mengatur bagi pejabat publik yang ikut berkampanye maka harus cuti tentunya dengan berbagai syarat yang ketat, termasuk larangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politik.

Dugaan Penyelewengan

Adanya dugaan kecurangan yang masif dan terstruktur memperburuk iklim demokrasi pemilu Indonesia. Dugaan kepada oknum elit politik yang memanfaatkan anggaran negara untuk ambisi politik, baik melalui politisasi program bantuan sosial (bansos), Bantuan sosial yang seharusnya menjadi instrumen untuk membantu masyarakat secara adil dan merata, kini menjadi “bancaan” oleh para politisi.

Penyalahgunaan bansos sebagai alat kampanye politik menimbulkan kekhawatiran, ketidakadilan sosial, konflik kepentingan dan tentunya merusak prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Dugaan penyelewengan juga mengarah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), bagaimana bisa ketua KPU Hasyim Asy’ari dijatuhi “peringatan keras terakhir “ oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena telah melanggar kode etik terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Demokrasi Bukan Memilih Malaikat

Suka tidak suka, menerima atau menolak demokrasi telah menjadi konsensus bersama dalam pemilihan pemimpin, dalam demokrasi tidak ada yang sempurna setiap calon pasti ada kekurangan, namun bukan artinya kita antipati atau menjadi golongan putih namun hak pilih tetap harus ditunaikan karena itu bagian dari tanggung jawab kebangsaan (Haedar Nashir). Bahwa dalam demokrasi kita tidak memilih malaikat, melainkan memilih orang yang  terbaik di antara apa yang tersedia, maka carilah cara agar orang terburuk tidak memimpin (Zainal Arifin Mochtar ).

Apakah Pemilu Riang Gembira ?

Dalam konteks ini, pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan sulit rasanya disebut sebagai pesta demokrasi yang riang gembira atau demokrasi yang adil untuk semua. Lebih tepatnya, pemilu yang cacat akan moralitas ditunggangi berbagai kepentingan oleh sekelompok golongan yang haus dengan kekuasaan.

Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa pemilu yang sesungguhnya meriah adalah yang bersih, adil, ber-etika dan memenuhi prinsip-prinsip demokrasi yang genuine.

Meskipun terdapat berbagai kekurangan dan tantangan, harapan akan pemilu yang damai dan berintegritas tetap harus dijaga. Masyarakat, lembaga pemantau pemilu, dan pihak terkait lainnya perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan transparan, adil, dan bebas dari kecurangan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi merupakan usaha-usaha kolektif yang harus terus dijaga dan dikawal sehingga menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi demokrasi di tanah air.

*penulis adalah alumni PC IMM Sukoharjo

Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Pemimpin Berintegritas, MPKSDI PCM Pekajangan Gelar Sekolah Kader sebagai ‘Investasi Peradaban’

    Cetak Pemimpin Berintegritas, MPKSDI PCM Pekajangan Gelar Sekolah Kader sebagai ‘Investasi Peradaban’

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    ​KABARMUH.ID, ​PEKALONGAN – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, Pekalongan, resmi menggelar acara Sekolah Kader Muhammadiyah Pekajangan. Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari ini (Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026) dipusatkan di Ruang Demon, Gedung Fakultas Kesehatan (Fikes) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jl. Raya Ambokembang, Kecamatan […]

  • Sambut Musyda IMM ke-XV, Adityawarman : IMM Milik Bersama!

    Sambut Musyda IMM ke-XV, Adityawarman : IMM Milik Bersama!

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 506
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sulteng – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar Musyawarah Daerah (Musyda)  pada 19 – 21 Juli 2024 mendatang. Perhelatan dua tahunan ini tentu menjadi momen penting, bukan hanya pergantian kepemimpinan formalitas , melainkan  untuk silatulfiqr, bertukar piker dan gagasan. Musyda ke-XV akan dilaksanakan di Kabupaten Donggala Sulawesi […]

  • Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tiga mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengharumkan nama kampus dalam ajang Jambi Accounting Competition Seminar Nasional (JACSEN) 2025. Tim Femvisory yang terdiri dari Rumaisa Hisan, Elsa Rindy Viantika, dan Adira Rizqy Cahya Safitri ini menyabet juara 3 dalam cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah yang berlangsung di Universitas Jambi pada 3-5 […]

  • Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    Salat Iduladha 1446 H di Edutorium UMS: Meriah, Khidmat, dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah di halaman Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat pagi, (6/6). Sejak sebelum matahari terbit, ribuan jemaah mulai berdatangan. Mulai dari mahasiswa dan mahasiswi UMS, civitas academica, warga sekitar kampus, hingga mahasiswa asing dari berbagai negara. Momentum penuh makna ini menjadi […]

  • MPKSDI se-Solo Raya Perkuat Sinergi Perkaderan Lewat Rapat Koordinasi di Wonogiri

    MPKSDI se-Solo Raya Perkuat Sinergi Perkaderan Lewat Rapat Koordinasi di Wonogiri

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor PDM Wonogiri, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum silaturahim sekaligus ajang berbagi perkembangan dan inovasi program perkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya. Rakor tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Pengurus […]

  • UMKT Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah HIV/AIDS pada Mahasiswa

    UMKT Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah HIV/AIDS pada Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Meningkatnya kasus HIV/AIDS di kalangan remaja dan dewasa muda di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan (HIMADIKA) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar Seminar Kesehatan bertema “Darurat HIV/AIDS di Kalangan Mahasiswa dan Optimalkan Edukasi Seksual untuk Pencegahan Dini”, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang […]

expand_less