Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kemiskinan menjadi permasalahan panjang yang dihadapi Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memutuskan rantai kemiskinan dan mensejahterakan rakyatnya.

Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi pun memikirkan berbagai langkah untuk dapat mengendalikan angka kelahiran dan kemiskinan. Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi atau keluarga berencana (KB) pria sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) dan beasiswa. Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi dengan memotong dan menyegel saluran sperma untuk mencegah pembuahan.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., memandang Dedi Mulyadi menggunakan pendekatan teori pertumbuhan populasi oleh Robert Malthus. Teori itu menyebut pertumbuhan penduduk terjadi secara geometri artinya secara cepat. Sementara pertumbuhan sumber daya terutama pangan tumbuh secara aritmetik.

Guru Besar FEB UMS Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si

Jadi apabila penduduk tumbuh dengan cepat, akan ada rebutan sumber daya terutama pangan. Tetapi Anton menyebut teori Robert Malthus tersebut mengabaikan hal-hal seperti inovasi dan teknologi yang tetap dapat meningkatkan produktivitas pangan.

“Secara teoritis vasektomi bisa untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam rangka mengurangi angka kemiskinan,” kata Anton, Rabu (7/5).

Anton juga setuju dengan netizen yang menyatakan langkah vasektomi adalah sebatas menyederhanakan masalah kemiskinan sebab masalah kemiskinan adalah masalah multidimensi. Namun dia tidak setuju apabila vasektomi dijadikan syarat untuk mendapatkan bansos atau beasiswa bagi rakyat miskin.

Menurutnya, daripada dengan pendekatan yang sifatnya memaksa dalam rangka untuk untuk membatasi jumlah penduduk, lebih baik menggunakan pendekatan atas kerelaan hati rakyat miskin itu sendiri.

“Tapi apabila ini kemudian menjadi syarat untuk sebuah bantuan sosial saya kira kurang bijaksana. Pemerintah provinsi Jawa Barat bisa memilih kebijakan lain yang menurut saya lebih manusiawi dan lebih partisipatif,” sarannya.

Artinya melibatkan pilihan dari kelompok rakyat miskin itu sendiri. Alternatif lain bisa dilakukan dengan memberikan sosialisasi kesadaran secara intens tentang pentingnya vasektomi baik dari sisi positif ataupun sisi negatif.

Anton menyebut, pemberian bansos itu relevan dengan konsep di agama Islam untuk memberikan bantuan kepada fakir, orang tua, dan orang berkebutuhan khusus. Sedangkan cara mengatasi kemiskinan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan.

“Itu saya kira satu-satunya kunci sehingga para kelompok miskin menjadi lebih berdaya, lebih punya kemampuan, keterampilan, dan daya juang untuk menjadi mandiri,” ungkap Anton.

Dia berpandangan untuk bansos bisa diarahkan pada pemberian beasiswa untuk masyarakat tidak mampu, membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil, dan mendidik guru agar lebih profesional.

“Ini bukan pekerjaan yang gampang tetapi itu salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan dalam jangka panjang. Itu harus dilakukan,” tekan Dekan FEB UMS itu.

Diskusi vasektomi bagi pria banyak mendapatkan respon positif dari netizen media sosial lantaran membandingkan dengan Cina yang pernah mengatur penduduknya dengan cukup memiliki satu anak dan mampu menjadi negara maju. Namun Ekonom UMS itu menyangkal bahwa kemajuan di Cina terjadi karena penduduknya yang berkurang, melainkan karena usahanya untuk melakukan transformasi riset di sektor industri, pertanian, pertambangan, dan sektor lainnya.

“Cina pernah merasakan jumlah penduduk yang begitu besar. Tapi salah apabila menganggap Cina itu hebat dan maju karena penduduknya kemudian sedikit,” ujarnya.

Dari sisi kemampuan reformasi pendidikan di Cina, Negeri Tirai Bambu itu menugaskan cendekiawannya berkuliah di Amerika dan Eropa dengan dukungan beasiswa. Mereka mendapatkan tugas belajar untuk menyerap ilmunya dan ketika mereka kembali, ada jaminan mereka akan bekerja dan diberi dana riset.

Sekitar tahun 2008 saat di University of Manchester, Anton bercerita dirinya menemui banyak warga negara Cina yang sedang belajar di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), dan ilmu-ilmu dasar. Hingga pada sekitar tahun 2018an Cina mampu menguasai teknologi-teknologi terbaru dan mampu menyaingi Amerika.

“Jadi Cina hebat bukan karena berhasil mengurangi penduduknya, tetapi mereka menata dengan benar dengan mulai melakukan inovasi, menata perekonomiannya, menata regulasi, membuat stabil kondisi sosial ekonomi,” tukasnya. (Mayali/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim UMS Dampingi Guru SLB D1 Surakarta Kembangkan Metode Pembelajaran Anak Down Syndrome

    Tim UMS Dampingi Guru SLB D1 Surakarta Kembangkan Metode Pembelajaran Anak Down Syndrome

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menghadirkan metode pembelajaran inovatif untuk anak-anak Down Syndrom di SLB D1 Surakarta. Kegiatan ini mendapatkan dana langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan menjadi wujud kerjasama antara Tim PKM-PM Maumere Terasik dengan guru di SLB D1 Surakarta. Ketua Tim […]

  • Cintamu Itu Pusaran Menyesatkan

    Cintamu Itu Pusaran Menyesatkan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    | CINTAMU ITU PUSARAN MENYESATKAN | ditulis oleh : Rissa |   Aku pernah membaca di sosial media bahwa “Pacaran itu pusaran. Pacaran itu menyesatkan. Dan semua yang terjerumus, akan susah berhenti” Aku setuju. Karena aku pernah alami. dan sekeras hati, aku mencoba berhenti. sulit memang. apa perlu bukti? itu terjadi antar kamu dan aku juga. […]

  • Menjaga Nalar, Merawat Nilai: Suara Baik di Tengah Riuh Demokrasi

    Menjaga Nalar, Merawat Nilai: Suara Baik di Tengah Riuh Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Sita, ST, Anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kepulauan Sangihe Di ruang publik hari ini, sering kali yang terdengar bukanlah yang paling benar, tapi yang paling nyaring. Suara kebaikan, yang berangkat dari niat tulus dan akal sehat, sering kalah oleh suara yang bising, sensasional, bahkan penuh provokasi. Bukan karena kebaikan itu salah arah, tapi karena ia […]

  • Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

    Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16.866
    • 0Komentar

    Belajar merupakan proses manusia dalam memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, mendapatkan informasi atau menemukan. Aliran kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah sekadar stimulus atau respon yang bersifat mekanistik, tetapi lebih dari itu kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Struktur mental individu tersebut berkembang sesuai […]

  • Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan Temu Alumni dan Semarak Milad ke-43 pada Sabtu–Minggu, (10–11/1) mendatang. Rangkaian kegiatan ini bertempat di kompleks Pondok Shabran UMS, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Alumni Lintas Generasi: Upaya Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa.” Momentum milad ke-43 ini menjadi […]

  • IMM PBII UAD Jadikan Ramadhan Bulan Pengajaran dan Perkaderan

    IMM PBII UAD Jadikan Ramadhan Bulan Pengajaran dan Perkaderan

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 335
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat PPKn, Bahasa Inggris, dan Indonesia (PBII) Universitas Ahmad dahlan (UAD) melaksanakan Tadarus Ramadhan 1445 Hijriah dengan berbagai kegiatan sebagai media pengajaran dan pengkaderan. Dimulai dari tanggal 11 Maret 2024 bertepatan tanggal 1 Ramadhan 1445 H sampai dengan 9 April 2024 dengan tema “Ramadhan bulan pengajaran dan pengkaderan”. Kegiatan […]

expand_less